

KOTA SURABAYA -- Kenikmatan saat menjalankan ibadah puasa adalah ketika saat tiba waktu berbuka puasa. Namun banyak yang tidak dapat menikmati berbuka puasa bersama keluarga maupun kerabat lantaran masih berada di jalan saat waktu maghrib tiba. Tebar Takjir merupakan salah satu program unggulan pada bulan Ramadhan Lazismu Kota Surabaya yang dapat menjadi solusi permasalahan tersebut.
Bertempat di depan Gedung Negara Grahadi, pada Jumat (16/03) sore Lazismu bersama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) membagikan paket takjil kepada pengendara atau masyarakat yang melintas di Jalan Gubenur Suryo, Kota Surabaya. Sebelum paket takjil dibagikan, para pengendara sudah antusias untuk mengantri. Mereka berbondong-bondong membentuk antrean di jalan sisi Taman Apsari.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Achmad Rosyidi menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah pengendara jalan yang saat waktu berbuka masih belum bisa berkumpul bersama keluarga atau kerabat. "Program ini juga bertujuan menyukseskan program Lazismu secara nasional," ujarnya.
Sementara itu, Eko Kurniawan selaku Penanggung Jawab program Tebar Takjil Ramadhan 1445 H Lazismu Kota Surabaya menyebutkan, distribusi 250 paket takjil ini dilakukan setiap hari Jumat selama bulan Ramadhan kepada para pengendara motor dan masyarakat lainnya yang melintas, termasuk pengemudi ojek online atau ojol. "Bantuan ini dibagikan oleh Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya bersama relawan Lazismu Kota Surabaya dari elemen Angkatan Muda Muhammadiyah," imbuhnya.
Salah satu pengemudi ojek online yang mendapatkan paket takjil adalah Abdul. Pada saat waktu berbuka tiba, ia masih berada di jalan untuk mengais rezeki. "Saya masih mencari nafkah untuk keluarga, kebetulan ada pembagian takjil di sini, ini sangat membantu karena saya tidak perlu mencari makan lagi untuk berbuka," ucapnya penuh syukur.
Lazismu Kota Surabaya terus mengajak berbagi dalam berbagai program Ramadhan 1445 H, salah satunya adalah Tebar Takjil. Titik distribusi program ini berpindah-pindah setiap pekannya. Selain untuk para pengendara yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba, program ini juga menyasar untuk masjid maupun mushola yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANJARMASIN -- Hujan sore itu tidak menghalangi semangat para relawan yang sedang menyiapkan takjil untuk dibagikan. Pukul 5 sore, relawan berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Banjarmasin 8 dan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin bergerak untuk mulai membagikannya. Targetnya adalah para pengendara dan masyarakat yang melintas di jalan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (20/03) ini digagas oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Far'u 8 melalui program Tebar Takjil. Amil KL Lazismu Al Far'u 8, Yon Bayu Rinanda menjelaskan, pihaknya membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat. Lokasinya adalah di depan Masjid Ar-Rahman yang ada di kawasan Kampung Melayu Darat.
"Kami telah membagikan sebanyak 230 takjil, tempat pelaksanaan dari kegiatan ini di depan Masjid Ar-Rahman Banjarmasin. Dengan adanya program Tebar Takjil ini semoga akan membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan pulang kerja saat maghrib tiba," harap Bayu.
Selain Tebar Takjil, lanjut Bayu, pihaknya juga menjalankan program Peduli Guru dan Kado Ramadhan. Kedua program ini berjalan di bawah koordinasi Lazismu Kota Banjarmasin. Penyalurannya akan menyasar para penerima manfaat yang ada di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 8.
Tebar Takjil ini mendapat sambutan antusias dari warga. Dalam waktu singkat, ratusan takjil tersebut selesai dibagikan. Kesigapan para relawan yang kerap turut serta dalam berbagai program KL Lazismu Al Far'u 8 turut mempermudah proses distribusi takjil.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

KABUPATEN CIREBON -- Melalui Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon menunjukkan kepedulian terhadap penyintas banjir di daerah tersebut. Bantuan pun disalurkan dalam rangka membantu warga yang terdampak. Dalam penyalurannya, Lazismu Kabupaten Cirebon menggandeng Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Keprihatinan ditunjukkan oleh Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto. Menurutnya bantuan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab Muhammadiyah. "Kami merasa prihatin dengan kondisi para korban banjir di Cirebon Timur. Sebagai bagian dari Muhammadiyah, kami merasa bertanggung jawab untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Sebagai langkah awal, MDMC Kabupaten Cirebon melakukan kaji cepat atau assessment untuk menentukan bantuan yang tepat sesuai kebutuhan para penyintas. "Berdasarkan assessment tim di lapangan, salah satu kebutuhan yang mendasar di sana adalah kebutuhan air bersih dan pelayanan kesehatan. Muhammadiyah hadir melalui Lazismu, dan tenaga kesehatan dari rumah sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)," imbuh Novan.
