

Seram – LAZISMU. Gempa berkekuatan
6.8 SR yang mengguncang Ambon, pada 26 September 2019, berdampak pada kerusakan
rumah warga dan lebih dari 25 ribu warga mengungsi. Salah satu daerah terdampak
dari gempa Ambon adalah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Lebih dari 10.000
jiwa di kabupaten Seram masih mengungsi.
Sebagian
warga trauma terhadap gempa yang sampai saat ini masih mengguncang kepulauan Maluku.
Berdasarkan pantauan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia
di Pulau Seram Bagian Barat, warga mengalami takut karena adanya isu tsunami. Sementara
itu, pengungsian di beberapa titik di dataran tinggi SBB.
Doni Halim Mutiasa, Tim Asistensi
MDMC Indonesia,
melaporkan (1/10/2019),
di antara sebaran titik pengungsi, SMA Muhamadiyah Dusun Kelapa Dua, desa Kairatu,
SBB menjadi salah satu titik Pos Pelayanan MDMC di provinsi Maluku. Di pos
pelayanan MDMC Kelapa Dua, total pengungsi sekitar 379 KK atau kurang lebihnya 1.500
jiwa.
“Warga
mendirikan tenda di sekitar SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, denga fasilitas
seadanya,” kata Doni. Sanitasi belum tertata dengan baik, kebutuhan air bersih
belum mencukupi dan warga mulai terserang beberapa jenis penyakit, sambungnya.
.jpeg?access_token=20bec391-299a-4fbc-8c73-18689ba90637)
MDMC
maluku didampingi tim media dari Rumah Sakit (RS) PKU Gombong, Jawa Tengah, dan
Tim Relawan dari Kudus melakukan pendampingan pengungsi dengan program layanan
kesehatan, logistik, penataan shelter, dan dukungan psikososial. Doni merinci,
relawan dari Kudus yang diterjunkan sebanyak 4 orang, tim kesehatan dari RS PKU
Gombong sebanyak 3 orang (1 dokter, 2 perawat) dan relawan lokal SBB.
Dari
lokasi Doni mengabarkan, MDMC Indonesia masih dalam tahap berkoordinasi dengan
pihak-pihak pemangku kepentingan di SBB. Di sana ada posko induk Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Maluku dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Seram.
Sejauh ini MDMC Indonesia belum melakukan assessment, masih tahap koordinasi.
Pos
Layanan MDMC Indonesia di Dusun Kelapa Dua, langsung di bawah koordinasi Bapak Kepala
Sekolah SMA Muhammadiyah Kelapa Dua. Sampai saat ini, PDM SBB turut turun
bersama dan mendukung penuh keberadaan pos layanan. PDM sendiri hampir setiap
hari mendampingi kegiatan di pos layanan tersebut, tutup Doni. (na)

