Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM LAZISMU BANTU JUWARIYAH PENUHI BIAYA SEKOLAH SANG BUAH HATI

KABUPATEN SIDOARJO -- Suami Juwariyah, Ismail, telah berpulang pada masa pandemi tepatnya tahun 2020 akibat penyakit diabetes. Sebelumnya ia telah memiliki usaha yang dijalani bersama sang suami hingga hampir 15 tahun. Buka sejak pukul 6 pagi hingga 9 malam, Juwariyah bergantian berjaga di pasar untuk menjalankan usaha. Sebelum Covid-19 melanda, pembeli ramai. Semua kebutuhan keluarga dapat dipenuhi dari hasil berjualan.

"Saya merasakan berjualan semakin sepi, tidak seperti sebelum Covid. Sekarang banyak yang membeli secara online, sehingga sangat berkurang yang belanja langsung di pasar. Apalagi dulu waktu Covid pasar ini ditutup, hanya boleh buka sebentar dari jam 9 sampai jam 12 siang. Sepi, penjualan anjlok," ungkap Juwariyah.

Kini Juwariyah menjadi seorang single parent. Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah, ia pun berjualan di kios Pasar Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Perhiasan yang telah dikumpulkan hasil bekerja dengan almarhum suami satu persatu dijual. Saat suaminya meninggal, keempat anaknya masih duduk di bangku sekolah. Yang pertama di SMA, kedua SMP, dan yang ketiga serta keempat di sekolah dasar.

Kepada amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo pada Jumat (26/04), Juwariyah menceritakan bahwa saat ini anak yang pertama sudah bekerja di salah satu gerai ponsel. Sementara anak kedua yang baru lulus tahun kemarin menjadi kurir di sebuah perusahaan kargo, di samping membantu Juwariyah berjualan di kios. Persoalan menjadi berat karena anaknya yang ketiga mengenyam pendidikan di sebuah pondok pesantren dengan biaya yang cukup tinggi.

"Anak ketiga mondok di Mojokerto, biaya perbulan 1,2 juta. Sangat berat karena sekarang jualan juga tidak seperti ketika suami masih ada. Beberapa kali berniat memindahkan ke sekolah yang dekat, tidak mondok lagi. Ketika ditanya alasannya oleh kiai di pondok, ya karena biaya, tapi sama pihak pondok masih ditahan anak saya sudah hafidz 7 juz, sayang," terang ibu berusia 47 tahun ini.

Juwariyah berharap anaknya yang sudah bekerja bisa membantu karena perolehan kios tersebut hanya cukup untuk menopang makan sehari-hari. Ia pernah mendapat keringanan dengan hanya membayar 950 ribu rupiah setiap bulan. Namun karena sudah tiga bulan menunggak, ia tidak bisa membayar biaya sekolah anaknya tersebut karena berbarengan dengan adiknya yang masuk SMP.

"Waktu itu saya bingung kalau uang dipakai melunasi sekolah, saya tidak bisa berjualan. Kalau tidak bayar ya bagaimana, sudah amanah dari almarhum agar anak saya nomor tiga dipondokkan," ujar Juwariyah.

Masalah yang dialami Juwariyah mendapatkan titik terang. Berbekal bantuan modal usaha dari Lazismu Kabupaten Sidoarjo, ia dapat kembali berjualan. Bahkan pada Ramadhan lalu penjualannya meningkat, terutama saat sepuluh hari terakhir menjelang lebaran. Kios dengan dengan Yan Snak miliknya kemabali ramai disambangi pembeli.

"Dengan adanya bantuan modal usaha dari Lazismu Sidoarjo ini, sangat membantu saya bisa berjualan dan setiap hari saya menyisihkan uang dari penjualan 35 ribu untuk biaya di pondok," tutupnya.