Novan juga menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas dalam menghadapi bencana alam. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka dalam proses pemulihan. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan dan kepedulian kepada sesama saudara yang sedang mengalami kesulitan," sebutnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Cirebon, Mohamad Ranudin menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah berkontribusi dalam upaya untuk membantu penyintas banjir ini. Ia juga mengajak kepada masyarakat yang ingin membantu untuk menyalurkan bantuan melalui Lazismu. "Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang turut berkontribusi membantu menuntaskan bencana banjir di Cirebon Timur. Dan kita berharap bencana ini segera usai," ucapnya.
Bantuan lain yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan dasar yaitu makanan siap saji seperti empal, rendang, dan bistik. Muhammadiyah bekerja keras untuk memastikan bantuan tersebut dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat. Selain memberikan bantuan langsung kepada korban banjir, Lazismu Kabupaten Cirebon juga terus menggalang dana dan sumbangan lainnya untuk membantu mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi pasca banjir di Cirebon Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA MEDAN -- Kepedulian sejak usia dini ditunjukkan oleh murid-murid SD Muhammadiyah 08 Medan. Bersama Lazismu Kota Medan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan ini berbagi Kado Ramadhan berupa sembako kepada warga dhuafa. Melalui aksi ini, para murid diharapkan dapat membagi kebahagiaan bersama menjelang datangnya bulan suci.
Kegiatan berbagi ini berlangsung di halaman sekolah yang berada di Jalan Bromo Kota Medan. Hadir pada kegiatan ini Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bromo Cabang Tegal Sari II H. Ferizal, Kepala SD Muhammadiyah 8 Noni Risnaweli serta tenaga pendidik di sekolah tersebut. Mewakili Lazismu Kota Medan adalah Ketua Badan Pengurus, Muhammad Arifin Lubis.
Seperti dituturkan oleh Noni Risnaweli selaku Kepala SD Muhammadiyah 08, kegiatan berbagi jelang Ramadhan 1445 H ini berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan 120 paket sembako kepada kaum dhuafa dan orang tua murid yang kurang mampu. "Alhamdulillah, program ini sangat menggembirakan kami, tenaga pendidikan, dan para murid," ungkapnya.
Sekolah yang dipimpinnya tersebut sudah mencanangkan dua kali program berbagi setiap tahunnya. Selain untuk berbagi, lanjut Noni, kegiatan ini juga untuk mendidik para murid dalam memahami makna berbagi, saling menyayangi, dan memberi perhatian kepada mereka yang kurang beruntung. Kerja sama yang dilakukan bersama dengan Lazismu Kota Medan pun memberikan manfaat yang besar dalam membangun semangat Al-Maun.
"InsyaAllah, kami akan berusaha meningkatkan program ini menjadi lebih baik lagi," ujar Noni.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Medan, Muhammad Arifin Lubis menjelaskan bahwa Lazismu Kota Medan memiliki 6 program dalam Ramadhan 1445 H ini, salah satunya adalah Kado Ramadhan yang dilakanakan di SD Muhammadiyah 08. Kerja sama dengan sekolah tersebut memiliki arti strategis bagi pengembangan filantropi cilik di AUM pendidikan. "Dari siswa, dan dikembalikan kepada siswa yang tidak mampu. Ini cara Lazismu untuk mengedukasi siswa," jelasnya.
Apresiasi pun diberikan oleh Arifin dengan program berbagi yang dilakukan SD Muhammadiyah 08, terlebih telah dilakukan setiap tahun. Pihaknya pun mendorong program yang sama dapat dikembangkan di semua sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. "Program filatoropi dan berbagi adalah upaya membangun karakter anak-anak untuk memiliki kepedulian kepada sesama manusia," tutup Arifin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA MADIUN -- Pada bulan Ramadhan kali ini, Lazismu terus meningkatkan kepedulian terharap para lansia. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui program Pesantren Lansia. Bersama Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), Lazismu menggelar program Pesantren Lansia dengan rangkaian kegiatan berupa Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Griya Lansia Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Madiun pada Selasa (19/03).
Umi Khabibah, salah satu pengurus Griya Lansia menjelaskan bahwa Pesantren Lansia tersebut dihadiri lebih dari 60 peserta. Griya Lansia sendiri telah berdiri sejak tahun 2017. "Dulu Griya Lansia ini dirintis oleh almarhumah Ibu Istiana, atau yang akrab kita sapa Bu Abu Bakar," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Lazismu dengan Graha Lansia diharapkan dapat terus terjalin. Harapan ini disampaikan oleh Ika Happy Azizah selaku Manajer Lazismu Kota Madiun. "Terima kasih kepada ibu-ibu pengurus Griya Lansia, sudah dengan tulus membimbing para lansia yang semangatnya masyaAllah luar biasa ini," ujarnya.
Griya Lansia di bawah komando Luluk Humaera rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Kota Madiun. Griya Lansia juga diharapkan dapat membantu lebih banyak lansia dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Sinergi harus terus dijalin dengan majelis, lembaga, dan ortom (MLO) Muhammadiyah maupun pihak eksternal serta pemerintah.
Selama Bulan Ramadhan, Kajian Ramadhan dilaksanakan pada pagi hari. Kajian tersebut berlangsung setiap hari Sabtu pagi, sementara kajian menjelang berbuka puasa setiap hari Selasa. Uniknya bukan lagi cemilan yang dibagikan, melainkan sayuran untuk bisa diolah menjadi masakan untuk berbuka puasa sore harinya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANYUWANGI -- Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Banyuwangi, Lazismu turut terlibat dalam pelatihan makanan cegah stunting di Balai Pendopo Kecamatan Cluring. Acara ini diselenggarakan oleh USAID ERAT dan Santika Hotel untuk peningkatan kapasitas dan pemahaman tentang pentingnya penyajian dan pengolahan makanan harian dalam pemenuhan gizi seimbang. Pelatihan diberikan kepada 60 orang ibu-ibu balita stunting dan ibu hamil yang berasal dari 9 desa di Kecamatan Cluring.
Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Hanifan mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah ikut terlibat dalam penanganan stunting di daerah tersebut. Dalam rangka untuk menuju zero stunting berbagai cara pun dilakukan, salah satunya memberikan pelatihan cara mengolah makanan sehat cegah stunting. "Beberapa waktu lalu kita upayakan dengan pemberian bantuan paket makanan cegah stunting, namun ini dalam bentuk mentah. Setelah kita evaluasi, maka perlu adanya pola lanjutan yakni bagaimana cara mengolahnya serta edukasi makanan sehat sehari-hari lainnya," jelas Hanifan dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Hanifan menjelaskan bahwa edukasi seperti ini perlu diterapkan karena masalah utama stunting adalah pola pengasuhan dan asupan makanan bagi penderita. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan semua sektor untuk menyukseskannya, mengingat tangan pemerintah belum bisa menjangkau seluruhnya.
Sementara itu, Shohibul Burhan selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Lazismu kepada siapapun, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pihaknya juga siap untuk berkolaborasi bersama siapapun dan dalam bentuk apapun demi program pemberdayaan kemanusiaan, tidak harus selalu penanganan korban bencana saja.
"Kami senang sekali diberi kesempatan bisa bergabung dan terlibat, serta bisa memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu, karena sehat itu ternyata dimulai dari mengerti apa pentingnya segala sesuatu yang kita konsumsi ada nilai sehatnya pula. Maka ilmu ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya," ujar Shohibul Burhan.
Pada akhir pelatihan dilakukan penandatanganan nota kerja sama antara Lazismu Kabupaten Banyuwangi, USAID ERAT, Dinas Kesehatan, dan Santika Hotel dalam pelatihan pengolahan makanan cegah stunting. Ke depannya pola serupa akan dilanjutkan di wilayah kecamatan lain dengan angka stuntingnya yang masih tinggi. Edukasi semacam ini tidak hanya untuk wilayah dengan skala prioritas angka stunting tertinggi saja, namun dapat diturunkan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

