

Sleman – LAZISMU. Langkah pemberdayaan
lembaga amil zakat kepada para petani untuk menambah wawasan. Di samping itu
sebagai upaya melipatgandakan keterampilan untuk mengembangkan komunitas yang
produktif.
Program
pemberdayaan petani ini dilaksanakan Lazismu DIY yang memberikan bantuan untuk
kegiatan pelatihan Sekolah Tani Muhammadiyah yang diadakan oleh Majelis
Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan pusat
pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) Pakem Sleman.
Dalam
rangka upaya pemberdayaan masyarakat, pelatihan dituangkan melalui budidaya
tanaman buah unggul yang bernilai ekonomi.
Ketua
MPM PDM Sleman, Nur Cahyoprobo, mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan
dalam sebelas gelombang. “Pertemuan setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelatihan dimulai
pada 23 Februari hingga 4 Mei 2019 di rumah pemberdayaan Pakem Sleman,”
bebernya.
Cahyo
menambahkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan menambah wawasan dan keterampilan
terkait budidaya tanaman buah unggul. Inspirasinya tergerak untuk menerapkan ilmu
yang didapat di pelatihan serta bisa diterapkan PCM-PCM untuk memanfaatkan
lahan persyarikatan yang belum termanfaatkan dengan baik.
Pelatihan
ini diikuti oleh murid dari sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, PCM se-Kabupaten
Sleman, PCA se-Kabupaten Sleman, masyarakat umum, Gapoktan, dan panti asuhan. Narasumbernya
Prof. Suharyanto pemilik Hanifa Agro), dinas pertanian, pangan dan perikanan
Kabupaten Sleman dan MPM PDM Sleman.
MPM
PDM Sleman juga telah mendampingi kelompok tani di Moyudan dengan lahan 3
hektar. Sementara di daerah Pakem juga ada, kemudian di daerah Triharjo Sleman. Buah yang budidayakan adalah
Alpukat dan Jambu Kristal. Selain dari buahnya juga dari penjualan bibitnya. “Adapun
pemasarannya sudah disiapkan,” jelasnya.
Diketahui
bahwa kawasan Sleman berada pada ketinggian 105 – 500 dpk dengan iklim agak
basah sehingga memungkinkan pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan dan
hortikultura berbasis agro-ekonomi.
Saat
ini, menurut MPM PDM Sleman, kebutuhan masayrakat terhadap buah Alpukat sangat
tinggi. Budidaya dengan terapan teknologi tepat guna akan menghaslkan buah
dengan kualitas bermutu yang bernilai jual tinggi.
“Peluang
ini cukup menjanjikan bagi masyarakat, makanya perlu adanya pelatihan guna
memberikan pengetahuan, skill dan pendampingan dalam hal pembudidayaan tanaman
buah yang unggul,” paparnya (mz).

