

Jakarta – LAZISMU.
Lembaga amil zakat nasional persyarikatan Muhammadiyah DKI Jakarta dalam hal
ini Lazismu menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Balairung,
Matraman, Jakarta. Rakerwil diikuti oleh Lazismu se-DKI baik di tingkat
pimpinan daerah, cabang dan ranting maupun di lingkungan amal usaha
Muhammadiyah.
Rakerwil
berlangsung pada 29 – 30 Maret 2019, dengan materi bahasan terkait fikih zakat,
manajemen kelembagaan dan program, serta strategi fundraising. Manager Regional
Lazismu DKI Jakarta, Budi Fajrin mengatakan perhelatan ini merupakan amanah Lazismu
Pusat.
Melalui
Rakerwil ini, lanjut Budi sebagai ajang konsolidasi, koordinasi dan komunikasi
dengan semua unsur persyarikatan dan AUM. Selain itu, ada dua poin yang perlu
disampaikan menurutnya. “Pertama soal optimalisasi pembentukan Lazismu di
tingkat persyarikatan, kedua, dalam rangka memperkuat komunikasi dan koordinasi,”
jelasnya.
Budi
menambahkan, Lazismu harus bergerak seoptimal mungkin sehingga bagi yang sudah ada
Lazismu baik di tingkat daerah dan cabang serta AUM dengan kantor layanannya perlu
ditingkatkan kembali. “Sedangkan yang belum berdiri agar dapat terbentuk untuk program
pemberdayaan dan sosial dakwah,” terangnya.
Dalam
kesempatan itu, Ketua PWM DKI yang diwakili oleh Wakil Ketua Drs. H. Tjuandi
mengungkapkan semua yang berpartisipasi dalam persyarikatan harus mampu
melakukan tafsir terrhadap rukun Islam.
Rukun
Islam adalah ketundukan seorang muslim kepada tiang agama dan akidah. “Syahadat adalah ketundukan lisan, salat merupakan
ketundukan fisik dan tidak boleh sombong, puasa ketundukan hati dan nafsu,
zakat ketundukan kepada harta dan haji merupakan ketundukan dari rukun-rukun
Islam sebelumnya,” paparnya.
Tjuandi
menilai bahwa amil dan pengurus Lazismu dalam konteks modern ini bukanlah peminta-minta
dalam arti tekstual, melainkan seorang mujahid yang berjuang untuk pemberdayaan
umat.
Pada
kesempatan itu, Badan Pengurus Lazismu Nuryadi Widji Harjono mengatakan,
partisipasi semua unsur persyarikatan merupakan sumber potensi gerakan zakat. “Termasuk
ortom-ortom yang ada di Muhammadiyah dan mendorong gerakan zakat di tingkat
gerakan Aisyiyah,” tandasnya.
Kantor
layanan ini, lanjut Nuryadi menjadi wadah koordinasi antar unsur di
persyarikatan sehingga dapat memperkuat dakwah sosial dan pemberdayaan umat,
ungkapnya.
Di
sela-sela acara Rakerwil, Lazismu DKI menyerahkan bantuan yang disaksikan
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI untuk program Save Our School (SOS) kepada SD
Muhammadiyah 52 Bukit Duri, dan SD Muhammadiyah 16 Tanjung Lengkong, Jatingera,
Jakarta. Di samping itu, juga diberikan bantuan kepada 21 Guru dalam program
Peduli Guru. (na)

