

Ketua PCIM Sudan, Ridwan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPKH RI yang telah menggandeng Lazismu dalam penyeluran bantuan pada bidang pendidikan. Ia juga mengamanahkan kepada para penerima beasiswa agar dana yang telah disalurkan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan nasehat agar penerima beasiswa menjadi manusia yang senantiasa bermanfaat. "Semoga bisa digunakan dengan sebaik-baiknya yaitu untuk pembayaran daftar ulang kampus," ujarnya.

PF Pendidikan Sosial dan Budaya KBRI Khartoum, Musurifun Lajawa pada acara yang berlangsung Sabtu (28/05) ini memberikan apresiasi atas penyerahan beasiswa yang dilakukan oleh KL Lazismu PCIM Sudan. Menurutnya, kehadiran program beasiswa ini sangat tepat, karena dalam dua tahun terakhir hampir semua universitas di Sudan telah menghentikan proses beasiswa, termasuk beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, sementara biaya pendidikan di Sudan bertambah mahal, terlebih biaya ekonomi di sana.
"Apresiasi atas penyelenggaran beasiswa oleh Lazismu Sudan dan menjadi aksi nyata dari Lazismu Sudan kepada teman-teman yang membutuhkan. Pemberian beasiswa dari Lazismu Sudan ini sangat relevan dan tepat waktu, karena Sudan masih dalam banyak tantangan terutama dalam bidang ekonomi, dalam dua tahun terakhir ini hampir semua universitas di sudan telah menghentikan proses beasiswa termasuk beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, sementara biaya pendidikan di Sudan tambah mahal, lebih-lebih biaya ekonomi," ujar Musurifun.
Ia kemudian mengingatkan kepada penerima beasiswa agar lebih giat lagi dalam belajar dan menanamkan keyakinan agar kelak dapat ikut memberikan beasiswa juga. "Ada tiga hal yang perlu diingat bagi teman-teman penerima beasiswa. Pertama, pasti ada jalan keluar dari masalah. Kedua, beasiswa ini sebagai motivasi untuk belajar lebih giat lagi dan fokus. Ketiga, niatkan bahwa hari ini kalian menjadi penerima, dan yakinlah suatu saat nanti kalian akan memberikan beasiswa," tegasnya.
Sementara itu, Suhaji Lestiadi selaku Anggota Dewan Pengawas BPKH RI mengajak para penerima beasiswa untuk bersyukur atas beasiswa yang diberikan. Selain itu, mahasiswa diminta untuk terus mengasah keahlian semasa kuliah. "Kita perlu bersyukur karena kita bagian dari sedikit masyarakat Indonesia yang kuliah dan kita perlu sabar yaitu terus ikhtiar untuk mengatasi persoalan yang kita hadapi dengan penuh keyakinan dan harapan, serta setia menunggu hasil. Mahasiswa mampu memiliki skill untuk menyelesaikan masalah di sekitarnya, wajah dari masalah adalah solusi, karena pasti disetiap masalah apapun itu akan ada solusinya dan mahasiswa diharapkan untuk mencari pengalaman di masa kuliahnya agar nanti waktu di dunia pekerjaan tidak kaget," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas]

