Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Donatur, Ini Jurusnya

Ditulis oleh
Lazismu Pusat
Ditulis pada
5 Mei 2025
Kategori :

Bandung - LAZISMU.
Dalam hal menjaga kepercayaan (trust),
peran lembaga amil zakat menjadi penting dalam optimalisasi layanan pada
donatur. Dengan menjaga kepercayaan, program-program yang berbasis data bisa
dimonetisasi dengan mudah.

Co-Founder dan Program Director Peace Generation, Irfan Amali tentang hal ini berbagi pengalamannya dalam memupuk kepercayaan muzaki terhadap lembaga zakat. Pendekatan layanan ini merupakan strategi lembaga zakat dalam meraup penghimpunan dana lebih banyak lagi.

 

"Sekali
trust itu hilang, orang tidak mau
menitipkan uangnya lagi," ujarnya saat menyampaikan materi di Amil Camp Lazismu
II 2019, Kamis (24/10/2019).

 

Dia
melanjutkan, apalagi di zaman yang serba imaterial di mana nilai suatu lembaga
bukan diukur dari banyaknya aset namun dari kepercayaan yang dibangun dan
dimiliki oleh masyarakat. Kepercayaan dapat dibangun melalui banyak hal seperti
salah satunya melalui digital marketing. Menurutnya, hal ini bentuk membangun
kepercayaan dengan donatur.

 

Kepercayaan
bisa dibangun dalam hal pengelolaan dana. Irfan menjelaskan, porsi penyakuran
donasi lebih banyak dikeluarkan dalam hal operasional dari pada programnya.
Menurutnya, seharusnya porsi dana untuk program lebih banyak daripada porsi
operasional.

 

"Contohnya
100 ribu yang dititipkan di suatu lembaga lebih dari 50% digunakan untuk gaji,
yang sehat itu 30% ke bawah. Hal ini menurunkan trust dari masyarakat," imbuhnya.

 

Selain
itu, trust bisa dilihat dari Social Return Of Investment (SROI). Itu
merupakan rumus untuk menghitung kesesuaian produktivitas dengan uang yang
dikelola. Kemudian ada pula aturan seperti Standart
Operational Prosedur
(SOP), Key
Performance Index
(KPI) yang berguna untuk menilai kinerja SDM yang
dampaknya akan menyehatkan kinerja SDM.

 

Menurutnya,
jika tidak ada KPI, kinerja karyawannya juga bisa berantakan, ini akan dinilai
oleh donatur. Tidak lupa operasional juga perlu dimatangkan. "Reverse to change execution, programnya
bagus tapi inplementasi dan operasinya acak-acakan itu juga perlu
diperhatikan," jelasnya.

 

Dari
sisi finansial juga perlu diaudit kesehatan keuangannya, kerapihan laporan,
ketepatan penyerahan laporan. Dari sisi kualitas SDM, menurutnya perlu ditingkatkan
dari sisi wawasannya. (arsy)

 
 

Tag :
Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross