

Jakarta – LAZISMU. Lembaga amil zakat nasional, yakni Lazismu Pusat, pada 2 April 2020, mengeluarkan laporannya berkenaan dengan program penanganan Covid-19 yang telah terealisasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang berbahaya ini. Hal ini didasaRi pada latar belakang peran aktif Lazismu dalam penanggulangannya yang bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) melakukan respons selama masa tanggap darurat.
Ketua
Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief, menyampaikan, bahwa Lazismu sebagai
bagian dari gerakan filantropi di bawah naungan Muhammadiyah mengapresiasi
langkah-langkah pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terhadap wabah corona
yang telah menjadi pandemi.
Hilman
mengatakan, peran keterlibatan Lazismu diwujudkan dalam bentuk program Nasional
bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bernama Muhammadiyah Covid-19 Command
Center (MCCC). “Pusat informasi MCCC bahkan merilis 20 rumah sakit Muhammadiyah
yang dijadikan rujukan dalam penanggulangan wabah corona,” kata Hilman.
Di
samping itu, melalui kesempatan ini, kami sampaikan bahwa Lazismu telah
menyalurkan bantuan untuk penanggulangan Covid-19 dengan nilai sebesar Rp 5,5
Milyar yang diserahkan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP
Muhammadiyah yang selanjutnya diserahkan kepada MCCC di Kantor PP Muhammadiyah,
Yogyakarta, pada 23Meret 2020.
Ketua
Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief mengungkapkan, bantuan itu digunakan untuk
berbagai pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, memfasilitasi kebutuhan
bangsal atau ruangan di rumah sakit yang membutuhkan dana tidak sedikit. “Pada
kesempatan ini juga Lazismu memberikan bantuan tambahan sebagai penyemangat
bagi para tim medis yang yang telah bekerja di garis terdepan siang dan malam,”
jelasnya.
Lazismu
bergerak tidak sendiri, dalam penanggulangan wabah Covid-19, secara umum
melibatkan banyak pihak, sambung Hilman, di antaranya MCCC dan BNPB, serta
majelis dan lembaga, ortom dan amal usaha di Muhammadiyah, termasuk dengan
komunitas masyarakat sipil lainnya dan komunitas profesional seperti perusahaan
dan media massa.
Menurut Hilman, ada banyak faktor yang menggerakkan Lazismu untuk turut andil dalam penanggulangan wabah corona untuk berpartisipasi membantu peran pemerintah, antara lain: 1). Keberadan Lazismu yang hampir merata ada di jaringan Muhammadiyah seluruh Indonesia , 2). Derasnya arus informasi tentang gejala dan penyebarannya yang tak terbendung, 3). Faktor Lazismu sendiri sebagai lembaga amil zakat nasional (filantropi Islam) yang secara resmi dapat melakukan penggalangan dana seperti lembaga amil zakat lainnya

Realisasi
Program Penanganan Covid-19
Maka
perlu disampaikan kembali bahwa realisasi keterlibatan Lazismu dalam
penanggulangan Covid-19, berlangsung dalam berbagai pendekatan kegiatan,
sinergi penggalangan dana (fundraising), kampanye sosial (social campaign) dan penyaluran nilai manfaat dana tersebut kepada
yang berhak menerimanya.
Berikut
realisasi aktivitas Lazismu, antara lain, penggalangan dana yang diperoleh Lazismu
secara nasional, diperoleh dana sebesar Rp 2.848.355.861. Dana itu diperoleh
dari Lazismu Pusat, Naggroe Aceh Darusalam, Sumatera Barat, Riau, Kepuluan
Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI
Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Dalam
kesempatan berbeda, dana itu bertambah yang diperoleh dari kemitraan strategis Lazismu bersama
perusahaan seperti Wardah, Alfamart, Alfamidi, dan Kelola Mina Laut serta penggalangan dana secara online (crowdfunding).
Diinformasikan
bahwa, sampai dengan 31 Maret 2020, penyalurannya ditahap pertama ini untuk
penerima manfaat sebesar Rp 6.128.211.405. Rincian pemanfaatannya antara lain
diperuntukkan bagi penyempotan disinfektan sebanyak 9.991 yang terdiri untuk
1.352 sekolah, 2.373 tempat ibadah, 1219 perkantoran, 140 panti asuhan, dan
4.407 rumah warga.
Dalam
bentuk yang lain, Hilman menyampaikan bahwa penyaluran juga dimanfaatkan untuk
pembelian APD (baju pelindung) sebanyak 31.303, hand sanitizer sebanyak 173.156
liter dan paket bantuan keluarga terdampak sebesar 31.125.
Bantuan
lainnya yang disinergikan Lazismu adalah pembuatan makanan siap saji dan
pembuatan alat pelindung diri (APD). Dalam kegiatan ini Lazismu menggandeng
Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam pemberdayaan dana
zakat bagi penerima manfaat yaitu penyandang disabilitas untuk keterampilan
menjahit APD.
Bersamaan
dengan itu, Lazismu juga melaksanakan program tanggap bencana bersama Lembaga
Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah dalam menyiapkan aktivasi relawan
dan logistik.
Oleh
karena itu, Lazismu mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebarnya kepada
donator, muzaki dan para pemangku kepentingan (stake holders) yang secara
bersama-sama berkolaborasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona
ini. Hilman menambahkan, pendekatan preventif penting juga dilakukan mengingat
ramadhan semakin dekat, dan Lazismu akan mempersiapkan bantuan berikutnya.
Sebagai
upaya meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat, melalui tagline
#BersatuHadangCorona Lazismu berkolaborasi dengan elemen internal Muhammadiyah
melalui jejaring sosial online agar masifikasi informasi respons tanggap
darurat ini benar-benar sampai ke khalayak.
Di samping itu juga melibatkan media massa dan komunitas media online. (na)

