

TANGSEL – Akses pendidikan bagi anak-anak yang duafa adalah kebutuhan dasar. Dalam memenuhi kebutuhan itu anak yatim dan duafa masih kesulitan terutama di biaya pendidikan. Kendala ekonomi merupakan hambatan bagaimana pendidikan bisa diakses dengan mudah.
Di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Bintaro menemukan kesulitan yang dihadapi anak-anak yatim dan duafa. Di balik Kawasan elit tersebut terungkap realitas bahwa kemiskinan ada di sekitar kita.
Untuk itu, Kantor Layanan (KL) Lazismu Bintaro pada Sabtu, (6/9/2025), menyelenggarakan acara penyerahan Beasiswa Merdeka 2025 di Aula Masjid Al-Muqorrobin, Perguruan Muhammadiyah Parung Serab, Pondok Aren. Lazismu Bintaro berkomitmen untuk terus berupaya menjadi jembatan kebaikan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Beasiswa Merdeka ini merupakan upaya kami membebaskan mereka dari tunggakan sekolah dan kebutuhan pendidikan lainnya, ujar Abdul Hofir, Ketua KL Lazismu Bintaro. Disebut Beasiswa Merdeka karena semangatnya masih selaras dengan bulan kemerdekaan RI, membebaskan generasi muda dari hambatan untuk meraih cita-cita melalui pendidikan. “Penyaluran beasiswa ini wujud nyata kepedulian Lazismu meringankan beban pendidikan bagi anak-anak yatim dan duafa di sekitar wilayah itu,” tandasnya.
Bantuan yang disalurkan seluruhnya berjumlah Rp 40 juta dan disampaikan langsung oleh KL Lazismu Bintaro kepada pihak sekolah. Acara penyerahan Beasiswa Merdeka 2025 juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Pada kesempatan itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting antara lain Kurniasih Mufidayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI; Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pondok Aren, Azas; Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bintaro, Ahmad Najib Burhani, Ketua Lazismu Tangerang Selatan, Ihwan Aulia Rahman; serta Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bintaro.
Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk dukungan dan komitmen untuk terus mendorong program-program sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ketua PRM Bintaro, Ahmad Najib Burhani, mengatakan pilihan waktu ini memiliki makna mendalam.
“Mengingat Nabi Muhammad saw. lahir sebagai seorang yatim, dan Nabi Muhammad selalu menganjurkan umatnya supaya menyayangi dan menyantuni anak yatim serta kaum duafa,” paparnya.
Sejumlah donatur turut berpartisipasi dalam bantuan beasiswa ini. Selain anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dan DPR RI, ada juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq.
Salah seorang anggota DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengatakan baru tahu di sini ada sekolah yang menjadi amal usaha Muhammadiyah. “Ternyata banyak siswa yang memerlukan bantuan. Beberapa kali saya ke Bintaro, tetapi saya lebih sering ke SMA Auliya,” ungkapnya kepada KL Lazismu Bintaro dengan antusias memberikan donasinya untuk yatim dan duafa.
Beasiswa diberikan kepada 40 siswa SD, SMP, dan SMK di bawah Perguruan Muhammadiyah Parung Serab. Adapun rinciannya, sambung Abdul Hofir, terdiri dari 7 siswa SD, 9 siswa SMP, dan 24 siswa SMK. Pemilihan siswa yang berhak menerima bantuan didasari kriteria yaitu memiliki tunggakan pembayaran sekolah, yatim tanpa orang tua asuh, dan berasal dari keluarga miskin.
Sementara itu, Ketua Lazismu Tangerang Selatan, Ihwan Aulia Rahman dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Lazismu hendaknya memberikan dampak nyata dan bisa mengatasi persoalan mendasar yang dihadapi oleh pihak yang menerima.