Pemberdayaan UMKM menjadi ujung tombak program Pilar Ekonomi Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Juwariyah telah merasakan manfaat dari program yang merupakan kolaborasi bersama Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Bank Mega Syariah ini. Ia adalah salah satu penerima manfaat dalam kategori Keluarga Yatim.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

SELENGKAPNYA
27 April 2024

BEASISWA MUHAMMADIYAH BANTU WARGA PALESTINA PEROLEH AKSES PENDIDIKAN

JAKARTA -- Peran aktif lembaga filantropi Islam dalam merespons isu kemanusiaan di Palestina, tidak terbatas pada bantuan yang mendesak seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan. Ada bantuan yang bersifat jangka panjang dan memberdayakan, salah satunya adalah bantuan pendidikan bagi warga Palestina berupa beasiswa yang dipersembahkan oleh Lazismu. Program beasiswa ini merupakan kerjasama antara BAZNAS, Lazismu, dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang dananya diperoleh melalui donasi Ma'had Islam Rafiah Akhyar (MIRA) pimpinan Ustadz Adi Hidayat.

Untuk proses penjaringannya, menurut Mush'ab Bahrah dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, sama seperti bantuan beasiswa sebelumya. "Pemberian bantuan di tahun ini adalah Batch 3 yang penyeleksiannya sampai dengan penetapan penerima manfaatnya dilakukan dari bulan November 2023 sampai dengan bulan Maret 2024," jelasnya.

Pengumumannya ditayangkan di website resmi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, sambung Bahrah. Semua persyaratannya, seperti untuk jenjang S1, S2, dan Summer Course lengkap dan dapat diakses oleh para penerima manfaat. Hanya saja, lanjut Basrah, selain berkolaborasi dengan Lazismu dalam pelaksanaanya, proses pencarian penerima manfaat juga melibatkan lembaga kemanusiaan di Turki untuk Palestina, yaitu Gazze Destek Derneği (GDD).

Untuk jumlah penerima manfaatnya, Bahrah mengatakan ada hampir seratus lebih pendaftar yang membuat akun secara online melalui link pendaftaran, namun yang terdaftar dengan data layak sebanyak 50 orang. Setelah diseleksi dengan tim penjaringan yang lolos sebanyak 34 orang sebagai penerima manfaatnya.

"Alhamdullah Maret telah ditetapkan hasilnya sebanyak 34 orang penerima beasiswa untuk 3 program tersebut. Penerima manfaat berasal dari Palestina yang berdomisili di Gaza sebanyak 16 orang, di West Bank sebanyak 16 orang, dan 2 orang di Istanbul," bebernya.

Mereka bebas memilih Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia dengan program studi yang diminati. Kurang lebih ada 21 PTMA dengan 173 program untuk jenjang S1, S2, dan Summer Course. Dalam kesempatan itu, Basrah mengatakan, insyaAllah penerima manfaat akan mulai menjalani kuliah pada bulan September 2024. Ada yang akan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebagian dari mereka akan menyusul datang ke Indonesia seraya memastikan kondisi yang sedang terjadi di Palestina saat ini.

"Pada prinsipnya, spirit pedagogis ini untuk bisa diwujudkan dalam nilai-nilai kemanusiaan. Muhammadiyah terbuka untuk para peminat warga di seluruh dunia untuk bergabung dalam sistem pendidikan tinggi berbasis Muhammadiyah," tutur Bahrah.

Tentu saja ini juga hasil kerja sama dengan Pemerintah Palestina, terutama Kedutaan Besar Palestina di Indonesia dalam hal kerja sama di bidang hubungan internasional. Diketahui warga Palestina kehilangan semua akses kehidupannya, termasuk akses ekonomi dan pendidikan. Karena itu, kata Bahrah, Muhammadiyah melalui Lazismu secara aktif berharap nilai manfaat program pendidikan juga bisa diakses semua kalangan dari latar belakang berbeda agar bisa merasakan sistem pendidikan di Indonesia.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
26 April 2024

MAHASISWA PALESTINA PENERIMA BEASISWA LAZISMU TIBA DI INDONESIA

JAKARTA -- Mahmoud Bolad telah tiba di Indonesia. Warga Palestina ini sedianya akan menempuh pendidikan di negeri ini, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tujuannya adalah S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Saat ini Mahmoud sedang menjalani Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA, sebuah program pembelajaran bahasa Indonesia yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa asing yang akan menjalani pendidikan tinggi di Indonesia.

