

Pekalongan – LAZISMU.
Peningkatkan pemberian beasiswa kepada peserta didik adalah satu dari sekian
cara bagaimana investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan berjalan. Lazimnya
negera-negara di dunia, Indonesia termasuk negara yang memberikan perhatian
penuh pada ilmu pengetahuan. Beasiswa dari pemerintah maupun sektor swasta menganggarkan
beasiswa pendidikan untuk membiayai kebutuhan peraih beasiswa.
Dalam gerakan filantropi Islam, yang termanifestasi di lembaga amil zakat nasional, beasiswa disalurkan sebagai bentuk penstasarufan. Lazismu Kota Pekalongan, Senin kemarin, melakukan pentasarufan zakat kepada 100 pelajar yang terdiri dari SD, SMP, MTs dan SMK (23/9/2019).
Penyerahan
beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Pekalongan,
Pasrum Affandi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Hadir dalam acara
itu sejumlah pengurus PDM, Hasan Bisri, Ketua Majelis Dikdasmen PDM, Suparto
dan Manajer Program Lazismu, Sugeng Sutikno.
Ketua
PDM Pekalongan, Pasrum Affandi, mengatakan, dalam pentasarufan beasiswa kali
ini, ada peningkatan baik dari jumlah siswa penerima maupun nominal yang diberikan.
Bagi siswa SD beasiswa yang diterima sebesar Rp 500 ribu per anak, siswa SMP
dan MTs sebesar Rp 800 ribu per anak dan siswa SMK sebesar Rp1,3 juta per anak.
“Harapannya
beasiswa yang diperoleh siswa dapat membantu para siswa yang kurang mampu.
Paling tidak dapat menggantikan biaya SPP. Selama ini, meski ada dana BOS dari
sekolah, namun tetap tak menghilangkan substansinya, intinya beban mereka akan
semakin ringan,” ucapnya.
Dalam
keterangannya, Manajer Program Lazismu, Sugeng Sutikno, menyampaikan awalnya
target yang diprogramkan ada 100 peserta didik, dalam pelaksanaannya yang
ditasarufkan bagi penerima mencampai 94 peserta didik.
“Siswa
yang menerima beasiswa, mereka yang sudah terverifikasi melalui bukti dokumen
pendukung sebagai penerima beasiswa mentari atau penerima beasiswa pendidikan dasar.
Hal itu dibuktikan dengan KK yang dinilai dari kelaurga miskin (duafa),” paparnya.
Bagi
PDM, meski ada penambahan jumlah dan kenaikan nilai, di sisi lain beberapa
sekolah tidak dapat memenuhi jumlah penerima sebanyak sepuluh orang.
Selanjutnya akan dievaluasi apakah sasarannya memang sudah berkurang atau ada faktor
lain.
Lazismu
Kota Pekalongan, merilis, ada 8 sekolah yang menerima beasiswa mentari antara
lain, SD Muhammadiyah 02 Noyontaan, SD Muhammadiyah 01 Kuripan Kidul, SD
Muhammadiyah 01 Kandang Panjang, SD Muhammadiyah 01 Kramatsari, SD Aisyiyah
Qurrota Ayun, SMP Muhammadiyah Kota Pekalongan, MTs Muhammadiyah Kota Pekalongan
dan SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan. Berdasarkan keterangan itu, Lazismu
memperkirakan total beasiswa yang ditasarufkan sebesar Rp 77 juta. (na)