“Pemberian beasiswa menjadi titik awal misi mengentaskan kemiskinan di Tangerang Selatan, mudah-mudahan menyentuh akar permasalah sehingga orang-orang yang saat ini berada di posisi penerima dana pada saatnya nanti bisa menjadi muzaki,” imbuhnya.
Beasiswa Merdeka diharapkan dapat menjadi angin segar dan motivasi bagi para penerima untuk terus bersemangat menuntut ilmu tanpa perlu khawatir akan kendala finansial. Lebih dari itu, lanjut Ihwan Aulia, hendaknya persoalan mendasar yang dihadapi seperti kesulitan pekerjaan dan modal usaha dapat dibantu untuk diatasi oleh Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/KL Lazismu Bintaro]

PURWODADI – Sejak beroperasi tahun 2009, Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Depok II, Dusun Kemiri, kecamatan Toroh, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak-anak yang berkarakter.
Dalam perkembangannya, sekolah ini satu-satunya sekolah TK Aisyiyah se-Grobogan yang ruang kelasnya masih kurang layak. Secara fisik, lantai dan dindingnya belum representatif. Sebagian warna catnya sudah luntur. Atap sekolah belum menggunakan plafon. Lantainya belum menggunakan keramik.
Manager Lazismu Kabupaten Grobogan Andik Waloyo, menyatakan TK ABA tersebut membutuhkan dukungan agar kegiatan belajar mengajar guru dan siswa berjalan nyaman. Andik menjelaskan bahwa sejak ada pilar program Pendidikan melalui Save Our School (SOS) yang diluncurkan secara nasional, kabupaten Grobogan mengajukan 6 sekolahan.
“Setelah penilaian, akhirnya hanya satu sekolahan yang layak dibantu oleh Lazismu, yaitu TK ABA Depok II Toroh ini,” paparnya. Informasi terpilihnya TK ABA II Toroh untuk memperoleh bantuan program SOS, kata Andik, merupakan angin segar bagi Pimpinan Cabang Aisyiyah setempat.
Tiba waktunya, pada Sabtu, (3/8/2025) secara resmi bantuan SOS diserahkan dari Lazismu kepada Kepala TK ABA Depok II Toroh. Bantuan dana itu akan digunakan untuk memperbaiki gedung pembelajaran, terutama ruang kelas yang kondisinya masih belum layak.
Renovasi ruang kelasnya, sambung Andik sebesar Rp 25 juta dari Lazismu Pusat. Bantuan ini disalurkan melalui program unggulan Save Our School (SOS) yang fokus pada peningkatan sarana pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pimpinan Pusat Muhamamdiyah dan juga para donatur semoga dengan adanya bantuan ini bisa bermanfaat bagi peserta didik dan agar kondisi belajar mengajar menjadi nyaman," ujarnya.
Mewakli Lazismu Grobogan, Andik mengucapkan terima kasih kepada donatur, mudah-mudahan bantuan ini memberi manfaat bagi guru dan anak-anak agar kegiatan belajar mengajarnya semakin nyaman.
Kepala Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Depok II Toroh, Patminah mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman.
Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu Pusat dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari para donatur secara profesional sehingga sekolahan kami menjadi salah satu penerima manfaat program.
Patminah berharap, apa yang telah disalurkan dapat bermanfaat serta menjadi amal jariyah bagi para donatur. "Semoga bermanfaat, tentu ini dukungan dan kepercayaan donatur dalam mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Grobogan]

PULANG PISAU – Kajian dwi mingguan yang diinisiasi Lazismu Pulang Pisau memasuki edisi kedua. Edisi perdana sukses digelar pada pertengahan Agustus 2025 yang diisi oleh Ahmad Dhofir, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau.
