

Parepare – LAZISMU. Ramadhan 1440 H sudah diambang waktu,
bulan penuh berkah, ampunan dan ajang memaksimalkan kualitas kebajikan kepada
sesama. Bagi Lazismu Ramadhan merupakan waktu yang memiliki banyak dampak sosial.
Karena
itu, Lazismu menggelar Workshop Filantropi Cilik. Workshop ini dimaksudkan
untuk memaksimalkan potensi penghimpunan donasi infak sedekah dengan segmen para
siswa yang ada disekolah SD dan SMP se-kota Parepare.
Tema workshop
merupakan turunan dari tema Ramadhan Mencerahkan, yakni Membangun Karakter
Kedermawanan Peserta Didik di Sekolah untuk Parepare yang Berkemajuan.
Menghadirkan peserta dari kepala Sekolah SD dan SMP sebanyak 140 serta para
pembina Majelis Anak Saleh yang juga didampingi guru agama masing-masing.
Walikota
Parepare yang diwakili Hj Aminah Amin selaku Asisten satu mengapresiasi kinerja
Lazismu. Lazismu berkontribusi untuk bangsa termasuk pemerintah Kota Parepare,”
katanya saat membuka acara tersebut.
Gerakan
Filantropi Cilik pada prinsipnya membiasakan peserta didik untuk menolong
sesama dengan cara menyisihkan uang recehnya dari sisa uang jajan.
Dilihat
secara sekilas koin ini remeh, tapi jika dihimpun akan menjadi gerakan masif di
semua sekolah. “Pasti banyak sekali manfaat yang bisa dilakukan seperti
beasiswa tidak mampu, seragam sekolah untuk yatim dan duafa,” katanya.
Ini sudah dibuktikan oleh Lazismu. Perlu didukung oleh masing-masing sekolah. Semua pihak harus proaktif dan bersinergi dengan Lazismu dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kota Parepare, ungkapnya. Dewan
Pengawas Lazismu Parepare, Syarifuddin Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan
pentingnya berkolaborasi serta bersinergi dengan semua komponen umat dalam
menggerakkan potensi zakat infak dan sedekah.
Secara
nasional kita punya potensi zakat yang luar biasa termasuk di kota Parepare,
sayang potensi ini belum terealisasi secara maksimal. “Melalui workshop ini Lazismu
mengundang para kepala sekolah dan para pendidik agama islam untuk menggerakkan
Filantropi Cilik di masing-masing sekolah sekaligus salah satu upaya pembiasaan
berdonasi sejak dini,” katanya.
Ketua
Lazismu Parepare, Erna Rasyid Taufan mengungkapkan gerakan filantropi cilik harus
menjadi program Majelis Anak Saleh yang ada di sekolah, selain literasi baca Al-Quran,
salat duha, berdoa sebelum belajar.
“Satu yang
tidak boleh dilupakan membiasakan kepada anak sekolah bersedekah sejak
dini sehingga menjadi karakter mulia,
menjadi dermawan, peduli dan suka menolong kelak,” paparnya.
Turut
hadir dalam workshop para ahli di bidang masing-masing yakni: Dr H.Mahsyar
Idris,M.Ag (Ketua Dewan Syariah Lazismu Parepare/Direktur PPs IAIN
Parepare).Dr.M.Nasri Hamang,M Ag yang digelari Doktor Zakat karena disertasinya
tentang Zakat.Dra Hj Sri Eny Ludfiah,M.Pd (Kepala SMP N 2 Unggulan Parepare)
yang juga mitra Lazismu. Dan H Muh Dahlan,S.Pd,M.Pd ( Sekretaris Majelis Anak
Saleh dan juga ketua Asosiasi Pendidikan Guru Agama Islam Indonesia AGPAII kota
Parepare.
Di sesi akhir,
dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama antara Lazismu, Majelis Anak Saleh
dan Asosiasi Pendidikan Guru agama Islam kota Parepare dalam melakukan gerakan
Fikantropi Cilik menghimpun zakat, infak, dan sedekah di sekolah-sekolah. (sa)

