

JAKARTA -- LAZISMU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Divisi Research and Development (R&D) telah melakukan Riset Model Pemberdayaan Ekonomi Umat kepada empat program Pemberdayaan UMKM berdasarkan rekomendasi tiga LAZISMU tingkat Wilayah, yaitu LAZISMU Wilayah DI Yogyakarta, LAZISMU Wilayah Jawa Tengah dan LAZISMU Wilayah Jawa Timur. Keempat program tersebut terdiri dari Program Akselerasi Pengembangan Mocaf di Kabupaten Gunungkidul (Kolaborasi LAZISMU Wilayah DI Yogyakarta dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta), Sekolah Bisnis Sragen Spesial UMKM Binaan LAZISMU Kabupaten Sragen (Kolaborasi antara LAZISMU Kabupaten Sragen dan Talent Center), Bankziska (Kolaborasi antara LAZISMU Wilayah Jawa Timur dan BMT Hasanah), serta Program Pemberdayaan Ternak Mandiri "SUKET IJO" (Kolaborasi antara LAZISMU Kabupaten Batang, Nasyiatul 'Aisyiah, peternak kambing setempat, serta Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Batang).
Hasil Riset Model Pemberdayaan Ekonomi Umat ini dijelaskan pada kegiatan diseminasi dalam acara Webinar bertajuk "Strategi Pemberdayaan Ekonomi Umat: Diseminasi Hasil Riset Program Ekonomi LAZISMU" pada Selasa (28/02) secara daring. Acara ini menghadirkan Dr. Restiyana Agustine, S.Pt., M.Sc. (Peneliti R&D) dengan memaparkan Presentasi Hasil Penelitian Model Pemberdayaan Ekonomi Umat Dengan Dana ZISKA LAZISMU, Warti (Ketua Kelompok Tani Ngudi Sari) selaku perwakilan penerima manfaat yang sukses menjalankan usaha Mocaf, serta Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom.,Cand.Merc., Ph.D (Dosen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada – Pengurus PP Aisyiah) yang mengupas "Model Pemberdayaan Ekonomi yang Ideal".
Pada paparan Presentasi Hasil Penelitian Model Pemberdayaan Ekonomi Umat Dengan Dana ZISKA LAZISMU, Dr. Restiyana Agustine, S.Pt., M.Sc. (Peneliti R&D) mengungkapkan, pada Program Akselerasi Pengembangan Mocaf di Kabupaten Gunungkidul terjadi peningkatan pendapatan keluarga penerima manfaat program ini. Penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta melalui program akselerasi pengembangan mocaf berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga anggota Kelompok Wanita Tani Ngudi Sari. Perubahan yang sangat dirasakan adalah saat Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menyalurkan bantuan dengan dana ZIS dalam bentuk rumah pengering mocaf.
Restiyana juga merekomendasikan Lazismu bersama mitra dapat memberikan pendampingan dalam pengembangan mocaf dari segi inovasi. "Lazismu DI Yogyakarta juga perlu melakukan assessment untuk mengetahui seberapa banyak modal usaha yang diperlukan untuk mengembangkan usaha dan merumuskan bentuk bantuan yang paling sesuai untuk Kelompok Wanita Tani Ngudi Sari pada masa depan," ujarnya.
Sekolah Bisnis Sragen Spesial UMKM Binaan LAZISMU Kabupaten Sragen (Kolaborasi antara LAZISMU Kabupaten Sragen dan Talent Center), lanjut Restiyana, juga berdampak pada peningkatan pendapatan penerima manfaat. Penerima manfaat yang sebelumnya pernah mendapatkan bantuan dari Program Pemberdayaan Ekonomi Lazismu Kabupaten Sragen telah memiliki pendapatan di atas UMK Kabupaten Sragen. "Setelah mengikuti program Sekolah Bisnis Sragen Spesial UMKM Binaan LAZISMU Kabupaten Sragen, pendapatan mereka mengalami peningkatan kembali," sambungnya.
Bankziska (Kolaborasi antara LAZISMU Wilayah Jawa Timur dan BMT Hasanah) juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan UMKM. Hasil dari penelitian ini, ujar Restiyana, menunjukkan bahwa rataan pendapatan keluarga per bulan mengalami peningkatan setelah mendapatkan bantuan program Bankziska. Peningkatan pendapatan ini tentunya berhubungan dengan para penerima manfaat yang lambat laun mulai terlepas dari jeratan utang rentenir, sehingga pendapatan usaha setiap harinya tidak digunakan untuk membayar utang dengan bunga yang tinggi.
Sementara itu, program Pemberdayaan Ternak Mandiri "SUKET IJO" (Kolaborasi antara LAZISMU Kabupaten Batang, Nasyiatul 'Aisyiah, peternak kambing setempat, serta Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Batang). Rataan pendapatan keluarga per bulan anggota kelompok "SUKET IJO" mengalami peningkatan setelah mengikuti program Tani Ternak. Bagi anggota kelompok "SUKET IJO" yang mendapatkan giliran untuk memelihara kambing, tambahan pendapatan akan didapatkan setelah kambing dipelihara selama tiga bulan kemudian dijual. Selisih harga jual dan harga beli akan menjadi hak pemelihara dan sebagian dari pendapatan tersebut harus dimasukkan ke dalam infak.
Menanggapi hasil penelitian ini, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom.,Cand.Merc., Ph.D (Dosen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada – Pengurus PP Aisyiah) yang mengupas "Model Pemberdayaan Ekonomi yang Ideal" menyebutkan, pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting untuk meningkatkan kontrol, kemandirian, dan partisipasi dalam kehidupan pelakunya. Tujuannya adalah membantu individu atau kelompok yang kurang berdaya agar dapat mengatasi masalah, memperbaiki kondisi kehidupan, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan masyarakat.
"Pemberdayaan masyarakat juga melibatkan proses penghilangan hambatan-hambatan struktural dan sosial yang menghambat individu atau kelompok untuk mencapai potensi penuh mereka," tegas Nurul Indarti.
Kajian semacam ini, lanjut Nurul Indarti, perlu dilakukan untuk meningkatkan program pemberdayaan yang telah dijalankan. Pembelajaran dalam kaitannya dengan pemberdayaan, tidak hanya satu titik, namun berkelanjutan. "Kajian ini bisa direplikasi oleh lembaga lain atau di daerah lain," sambungnya.
Warti (Ketua Kelompok Tani Ngudi Sari) selaku perwakilan penerima manfaat yang sukses menjalankan usaha Mocaf menceritakan, awalnya singkong hanya bisa dijual murah. Ia pun bersama teman-teman berupaya membuat tepung mocaf dan berbagai olahan lainnya. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam pengolahan tersebut.
"Harapan kami, seluruh lapisan masyarakat bisa mengenal tepung mocaf sehingga bisa terjual dengan pasar yang luas dan menyejahterakan keluarga dan masyarakat lainnya," tutupnya.
Berdasarkan data capaian Indikator Kinerja Aksi Layanan LAZISMU (IKAL) LAZISMU Nasional tahun 2022, sebanyak 1.742 pelaku UMKM telah diberdayakan oleh LAZISMU di seluruh Indonesia. Model kegiatan pemberdayaan yang dijalankan di antaranya adalah pemberian modal, alat usaha, pelatihan-pelatihan manajemen usaha kecil, pembentukan kelompok usaha, dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Pada Pilar Ekonomi, LAZISMU menjalankan berbagai program, di antaranya adalah Pemberdayaan UMKM, Masyarakat Ternak Mandiri, Tani Bangkit, Ketahanan Pangan Keluarga, serta Keuangan Mikro.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALANGKA RAYA -- Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti oleh Lazismu Daerah se-Kalimantan Tengah. Acara yang mengangkat tema "Penguatan lnovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs di Kalimantan Tengah" ini sebagai wadah Konsolidasi Regional pasca Rapat Kerja Nasional Lazismu beberapa waktu lalu, Penyusunan dan Pengesahan Rencana Anggaran Biaya se-Kalimantan Tengah, serta Evaluasi penyelenggaraan Lazismu dan pelaksanaan tanfidz-tanfidz keputusan. Tema yang diambil sejalan dengan Peta Jalan Perencanaan Strategis 2021-2025 secara nasional.
Rakerwil diikuti oleh 12 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Pimpinan Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Badan Pengurus dan Eksekutif Lazismu Daerah Kabupaten/Kota, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Tengah. Pembukaan Rakerwil ini dihadiri oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Aisyiyah Kalimantan Tengah beserta jajarannya, perwakilan Majelis, Ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah, perwakilan Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Tengah, Bank Syariah Indonesia, Baitul Mal Hidayatullah, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimatan Tengah, Muhammad Fitriani mengucapkan terima kasih kepada PWM Kalimantan Tengah yang telah mendukung kegiatan Rakerwil hingga berjalan dengan baik dan lancar. "Khusus Rakerwil kali ini kami juga mengundang para ketua PDM se-Kalimantan Tengah. Kita buat komitmen untuk sama-sama membesarkan Lazismu, karena Lazismu ini adalah dakwah persyarikatan yang langsung menyentuh ke masyarakat khususnya di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan semakin meningkatkan eksistensi Lazismu," ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Kalimantan Tengah, Ahmad Syar'i mengatakan bahwa kehadiran Lazismu sangat penting dalam menghimpun dana dari masyarakat dan mendistribusikannya kembali untuk kepentingan masyarakat. Ia berharap, Lazismu sebagai lembaga pengelola keuangan harus bisa menunjukan eksistensinya, di samping dengan berbagai kegiatan termasuk penyampaian laporannya. "Jadi mari kita bekerja lebih keras menghidupkan Lazismu sebagai institusi dakwah bagi Muhammadiyah," ajaknya.
Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ibnu Tsani menyampaikan, embrio Lazismu sudah ada sejak tahun 1923, saat Rapat Istimewa Pimpinan atau Hoofdbestuur Muhammadiyah yang membentuk Bagian Sekolahan, Bagian Taman Poestaka, Bagian Tabligh, dan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem). Salah satu tugas PKO adalah mendistribusikan zakat fitri dan hewan qurban. "Jadi sebenernya embrio Lazismu sudah ada sebelum negara Indonesia berdiri. Jadi jangan minder, jangan malu, berbanggalah dan percaya dirilah teman-teman untuk menjadi pengurus Lazismu," tegasnya.
Ibnu memberikan motivasi kepada seluruh peserta Rakerwil bahwa bekerja menjadi pengurus Lazismu cukup unik. Di Muhammadiyah, Lazismu mempunyai dua identitas, pertama sebagai Unsur Pembantu Pimpinan dan kedua sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang harus taat pada Undang-Undang Zakat. Sebagai LAZ, Lazismu wajib mengikuti audit oleh Kantor Akuntan Publik dan Audit Keuangan Syariah.
"Amil adalah profesi yang 'privilege', dia dilegitimasi, diakui oleh Al-Qur'an, dan juga mendapat pengakuan dari Undang-undang Zakat. Hak amil juga diakui oleh hukum Islam, bahkan hukum negara. Walaupun kadang profesi amil itu minim apresiasi,tapi tetap percaya diri saja teman-teman menjadi amil pengurus Lazismu," ungkap Ibnu.
Sebelum pelaksanaan Rakerwil, Lazismu Wilayah Kalimatan Tengah juga telah mengadakan kegiatan Pra Rakerwil pada tanggal 22 Februari 2024 secara daring. Acara ini diikuti oleh seluruh kantor Lazismu tingkat Daerah sebagai upaya memperkuat konsolidasi, sinergi, dan akuntabilitas Lazismu di Kalimantan Tengah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni Febrian]

KOTA PALEMBANG -- Lazismu Wilayah Sumatra Selatan menunjukkan eksistensi dalam gerakan zakat di wilayah tersebut dengan menghadiri Musyawarah Wilayah III Forum Zakat (FOZ) Sumatra Selatan. Peran aktif ini disajikan dengan kehadiran dalam Musyawarah Wilayah III Forum Zakat (FOZ) Sumatra Selatan. Acara yang berlangsung pada Sabtu (24/02) ini dihadiri oleh Haris Jumadi selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Selatan yang membidangi Lazismu Ayat Parsah, Eka Tanzilawaty selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Amil, dan Parastika.
Haris Jumadi terpilih menjadi Presidium Sidang Muswil dan Parastika menjadi Juru Bicara Komisi C yang membidangi Rekomendasi Internal dan Eksternal. Keikutsertaan Lazismu Wilayah Sumatra Selatan dalam FOZ Sumatra Selatan ini merupakan bukti nyata komitmen Lazismu dalam berkontribusi dalam pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan di wilayah tersebut.
Haris Jumadi selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan menyebutkan, sinergi akan terus dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Lazismu Sumatra Selatan siap bersinergi dengan seluruh lembaga zakat di Sumsel untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan optimal, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatra Selatan," ujarnya.
Pada Musyawarah Wilayah III FOZ Sumatra Selatan ini Lazismu Wilayah Sumatra Selatan mengusulkan beberapa hal, di antaranya adalah advokasi perizinan 24 Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Sumatra Selatan, sinergi program antar LAZ, pertemuan bersama pemangku kepentingan per 3 bulan, rapat rutin pengurus per bulan, pembentukan FOZ daerah, dan peningkatan kompetensi para amil zakat. Selain itu juga diusulkan adanya tim eksekutif atau manajerial pengurus FOZ Sumatra Selatan dan iuran keanggotaan.
Tema yang diangkat adalah "Tantangan Gerakan di Sumatera Selatan dan Peran FOZ Sumsel sebagai Wadah Kolaborasi Kebaikan" dalam gelaran Musyawarah Wilayah III FOZ Sumatra Selatan kali ini. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai LAZ di Sumatera Selatan, perwakilan Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), FOZ Nasional, Dinas Sosial Provinsi, serta Akademisi UIN Palembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

KABUPATEN BANTUL -- 145 mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu UMY, tidak hanya mahasiswa yang berasal dari kampus tersebut, mahasiswa dari luar pun menerima bantuan yang merupakan bentuk kepedulian UMY. Pada tahun ini, KL Lazismu UMY menggelontorkan dana sejumlah Rp. 477.712.500,- untuk penyaluran bantuan berupa Beasiswa Sang Surya.
Mewakili KL Lazismu UMY, Rozikan menyampaikan bahwa beasiswa yang diberikan untuk dua semester. Hal ini disampaikan pada saat memberikan laporan Penyerahan Beasiswa Sang Surya pada Rabu (21/02) di Ruang Amphitheater Lantai 4 Pascasarjana Kampus Terpadu UMY. "Pada semester ganjil memberikan beasiswa ke mahasiswa sebanyak 66 mahasiswa dan di semester genap 79 mahasiswa. Artinya pada semester ini sebanyak 145 mahasiswa yang menerima beasiswa," ujarnya.
13 Perguruan Tinggi baik dari dalam maupun luar DI Yogyakarta menerima bantuan dari KL Lazismu UMY. Di antaranya adalah UMY, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Aisyiyah (UNISA), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Muhammadiyah Kuningan (STKIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta (UPN), Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Yogyakarta (UPY), Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya (IAIN), dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Salah satu penerima Beasiswa Sang Surya, Rasyid Ridho mengatakan, nominal bukanlah hal yang penting, namun dorongan dan bantuan yang diberikan dapat memotivasi semua penerima beasiswa dalam melanjutkan kegiatan belajarnya. "Dari nominal yang diberikan, semoga bisa membantu kami yang membutuhkan dan sangat berarti dalam rangka membantu biaya pendidikan kami. Saya merasa bangga, salut dan memberikan apresiasi yang besar kepada Lazizmu UMY karena dari pengorbanan dan ketersediaan Lazizmu UMY mengabdi untuk negeri sehingga apa yang dilakukan dirasakan oleh semua pihak tidak hanya mahasiswa UMY saja,” tutur Rasyid yang merupakan mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi (Coas) Fakultas Kedokteran Gigi UMY
Sementara itu, mahasiswi Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) UNY, Juwinda Habibah bertekad menjadi mahasiswa yang berprestasi dan memanfaatkan beasiswa tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia pun berterima kasih karena menurutnya bantuan itu tidak sekadar finansial, tetapi juga sebagai dorongan motivasi. "Kami bertekad menjadi mahasiswa yang berprestasi, berakhlak mulia, memiliki jiwa sosial yang tingga yang kemudian beasiswa ini bukan hanya menjadi bantuan finansial tetapi juga dorongan motivasi dan dukungan bagi kami untuk terus berjuang," ungkapnya.