Masih dalam tajuk yang sama, Obrolan Bermanfaat Kaum Muda (Obormu) seri kedua mengupas keresahan dan kegalauan yang dialami kawula muda, pada Jum’at (29/08/2025) di Masjid KH. Ahmad Dahlan Jalan Lintas Kalimantan, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Di awal penyampaian materinya, Najmuddin, Ketua PDM Pulang Pisau, mengatakan bahwa tauhid merupakan obat anti galau. Ia mengungkapkan kegalauan yang melanda sebagian kawula muda dalam hidupnya hanya bisa diobati dengan sentuhan tauhid.
Keterasingan dan problem hidup yang berat tidak bisa diatasi dengan sekadar pasrah dan berdoa. Makna tauhid tidak sebatas iman, di dalamnya ada nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial agar seseorang tidak mudah merasa terasing dan sendirian memikul beban hidup.
“Jika hati kita mantap bertauhid yang menyelimuti pikiran dan tindakan kita merupakan perisai terhadap dampak negatif galau yang mewarnai hidup,” tegasnya. Pernyataan ini membuka tabir tentang bagaimana kondisi manusia yang selalu merasa dekat dengan sang penciptanya.
Dihadapan para peserta kajian itu, yang terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, kader IMM Pulang Pisau, Kader remaja Tapak Suci, jamaah Masjid KH Ahmad Dahlan, relawan Lazismu, serta pegiat Taman Pustaka, Najmuddin menyoroti fenomena meningkatnya gejala ateisme dan agnostik.
Fenomena tersebut diakibatkan melemahnya pemahaman agama serta derasnya arus informasi menyesatkan di media sosial. Menurutnya, anak muda harus rajin memverifikasi informasi yang diperoleh dengan terus mengkaji ilmu di majelis taklim dan forum kajian langsung, bukan sekadar mengikuti konten daring.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia boleh berencana, tetapi keputusan akhir tetap di tangan Yang Maha Kuasa. “Tulislah rencanamu sebanyak-banyaknya. Tapi jangan lupa, penghapusnya serahkan kepada yang Memberi Nikmat,” ujarnya.
Najmuddin mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan peka terhadap kehidupan sosial di sekitarnya. Dalam kerangka yang lebih sederhana, sambungnya, melalui sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Najmuddin menekankan bahwa sekecil apapun yang diberikan, tidak akan mengurangi makna nilai dalam suatu amal. Cukup menyisihkan nilai uang yang kecil setiap hari untuk berbagi, sebulan akan terkumpul jumlah yang berarti.
“Jangan malu dengan apa yang kita milkiki dari hasil jerih payah kita meski nilainya tidak besar, karena Allah mencintai orang yang beramal dengan konsisten walau kecil,” katanya sambil mengajak peserta untuk berinfak di Lazismu.
Dalam kajian itu, Ia berpesan agar generasi muda terus berpegang pada nilkai-nilai tauhid, dan mengamalkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan pada kehidupan nyata di tengah masyarakat.
Obormu sebagai ruang dakwah dan literasi berupaya merawat komunitas yang target sasarannya adalah generasi muda. Sekretaris Lazismu Pulang Pisau, Bonni Febrian, menyampaikan bahwa upaya Lazismu untuk menghadirkan ruang dakwah komunitas yang mencerahkan merupakan bagian dari misi dan visi Lazismu.
Pada aspek membangun ekosistem filantropi di lingkungan masyarakat dan persyarikatan, kajian rutin merupakan bagian dari kebutuhan yang strategis. “Prioritas kegiatan ini memang generasi muda dengan tetap terbuka untuk menyapa semua kalangan agar tumbuh kepekaan sosial,” pungkasnya.
Bonni menambahkan, Lazismu Pulang Pisau akan terus menggelar Ngaji Bareng Lazismu – OborMU setiap dua pekan sekali dengan tema-tema yang dekat dengan keseharian kalangan muda dengan menghadirkan narasumber yang kompeten.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pulang Pisau/bon]

JAKARTA -- Setiap anak saling bergantian masuk ke ruang tindakan. Seorang dokter khitan dan perawat sudah menanti. Proses khitan berlangsung, sambil memegang besi pengaman samping (siderail) ranjang pasien, salah seorang anak peserta khitan mengalami peristiwa penting pertama dalam hidup seorang anak laki-laki.