Mahmoud tidak sendiri. Ia merupakan salah satu dari 30 orang penerima manfaat Beasiswa Palestina Lazismu tahun ini. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah, Ardhi Lutfi Kautsar menuturkan, tahun ini program tersebut sudah berjalan hingga Batch III. Penjaringan pun dilakukan bekerja sama dengan mitra Lazismu yang ada di Palestina yaitu Gazze Destek Derneği (GDD).

"Setelah hasil dari GDD tersebut sudah keluar, kami kemudian menindaklanjuti. Total ada 37 kandidat," sebut Ardhi.

Dari 37 kandidat tersebut, Ardhi merinci, terdiri dari 3 orang untuk menempuh jenjang pendidikan S1. Kemudian 17 orang untuk jenjang S2, dan 17 lainnya untuk mengikuti Summer Course. 7 orang di antaranya sudah menjalani proses dan telah diterima namun masih menyelesaikan pengurusan visa. Ketujuh orang tersebut mengantongi rekomendasi dari kementerian terkait. Salah satunya akan menempuh jenjang S2 di UMS setelah menyelesaikan BIPA di kampus.

"30 sisanya saat ini masih proses interview untuk penentuan final siapa saja yang dapat diterima. Mengingat setengahnya berasal dari Gaza jadi terkendala koneksi internet dan kepastian kemungkinan untuk dapat keluar dari Gaza," sambung Ardhi.

Program beasiswa ini merupakan kerjasama antara BAZNAS, Lazismu, dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang dananya diperoleh melalui donasi Ma'had Islam Rafiah Akhyar (MIRA) pimpinan Ustadz Adi Hidayat. Mereka bebas memilih Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) di Indonesia dengan program studi yang diminati. Kurang lebih ada 21 PTMA dengan 173 program untuk jenjang S1, S2, dan Summer Course. Ada yang akan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebagian dari mereka akan menyusul datang ke Indonesia seraya memastikan kondisi yang sedang terjadi di Palestina saat ini.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
26 April 2024

EDUTABMU LAZISMU, SINAR MUHAMMADIYAH UNTUK DUNIA

KOTA BANDAR LAMPUNG -- Dengan bangga, Muarawati Nur Malinda memperkenalkan EdutabMu, sebuah program inovasi sosial berbasis Pilar Pendidikan Lazismu. Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini menegaskan, EdutabMu lahir sebagai inisiatif yang bertujuan membawa sinar Muhammadiyah ke panggung dunia pendidikan. Hal ini disampaikan saat monitoring dan evaluasi program EdutabMu di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada Kamis (25/04).

Program ini, sambung Muarawati, lahir dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh Lazismu. Tentunya, EdutabMu diharapkan tidak hanya sebatas membantu anak didik menjadi generasi yang diharapkan persyarikatan pada masa depan, tetapi juga sebagai wujud pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik. Program EdutabMu menitikberatkan pada tiga mata pelajaran dasar yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika yang dianggap sebagai modal utama bagi kemajuan anak-anak kita pada masa depan.

"Kami menitipkan harapan besar pada program ini agar anak-anak kita dapat bersaing dengan perkembangan zaman. Anak-anak Muhammadiyah harus berbeda, harus berkemajuan," harap Muarawati.

Selain itu, Lazismu juga berkomitmen untuk terus berupaya bersinergi dengan berbagai pihak guna mengembangkan digitalisasi pendidikan demi perkembangan yang lebih baik bagi anak-anak Muhammadiyah. Melalui upaya ini diharapkan agar generasi penerus Muhammadiyah akan semakin siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Terakhir, dalam penutupannya, Muarawati mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama mendukung dan memajukan program EdutabMu. Keberhasilan program ini akan membawa dampak positif yang jauh dalam dunia pendidikan. "Tidak hanya bagi Muhammadiyah, tetapi juga untuk masyarakat luas," pungkasnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
25 April 2024

