

Banjarmasin – LAZISMU. Afifah Humairo usianya 5 tahun. Di masa tumbuh
kembangnya, Afifah mengidap Kanker Sel Darah Putih hasil diagnose dokter
spesialis anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Andi Abdurrahman Noor,
Tanah Bumbu, Banjarmasin. Afifah sedang menjalani kemoterapi, namun membutuhkan
biaya transportasi dan akomodasi meski pasien rawat jalan menggunakan BPJS.
Ayah Afifah, sehari-hari bekerja sebagai buruh di sebuah toko di Simpang Empat, Batulicin. Ia tak mampu membiayai berobat anaknya. Untuk makan sehari-hari saja susah. Ayah dua anak ini tetap tabah dan semangat mengantar anaknya berobat.
Baru-baru ini Lazismu Tanah Bumbu, terhubung dengan orang tuanya Afifah ketika di RSUD. Lazismu menggali informasi atas kondisi Afifah dari ayahnya agar dapat memperoleh bantuan dari para donatur, kata Kusuma Danubrata selaku Ketua Development Program Lazismu Tanah Bumbu (9/10/2019). Ketua Lazismu Tanah Bumbu, Ahmad Hamidi, langsung menyalurkan bantuan sebesar Rp 2 juta untuk kebutuhan selama kemoterapi yang pertama setelah pasien pulang dari perawatan.

Kusuma
mengatakan, selain bantuan kepada Afifah untuk tahap berikutnya, bantuan lain
juga diserahkan kepada penerima manfaat untuk pengobatan katarak, dan bantuan
persalinan. Lazismu juga sedang
mengembangkan suatu sistem pembiayaan kesehatan mandiri berbasis syariah dengan
pilot project di Desa Teluk Kepayang,
Kecamatan Kusam Hulu melalui program Natasa (Dana Talangan Desa).
Lalu
Ahmad Hamidi merinci kembali bahwa jika donatur semakin kuat kepercayaannya,
maka dapat menitipkan sebagian rezekinya di Lazismu lewat program Natasa.
Tujuannya agar warga di Tanah Bumbu terbantu dengan kehadiran Lazismu, paparnya.
Di
kesempatan berbeda, Lazismu Tanah Bumbu juga rutin mengadakan kegiatan
"Mobile Clinic" setiap akhir pekan, khususnya hari Ahad, di desa-desa terpencil, dengan turun ke kampung
memfasilitasi ibu hamil dengan kegiatan USG dan pemeriksaan KIR Mata gratis.
Kegiatan ini juga terinspirasi dari 13 rekomendasi hasil muktamar Muhammadiyah
dan SDG’s. Acara berlangsung pada pekan pertama Oktober di Desa Sumber Baru,
Angsana. (na)