Mengenakan baju koko dan sarung, peserta khitan keluar dari ruang tindakan dengan senyum riang. Mereka berhasil melewati fase panik, takut dan rasa sakit yang menghantui. Alih-alih ditemani orangtua, anak-anak masuk sendiri ke ruang tindakan berbekal tekad kuat untuk disunat dengan langkah berani.
Ada 30 anak yang mengikuti khitan massal gratis tersebut, yang diprakarsai Lazismu DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pizza Hut Indonesia dan Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Khitan massal ini berlangsung pada Rabu, (03/09/2025) di outlet Pizza Hut Indonesia, Jakarta.
Ketua PWM DKI Jakarta yang membidangi Lazismu, Nandi Rahman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial Lazismu untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan khitan bagi anak-anaknya.
“Sesuai temanya, Khitan Riang, tidak hanya memberikan dampak fisik dan psikologis bagi anak, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak bisa tumbuh sehat dengan percaya diri, sementara orangtua mendapat dukungan nyata dari program kolaborasi ini,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Lazismu DKI Jakarta mengemas kegiatan khitan massal dengan suasana penuh keceriaan. Ada hiburan, bingkisan, hingga pendampingan relawan diberikan sebagai bentuk perhatian agar proses khitan menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan.
perwakilan Pizza Hut Indonesia, Tirta Perdana Purba menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Lazismu. “Kami melihat program ini sebagai langkah mulia. Pizza Hut ingin mendukung agar anak-anak merasakan khitan yang tidak hanya sehat, tetapi juga membawa kebahagiaan,” tuturnya.
Dukungan tenaga medis RSIJ Pondok Kopi, turut memperkuat program ini dalam proses yang berjalan lancar dan aman. Melalui Khitan Riang, Lazismu DKI Jakarta menegaskan bahwa keberadaannya sebagai lembaga amil zakat yang menghadirkan solusi sosial sekaligus menanamkan nilai kepedulian di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DKI Jakarta/MRR]

TEGAL – Hari bermuhammadiyah mewarnai pilar program Pendidikan Lazismu Kabupaten Tegal. Lazismu di kota Bahari ini menggulirkan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk dua program, yaitu Peduli Guru dan Beasiswa Santri.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Minggu, (31/8/2025), secara simbolis diberikan oleh Masnun Wakil Ketua PDM kabupaten Tegal kepada penerima manfaat yang disaksikan oleh Eko Purwanto PCM Kedungbanteng, Apri Kartika Sari Ketua PDNA kabupetan Tegal dan jajaran amil Lazismu di Desa Kebandingan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal.
Melalui program pentasarufan di momen Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Tegal, Lazismu berkomitmen mendukung perjuangan para pendidik dan generasi muda bangsa. Program Peduli Guru diberikan kepada 40 guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.
Para guru honorer tersebut mendapatkan bantuan untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak. Menurut Masnun, Wakil Ketua PDM Kabupaten Tegal yang membidangi Lazismu bahwa guru honorer yang mendapatkan bantuan tersebar di berbagai wilayahkabupaten Tegal.
“Dana sebesar Rp 20 juta yang disalurkan ini merupakan hasil penghimpunan donasi selama satu bulan penuh, khususnya di bulan Agustus, dari berbagai donatur yang peduli terhadap perjuangan guru di tingkat SD, SMP dan SMA Muhammadiyah,” ujarnya.
Selain itu, Lazismu juga menyalurkan Beasiswa Santri kepada Pondok Pesantren Ahmad Dahlan dengan total bantuan senilai Rp 80 juta. Semua penerima manfaat merupakan hasil dari rekomendasi Majelis Dikdasmen PNF kabupaten Tegal, termasuk jumlah 20 santri menerima bantuan pendidikan selama 1 tahun.
