Sasar Distribusi Kurban di Kawasan Terpencil, Kolaborasi Dakwah Sosial Tak Boleh Getas

Ditulis oleh
Lazismu Pusat
Ditulis pada
5 Mei 2025
Kategori :

Semarang – LAZISMU. Pada umumnya penyembelihan
hewan kurban dilaksanakan di hari pertama Idul Adha, namun dalam tata cara
berkurban juga diperbolehkan dilaksanakan di hari tasyrik, tiga hari setelah Idul
Adha (11 - 13 Dzulhijjah).

 

Bagi
Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional, waktu-waktu penyembelihan tersebut
merupakan momen penting dengan berkaca pada program distribusi Qurban Untuk
Kemanusiaan yang disesuaikan dengan sasaran target distribusinya. Seperti
dilakukan Lazismu Jateng menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di tengah
hari tasyrik, bertepatan dengan hari, Selasa, 13 Agustus 2019.

 

Lazismu
menggandeng beberapa daerah terdekat di kabupaten Semarang. Lokasi yang penyembelihannya
sebagai tempat dilaksanakan penyaluran hewan kurban. Kali ini, lokasinya di
kawasan kantong-kantong kemiskinan.

 

Kampung
Gading, Getasan, Kabupaten Semarang menjadi titik distribusi kurban. Bertempat
di musala kampung yang berada di tengah pedesaan dengan suasana sejuk yang
masih kental, karena memang desa Getasan berada di lereng gunung Merbabu yang
sudah banyak dikenal itu.

 

Beberapa
daerah yang berpartisipasi antara lain, Kabupaten Semarang sebagai tuan rumah,
Kota Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Magelang sebagai pendukung acara
tersebut.

 

Dalam
acara pembukaan, Alwi Mashuri selaku Direktur Eksekutif memberikan sambutan,
yang diikuti sambutan Kepala Desa Getasan, PDM Kabupaten Semarang, dan diakhiri
dengan pengajian oleh Kyai Lanang dari Temanggung.

 

Disela
seremonial itu, Lazismu Jateng memberikan bantuan pada 50 siswa sekolah di kampung
itu berupa paket peralatan sekolah (School
Kit
) dan diberikan secara simbolis kepada 5 siswa yang hadir. Dalam kesempatan
itu juga dibagikan 150 paket sembako yang berasal dari iuran bersama beberapa
daerah yang berpartisipasi.

 

Dalam
sambutannya, Alwi Mashuri menyampaikan, tentang nilai manfaat zakat, infak dan
sedekah. Hasil penghimpunannya untuk program pemberdayaan masyarakat berbasis
kegiatan sosial-keagamaan dapat diwujudkan. Di Getasan misalnya, Lazismu
menyalurkan manfaat ibadah kurban untuk syiar dakwah. Alwi menilai, dengan
melibatkan banyak pihak yang berkepentingan ada hikmah untuk menguatkan
solidaritas sosial.

 

Lazismu
Kota Semarang yang mendukung acara ini berkontribusi dengan menyerahkan 2 ekor
sapi yang diperoleh dari KL RS. Roemani dan KL PCM Ngaliyan Kota Semarang. Ketua
PDM Kota Semarang yang juga Pembina Lazismu, Yusuf Hidayat menyampaikan, pesan kebersamaan
akan menumbuhkan kekuatan baru dan semangat dakwah yang baru.

 

“Hal
ini penting untuk melaksanakan dakwah sehingga menjangkau daerah yang jauh agar
permasalahan sosial masyarakat bisa terpecahkan,” katanya. Ke depan harus
dikembangkan lebih besar lagi melibatkan semua lembaga di internal organisasi dakwah
pencerahan agar tidak getas (rapuh), sambung
Yusuf.

 

Begitu
pun dengan peran RS. Roemani yang melaksanakan bakti sosial pengobatan
cuma-cuma untuk masyarakat Getasan di hari miladnya. Sebanyak 100 paket obat
disediakan dengan menerjunkan 2 orang dokter, apoteker dan paramedis yang
diperkuat dengan satu tenaga dokter dari Lazismu.

 

Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang, Dr. Saerozi menyampaikan terima kasih
kepada Lazismu Jateng dan segenap daerah yang terlibat. Dirinya berusaha
mengembangkan dakwah melalui cabang Muhammadiyah yang dibentuk di setiap
kecamatan termasuk Getasan yang belum lama berdiri.

 

“Permasalahan
sosial di masyarakat bisa ditangkap oleh semua komponen persyarikatan di
tingkat cabang dan bisa diselesaikan dengan kerjasama semua unsur persyarikatan
jika saling melengkapi untuk sama-sama kerja dalam dakwah sosial,” terangnya.

 

Ada
seratusan lebih warga yang hadir dalam acara ini yang antusias mengikuti sajian
rohani Kyai Lanang dari Temanggung digelar selama hampir dua jam. Bersamaan itu
juga dilayani pengobatan yang tempatnya bersebelahan dengan lokasi pengajian. Selesai
pengajian jamaah pulang membawa bingkisan berupa paket sembako.

 

Ada
satu hal menarik saat sebelum pengajian dimulai, ada warga dari kampong lain
yang ingin mengikuti pengajian. “Silakan saja semua warga boleh mengikuti,
cerita Indera selaku kordinator lapangan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah,
Getasan.

 

Dari
dua ekor sapi yang disembelih, Lazismu menghasilkan 260 paket daging segar, masing-masing
paket berisi ¾ kg daging ditambah jeroan dan tulang yang diberikan langsung kepada
penerima manfaat. Semua dibagikan secara merata, semua mendapat bagian,
demikian kata Indra. (cs)

Tag :
Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross