

Seluruh kader terlihat sangat antusias dan bergembira karena bisa bertemu dan saling bercengkerama satu sama lain. Acara yang berlangsung pada Rabu (20/04) ini dimulai dengan kegiatan khataman Al-Qur'an, sehingga sangat membuat kader termotivasi untuk bersemangat dalam tadabur Al-Qur'an, menghafal, dan mengamalkannya.
Selepas berbuka puasa, acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dari Ustadz Muhammad Quwatul Islam. Beliau menasehati para kader untuk saling bersinergi dan jangan sampai terpecah belah. "Sungguh indah ada kader yang suka berorganisasi yang jika ia dihadapkan dengan masalah sosial diibaraktkan seperti orang yang tenaganya dan gerakgeriknya sebanyak 10 orang, cepat dan tanggap," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Ada juga kader yang memang suka untuk membaca dan menadaburi buku-buku keilmuannya sangat tinggi. Bayangkan jika kedua tipe ini bersatu padu dalam sebuah kepanitiaan acara, maka acara tersebut akan berhasil."
Tak lupa juga ia memaparkan pentingnya saling bersilaturahmi antara kader, agar jangan sampai ketika di Sudan kita bersaudara namun ketika kembali ke Indonesia kita terpecah belah. Di akhir tausiyahnya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah Sudan yang telah memberikan wadah untuk senantiasa belajar, baik yang sifatnya akademis maupun sosial.
Pada kesempatan yang terpisah, Kepala KL Lazismu PCIM Sudan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen warga persyarikatan yang sudah meramaikan acara tersebut. "Semoga acara ini menjadi mata rantai acara-acara selanjutnya yang akan saling membuat perasaan, tindakan, dan kekeluargaan kader persyarikatan menguat," harapnya.
Acara tersebut diakhiri dengan kegiatan makan bersama dan sarasehan seluruh kader persyarikatan. Nampak dari wajah seluruh kader rasa syukur dan bahagia serta harapan agar PCIM Sudan terus menjadi wadah dan rumah terbaik bagi mereka.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas]