Bantuan beasiswa ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk terus belajar dan berprestasi. Meringankan biaya pendidikan ssehingga akses memperoleh pendidikan bisa meningkatkan generasi muslim yang tangguh dan berdaya saing.
Melalui Hari Muhammadiyah Kabupaten Tegal, kata Eko Purwanto, menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dan pendidikan adalah dua pilar penting dalam membangun umat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berdonasi sehingga program ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi guru, santri, serta Masyarakat,” tandasnya.
Salah penerima manfaat dari guru honorer Nurhidayati, menyampaikan terima kasih kepada Lazismu dan para donatur atas bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan Lazismu di kabupaten Tegal bisa terus memberikan manfaat untuk Masyarakat. Hal senada disampaikan Zalfa Naqiyya salah seorang santri penerima beasiswa yang bertekad dari bantuan ini dapat terus meningkatkan prestasi belajarnya selama di pesantren.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kab. Tegal)

YOGYAKARTA - Peran vital guru dalam proses belajar mengajar sangat berarti dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Proses pembelajaran yang berkualitas perlu diimbangi dengan kesejahteraan guru yang memadai.
Keberadaan guru honorer masih banyak ditemui di beberapa sekolah, Guru honorer masih jauh dari kata sejahtera. Menyadari pentingnya peran guru honorer tersebut, Lazismu Mantrijeron bekerja sama dengan Majelis PAUD-Dasmen Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Mantrijeron menyelenggarakan Program Sahabat Guru.
Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas profesional para guru honorer di lingkungan Mantrijeron. Langkah nyata program ini untuk memberikan apresiasi dan dukungan yang layak bagi mereka. Kegiatan berlangsung di Gedung Ridho Ilahi Dukuh, Mantrijeron, pada Jumat, (29/8/2025) waktu setempat.
Lazismu Mantrijeron memberikan bantuanj dukungan pembinaan kepada 67 guru dan tenaga kependidikan honorer dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) se-Cabang Mantrijeron.
Lazismu Mantrijeron terpanggil untuk memberikan kontribusi dan apresiasi kepada guru honorer. Selama ini, menurut Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron Nur Alam Romadhon, program ini diharapkan dapat mendukung kualitas pendidikan di sekolah-sekolah serta meningkatkan motivasi dan pengabdiannya.
“Meringankan beban ekonomi mereka, sehingga para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas mulianya,” ujarnya. Selain itu, sebanyak 27 guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kriteria, menerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam dunia pendidikan. Bantuan tersebut, sambung Nur Alam, diberikan secara rutin setiap bulannya selama 6 bulan, dengan total nilai sebesar Rp 30 juta per semester.
Penerima manfaat program Sahabat Guru, Winarni mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu Mantrijeron. “Melalui nilai manfaat program ini bagi kami sangat berarti. Mudah-mudahan menjadi berkah untuk semuanya", pungkasnya.
Nuwuningsih perwakilan dari Majelis PAUD-Dasmen PCA Mantrijeron menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lazismu Mantrijeron, yang telah meluncurkan Program Sahabat Guru ini.
Ada dampak yang bermanfaat bagi para guru berupa pengembangan wawasan. Guru bisa meningkatkan komitmen serta integritasnya dalam mengabdikan diri. Dia menambahkan program ini menjadi perwujudan dalam mendukung dan memotivasi para guru honorer. Tentunya agar para guru tetap semangat menjalankan tugasnya. guru aset penting dalam dunia pendidikan yang harus terus kita apresiasi dan dukung.
Semoga program Sahabat Guru ini menginspirasi berbagai pihak agar bisa juga dikembangkan di tempat lain. Bisa mendorong keberlanjutan dalam memperjuangkan kesejahteraan serta profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan Mantrijeron.
[Marketing Communication Lazismu Mantrijeron/Nur’aini Puji Lestari]