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM EDUTABMU DI BANDAR LAMPUNG: LANGKAH STRATEGIS MENUJU KEBERHASILAN

KOTA BANDAR LAMPUNG -- EdutabMu merupakan program yang didesain untuk meningkatkan kapasitas peserta didik, guru, dan sistem pembelajaran di lingkungan sekolah agar percepatan pendidikan bisa dilakukan melalui aplikasi pembelajaran. Untuk memastikan keberhasilan dan dampak optimal dari program ini, Lazismu bersama mitra pelaksana program EdutabMu yaitu Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) melaksanakan monitoring dan evaluasi di Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Kasiyarno, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Muarawati Nurmalinda, serta Abdulah Mukti selaku Project Manager Program EdutabMu. Sementara itu dari pihak The Head Foundation dihadiri oleh CD Liang serta Ming Wong dari Enuma. SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung dan SD Muhammadiyah Sang Pencerah Metro Lampung menjadi lokasi monitoring dan evaluasi yang berlangsung pada Selasa hingga Jumat (23-26/04) ini.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah, Ardhi Lutfi Kautsar menyampaikan, kehadiran para tokoh penting di balik program Edutabmu tersebut menjadi dorongan tersendiri bagi sekolah yang dikunjungi. "Keberadaan mereka memberikan dorongan penting dalam memastikan bahwa setiap aspek dari program ini dinilai secara komprehensif," ujarnya.

Lebih lanjut Ardhi menyebutkan, kehadiran para pemangku kepentingan ini juga akan memperkuat komitmen bersama dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pelaksanaan program Edutabmu berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian tujuan akhir yang diharapkan. Selain itu, mereka juga memberikan masukan berharga dan wawasan tentang perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program pada masa mendatang.

Tujuan utama dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pelaksanaan program Edutabmu sesuai dengan rencana awal dan menuju pencapaian tujuan yang telah direncanakan dengan cermat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesesuaian implementasi dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
25 April 2024

GEROBAKMU BANTU PEREKONOMIAN WARGA PRA SEJAHTERA

KABUPATEN BELITUNG -- Masyarakat pra sejahtera di Kabupaten Belitung kembali mendapatkan perhatian dari Lazismu. Melalui program "GerobakMu", upaya pemberdayaan ekonomi pun dilakukan. Di Kecamatan Tanjungpandan pada Selasa (23/04), Lazismu Kabupaten Belitung memberikan bantuan tersebut kepada warga yang membutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Para penerima manfaat tersebut adalah Silvia dan Astri, keduanya merupakan warga di Air Saga.

Silvia yang biasa berjualan pecel di rumahnya mengungkapkan kesulitan yang dihadapi sebelum mendapatkan bantuan ini. Program GerobakMu memberinya peluang untuk mempromosikan dagangannya dengan lebih efektif.

"Saya dulu jualan pecel sehari dari pagi sampai sore biasanya cuma dapat 10 pelanggan. Itu yang beli cuma tetangga saja, mau jualan di dekat jalan besar nggak ada modal mau nyewa sama mau beli gerobak," terangnya.

Sementara itu, Astri yang berkecimpung dalam usaha kue kering dan basah juga mendapatkan manfaat dari program ini. Biasanya, ia dititipkan kue-kue tersebut di warung-warung. "Alhamdulillah dengan program GerobakMu ini saya bisa mengembangkan usaha dengan berjualan nasi uduk di pagi harinya dan setelahnya bisa membuat kue kering untuk dititipkan di warung-warung," ungkapnya.

Program Gerobakmu yang konsisten digulirkan setiap tahun diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi perekonomian di Tanjungpandan. Inovasi-inovasi dalam jenis usaha dari pelaku UMKM seperti Silvia dan Astri menjadi bukti bahwa bantuan ini dapat menggerakkan roda ekonomi lokal. Program ini tidak hanya membantu dalam mengentaskan kemiskinan, tetapi juga membantu dalam memperkuat perekonomian warga Tanjungpandan secara berkelanjutan.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
24 April 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross