

Jakarta – LAZISMU.
Kawasan pemukiman padat di bilangan Papanggo yang bersebelahan di Jalan Raya RE.
Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara kedatangan kelompok anak-anak muda yang
dibawa oleh Francisca Ratri, yakni komunitas Main Ke Museum.
Kehadiran
komunitas Main Ke Museum tidak sendiri di lokasi padat penduduk itu yang
berdekatan dengan taman BMW. Franciska bersama kawan-kawannya dari Karawang dan
Semarang berkolaborasi dengan Lazismu menyemarakkan program Ramadhan
Mencerahkan bersama anak-anak Rumah Belajar Kebon Bayam.
Anak-anak
itu menyambut di Rumah Belajar Kebon Bayam yang diasuh Bapak Paul. Aula
sederhana milik warga RT 10 RW 08, menjadi tempat kami semua berkumpul untuk
belajar sambil bermain hingga jelang buka puasa bersama-sama.
Kaka
Feri memandu anak-anak untuk berkreasi menggunakan Clay yang terbuat dari
tepung Maezena membentuk karakter sesuai yang diinginkan, seperti bentuk cabai,
pisang, dan bentuk lainnya.
Selepas
bermain karakter bentuk dengan Clay, Kakak Cahyo menambah suasana semakin
gembira. Puluhan angklung menemani anak-anak Rumah Belajar Kebon Bayam untuk
belajar bermain nada. Kakak Cahyo dengan sabar dan gembira membawakan lagu
bersama dengan angklung diikuti lantunan anak-anak bernyanyi lagu Tayo dan lagu
anak-anak.
Pengasuh
Rumah Belajar Kebon Bayam, Bapak Paul turut bahagia. Anak-anak asuhnya yang
mayoritas dari kalangan keluarga duafa terhibur hingga jelang buka puasa. “Saya
selaku pengasuh mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan komunitas Main Ke
Museum atas bantuannya memberikan doorprize, paket Al-Qur’an dan kaos serta
takjil untuk buka puasa bersama.
Franciska dari Komunitas Main Ke Museum mengatakan, ini sudah tahun yang ketiga komunitas kami melaksanakan acara seperti ini. “Kali ini bersama Lazismu untuk kolaborasi memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang terpinggirkan di Jakarta,” katanya.
Kami
bersama kawan-kawan sangat bahagia. “Melihat adik-adik Rumah Belajar Kebon
Bayam bergembira semua menikmati ramadhan,” pungkasnya.
Hal
senada dikatakan Nazhori Author selaku PR Manager Lazismu, pihaknya sangat
berterima kasih dengan Komunitas Main Ke Museum. Lazismu ingin Ramadhan kali
ini mencerahkan bagi siapa saja. “Mencerahkan untuk mereka-mereka yang terlibat
untuk berbagi terhadap sesama,” tuturnya.
Lokasi
ini tepat sasaran untuk para penerima manfaat program Ramadhan Lazismu. Meski
berada di Utara Jakarta, kata Author, kondisinya begitu memperihatinkan. Apalagi
dekat dari lintasan kereta api, dengan kondisi rumah yang padat dan saling
berdekatan.
Adik-adik
di sini harus bergembira. “Meski impitan ekonomi begitu kuat dirasakan, semangat
belajar adik-adik di sini begitu kuat untuk maju,” paparnya. (nazhori Author).

