

Indrayanto, Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam keterangannya Senin (03/01) menyebutkan, bantuan ini akan diberikan kepada warga terdampak gempa yang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat dan tidak mungkin ditinggali lagi di dua kecamatan terdampak, yaitu Pasimaranu di Pulau Bonerato dan Pasilambena di Pulau Kalaotoa. "Dari total kebutuhan 380 unit, Muhammadiyah akan membantu 250, sisanya akan difasilitasi oleh pemerintah. Total logistik untuk pembangunan hunian darurat tersebut mencapai 7,5 ton dan posisi sudah ada di Kota Benteng, Selayar," jelasnya.
Ahad (2/01) malam, Indrayanto bersama relawan Muhammadiyah lainnya bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Saiful Arif pada Ahad (02/01). Dalam pertemuan tersebut, menurut Indrayanto, Saiful Arif menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerja-kerja relawan Muhammadiyah. "Wakil Bupati berpesan, koordinasi menjadi bagian yang penting dilakukan bersama seluruh stakeholder untuk mempermudah kerja-kerja kemanusiaan, khususnya data dan prioritas bantuan agar tepat sasaran," terangnya.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Ahmad Ansar pada Senin (03/01), Indrayanto menyampaikan bahwa Muhammadiyah juga memberikan paket bantuan family kit dan akan menerjunkan personil untuk validasi data penerima manfaat bantuan dalam masa transisi ini. Bantuan family kit yang diberikan satu paket dengan hunian darurat tersebut terdiri dari 16 macam barang peralatan rumah tangga seperti peralatan masak, kelambu, selimut, sajadah, sarung, dan perlengkapan mandi berupa sabun mandi, sabun pakaian, sikat, serta pasta gigi.
Dibicarakan juga tantangan dalam distribusi bantuan yaitu transportasi yang harus melalui jalur laut. “Tantangan jalur tol laut inilah yang tentunya menjadi bahan utama diskusi bagaimana mencari solusi-solusi agar akses transportasi ini bisa efektif karena transportasi bergantung dengan cuaca di mana cuaca saat ini sedang dalam kondisi yang ekstrim,” ujarnya.
Pada pertemuan ini, Indrayanto juga menyampaikan program Muhammadiyah selama masa transisi 90 hari ke depan pasca masa tanggap darurat yang telah berakhir pada 27 Desember 2021 lalu. Ia menyebut, Ahmad Ansar juga berpesan kepada para relawan Muhammadiyah untuk beradaptasi dengan masyarakat lokal dengan beberapa etnis yang ada. "Ini menjadi catatan bagaimana nanti relawan yang ditempatkan bisa mengadaptasikan diri dengan situasi bermacam-macam etnis yang ada," tutur Indrayanto.
Dalam keterangan terpisah, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini didukung oleh Lazismu. Menurutnya, bantuan yang diberikan di Kabupaten Kepulauan Selayar ini juga berkesinambungan dengan respon yang dilakukan Muhammadiyah pada erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. "Seluruh kegiatan MDMC itu dibiayai oleh Lazismu, baik Pusat maupun Wilayah. Dana dihimpun dengan beberapa kegiatan fundraising, baik reguler maupun digital. Kegiatan ini juga berkesinambungan dengan program respon bencana yang masih berlangsung di Semeru," jelasnya.
Pembangunan hunian darurat tersebut akan dilaksanakan oleh para relawan MDMC yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta sebanyak 10 orang. Para relawan ini sudah tiba di Kabupaten Kepulauan Selayar sejak Senin (03/01). Jumlah tersebut akan ditambah tiga orang relawan MDMC Sulawesi Selatan yang akan bertugas di Pasimaranu dan Pasilambena hingga akhir Januari mendatang.
Para Relawan Muhammadiyah Sulawesi Selatan juga telah melaksanakan pendampingan psikososial berupa pembelajaran dan bermain bagi anak-anak serta pendampingan rohani berupa kegiatan keislaman seperti shalat berjamaah dan pembinaan mental spiritual kepada warga penyintas dewasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak pekan ketiga bulan Desember tahun 2021 dengan pelaksana pendampingan psikososial kepada anak-anak dari relawan Muhammadiyah Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu pendampingan rohani dilaksanakan oleh mubaligh Muhammadiyah yaitu ustadz Amirudin Bakri di Pasilambena, Pulau Kalaotoa.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

