

GUNUNGKIDUL - Pada hari Kamis (22/10), Lazismu Gunungkidul kembali melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah warga Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Lazismu membangunkan rumah untuk Teguh Wiyono, buruh bangunan berusia 51 tahun. Sebelumnya ia menempati rumah yang masih terbuat dari GRC. Satu pekan sebelumnya, Lazismu Gunungkidul baru saja menyelesaikan pembangunan rumah untuk Fajar, Pegawai TU MI Muhammadiyah di Gunungkidul.
Istri Teguh, Nur Wiyasih (48) menderita penyakit pengapuran sendi sehingga tidak bisa berjalan dan harus menggunakan alat bantu kursi roda, sekaligus darah tinggi dan stroke ringan. Pasutri ini memiliki 1 putri bernama Zhidny Mufida, guru PAUD Terpadu Aisyiyah Nur Sa’adah. Zhidny menikah dengan Ahmad Riyadi, driver mobil Ambulan Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul dan dikaruniai 1 orang putra. Teguh tinggal bersama istri, anak, menantu, dan satu cucunya.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh ketua PDM Gunungkidul, Drs. H. Sadmonodadi, MA didampingi oleh Kepala Dukuh, Murwanto, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gunungkidul, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Gunungkidul, dan pengurus masjid setempat.
Sadmonodadi dalam sambutannya menyebut bahwa Lazismu memiliki tujuan untuk mendekatkan antara donatur, orang yang memiliki kelebihan harta dengan warga atau dhuafa yang kurang mampu. “Maka Lazismu melakukan bedah rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi Pak Teguh dan keluarga,” ujarnya.
Pembangunan ini didukung oleh PRM, masjid setempat, dan relawan dari Muhammadiyah seperti MDMC dan KOKAM serta warga masyarakat sekitar. Diperkirakan pembangunan akan selesai lebih dari satu bulan.
Wahyudiyono, Ketua Lazismu Gunungkidul menyebut bahwa luas rumah yang akan dibangun adalah 6 x 6 m sesuai dengan SOP Lazismu dengan anggaran Rp 25.000.000,- “Semoga donatur yang mempercayakan donasinya lewat Lazismu senantiasa mendapatkan balasan pahala yang berlipat,” jelasnya melalui saluran telepon.
Menurutnya, penerima manfaat merasa sangat terbantu, mengingat beberapa waktu sebelumnya penerima manfaat sudah mengajukan ke pemerintah desa setempat, namun belum di respon sampai Lazismu hadir saat ini.
“Kita bangun rumah baru di sebelah rumah yang lama. Karena kebetulan masih ada lahan kosong. Kalau mau bongkar yang lama nanti mau tinggal dimana? Apalagi sekarang sudah musim hujan,” tutupnya. (Yusuf)

