

BANJAR - Suasana hangat terasa di Desa Sungai Besar, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, saat para lansia berkumpul dalam kegiatan Taman Lansia 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sungai Besar. Selama empat hari, pada Selasa-Jumat (10–13/3/2026), ruang-ruang kebersamaan itu diisi dengan doa, tawa, serta semangat untuk tetap belajar dan bertumbuh di usia senja.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, para peserta lansia mengikuti rangkaian kegiatan di Desa Sungai Besar. Mereka datang tidak hanya untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang jarang mereka temui dalam keseharian.
Kegiatan ini turut dihadiri Edi Rukman (Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar), Mudani (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sungai Besar), serta perwakilan dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. Pemerintah Desa Sungai Besar juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Selama pelaksanaan, para lansia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi keagamaan, edukasi kesehatan, hingga pembagian takjil dan buka puasa bersama. Tidak hanya itu, pembagian sembako juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi para peserta.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Para lansia juga diajak untuk tetap aktif dan produktif sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Bagi mereka, Taman Lansia bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan. Dalam kebersamaan itu, terjalin kehangatan yang menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.
Ketua PCA Sungai Besar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi dalam menghadirkan ruang pembinaan bagi para lansia, khususnya di bulan Ramadan.
“Kami ingin para lansia tidak hanya tetap aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga semakin kuat secara spiritual serta memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan aktivitas yang produktif sesuai dengan usia mereka,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ayahanda Edi Rukman. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok lansia di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para lansia, khususnya dalam memberikan penguatan spiritual di bulan Ramadan sekaligus menambah wawasan mengenai kesehatan dan aktivitas yang tetap produktif di usia lanjut,” katanya.
Melalui Taman Lansia Ramadan ini, para peserta diharapkan dapat menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat, bermakna, dan bahagia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan kepedulian terhadap lansia adalah bagian penting dari membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
Di Sungai Besar, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang ibadah personal. Ia juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan menguatkan mereka yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan panjang kehidupan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banjar]

