

Ngawi – LAZISMU. Peristiwa
kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan meluasnya asap tebal di Sumatera
dan Kalimantan menyita perhatian banyak pihak untuk merespons bagi warga yang
terdampak kesehatannya. Termasuk respons yang dilakukan adik-adik Ikatan Pelajar
Muhammadiyah (IPM) di Ngawi, Jawa timur.
Para
pelajar Muhammadiyah di Ngawi bergerak menggalang dana untuk membantu para
korban kabut asap. Ikhtiar penggalangan dana dilakukan setelah berkoordinasi
dengan Lazismu setempat sebagai lembaga resmi yang menerima dan menyalurkan
dana sumbangan dari masyarakat.
Niat
itu berawal dari pesan daring Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM, yang meminta
saran ke Wakil Ketua Pengurus Lazismu Ngawi, Supeno. Adik-adik IPM berencana mengadakan
gerakan sosial menggalang dana kemanusiaan merespons peristiwa Karhutla dan
krisis air di beberapa desa di Ngawi.
Mendengar
permohonan dan saran dari adik-adik, lalu dengan nada meyakinkan, saya katakan
"Sungguh itu ide yang menarik, perbuatan baik dan mulia," kata
Supeno. Maka, IPM sebagai generasi muda yang peduli harus mengambil peran itu sebagai
gerakan dakwah yang bermisi kemanusiaan.
Melewati
proses administrasi dan pemberitahuan kepada Lazismu dan pihak-pihak terkait, penggalangan
donasi sosial terlaksana selama 7 kali di perempatan Kartonyono dengan
melibatkan 15 orang relawan dari IPM.
Pagi
hari ini Ahad 29 September 2019, ketua PD-IPM Ngawi, Miftahkhuddin beserta 5 orang
mendatangi Pengurus Lazismu untuk menyerahkan hasil penghimpunan donasi yang melibatkan
para relawan.
Miftahkhuddin
bersama rombongan menyerahkan uang sejumlah Rp. 11.701.000 yang secara resmi
telah diserahkan ke Lazismu Ngawi untuk disalurkan kepada yang berhak menerima.
“Adi-adik sudah menjalankan amanah dari para donatur
dan saya atas nama Lazismu akan menjalankan amanah ini sesuai dengan niat yang
sudah diikrarkan” kata Supeno, Wakil Ketua Pengurus Lazismu Ngawi. (na)

