

Jakarta – LAZISMU. Setelah menyalurkan bantuan sebesar Rp 113 miliar dalam penanganan Covid-19, dengan menjangkau penerima manfaat sejumlah 2.215.809 juta jiwa di seluruh Indonesia. Selanjutnya, dalam waktu dekat MCCC bersama Lazismu akan mencanangkan program jangka pendek dengan membagikan sembako nasional.
Dalam
keterangannya secara online, Ketua MCCC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Samsudin, mengatakan,
saat ini penyaluran paket sembako sudah mencapai 223.705 dari nilai donasi
sebesar Rp 18 miliar.
Lebih
rinci dapat digambarkan bahwa penyebaran paket sembako meliputi beberapa daerah
seperti di Pulau Sumatera yakni Aceh sebanyak 100 paket, Riau 1.692 paket,
Sumatera Barat 1.463 paket, Sumatera Selatan 5.370 paket, Bengkulu 1.000 paket,
Lampung 7.362 paket. Sementara di pulau Jawa, DKI Jakarta telah menyalurkan 500
paket, Banten 3.993 paket, Jawa Barat 5.076 paket, Jawa Tengah 52.219 paket,
D.I Yogyakarta 12.674 paket, Jawa timur 105.632 paket, Bali 279 paket.
Daerah
Kalimantan Tengah sebanyak 3.806 paket, Kalimantan Utara 628 paket, Kalimantan
barat 200 paket, Kalimantan Timur 2.410 paket. Selanjutnya Sulawesi dan Papua
Barat masing-masing 4.145 paket dan 450 paket. Agus menambahkan, program jangka
pendek ini akan terus dilakukan sebab dampak dari Covid-19 ini belum bisa
diterka kapan akan berakhir.
Dia
menilai, program jangka pendek ini merupakan hal yang sangat penting dan harus
dilakukan bersama. “Karena efek dari Covid ini apakah akan bisa 3 bulan atau 6
bulan itu akan tergantung pada tindakan kita bersama, seluruh masyarakat yang
ada di Indonesia,” tuturnya.
MCCC
menargerkan dapat menyalurkan 1 juta paket sembako kepada seluruh masyarakat
Indonesia. Adapun target tersebut akan dibagi menjadi dua periode sebelum
lebaran dan setelah lebaran hingga akhir tahun. Dalam program jangka pendek
ini, berbagai barang di dalam paket sembako tersebut, berasal dari usaha mikro
milik warga yang dibeli oleh Lazismu.
Di
samping menyiarkan semangat solidaritas sosial, Agus menambahkan, spirit ini
mendorong warga untuk mengutamakan pembelian berbagai hasil usaha berbasis
rumahan atau usaha mikro dan menengah yang dikelola oleh sesama kerabat, teman,
dan entitas warga sekitarnya.
“Paket
sembako ini sesuatu yang bersifat sementara dan ini perlu langkah-langkah yang
lebih besar lagi supaya kita ada ketahanan pangan yang lebih lama,” jelasnya.
Sedangkan
program jangka panjangnya, MCCC dan Lazismu melakukan pemberdayaan jejaring,
dan pendampingan ekonomi baik antara pemerintah-pelaku usaha hingga bersinergi
dengan lembaga filantropi dan kemanusiaan lainnya.
“Pemberdayaannya
bisa berupa pendampingan usaha, bantuan modal hingga distribusi hasil produksi
termasuk di dalamnya sarana membuka fasilitas akses ke pasar,” tandasnya.
Karena
itu, selain melibatkan amal usaha dan jamaah Muhammadiyah dan warga di tingkat
ranting, MCCC terus memberikan spirit organisatoris agar pimpinan Muhammadiyah
di tingkat ranting segera membentuk MCCC di tingkatannya masing-masing serta
merapikan yang sudah ada sekaligus memastikan agenda percepatan program-program
tersebut untuk segera berjalan.
Dengan
demikian, perlu adanya bantuan dan peran aktif dari para masyarakat Indonesia
yang mampu menyisihkan hartanya untuk mendukung program ini. Pihaknya juga
menghaturkan terimakasi kepada seluruh masyarakat Indoenesia yang telah
berpartisipasi dalam berdonasi yang disalurkan melalui Lazismu.
“Untuk
para donatur kita ingin mengucapakan terimakasih. Seluruh partisipasi bapak dan
ibu bisa disalurkan melalui Lazismu dengan nomor rekening yang tertera,”
pungkasnya. (ars)