Sebagai penutup, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng, selaku Rektor UMY memberikan motivasi dengan menegaskan bahwa kebahagiaan yang sebenarnya adalah tentang berbagi terhadap sesama manusia. "Kebahagiaan sejati bukan seberapa banyak dan besar uang yang kamu kumpulkan dan kamu miliki, tapi seberapa banyak pertolongan yang kamu berikan untuk orang lain," pungkas Gunawan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BATANG -- Ilman Nafia, seorang marbot di Masjid RSI PKU Muhammadiyah Batang menerima bantuan program Pemberdayaan UMKM dari Lazismu Kabupaten Batang. Bantuan ini merupakan bentuk kerja sama Lazismu Kabupaten Batang dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kauman. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua PRM Kauman H. Arief Budiman didampingi oleh perwakilan Divisi Program Lazismu Kabuapaten Batang, Moch. Bram Setya di rumah Ilman Nafia, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang ini pada Senin (12/02).
Ilman Nafia menyambut bantuan ini dengan penuh suka cita. Ia pun mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kabupaten Batang. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan usaha kecil saya. Dengan adanya tambahan modal ini, saya berharap bisa memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik lagi di bulan Ramadhan nanti," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRM Kauman H. Arief Budiman berharap dengan adanya penyaluran program ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM di daerah Kabupaten Batang. Selain itu, bantuan ini dapat membantu pelaku UMKM untuk mempersiapkan usahanya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
"Kami berharap UMKM ini dapat berkembang dan bisa mempersiapkan diri bulan Ramadhan nanti, apalagi biasanya bulan Ramadhan pesanan baju baru itu meningkat. Saya juga mengapresiasi program UMKM Lazismu Batang ini, program yang menjadikan dana zakat menjadi produktif dan sangat bermanfaat," ungkap Arief.
Bentuk program yang disalurkan adalah tambahan modal usaha bagi Ilman Nafia. Ia telah menjalankan usaha jualan berbagai macam pakaian secara berkeliling dan menerima pesanan selama lebih dari sepuluh tahun. Bantuan modal ini diharapkan dapat membantu Ilman dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, terlebih pada waktu itu permintaan pakaian meningkat secara signifikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BATANG -- Banjir yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah memantik kepedulian berbagai pihak. Tidak terkecuali SD Muhammadiyah Limpung, siswa-siswa sekolah ini juga turut ambil bagian membantu meringankan beban warga yang terdampak. Melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu Limpung, bantuan berupa 60 paket Hygiene Kit untuk penyintas banjir di Kabupaten Demak disalurkan pada Jumat (16/02).
Kepala KL Lazismu Limpung, Abdul Wahab Asyifak menjelaskan, bantuan yang dikirimkan berasal dari penghimpunan melalui program Filantropis Cilik yang digagas Lazismu dan SD Muhammadiyah Limpung. Program ini menanamkan kepedulian sejak dini kepada para peserta didik.
"Luar biasa kepedulian dari siswa-siswi SD Muhammadiyah Limpung terhadap kebencanaan yang terjadi di Demak. Ini semua wujud dari program Filantropis Cilik yang tiap bulan mereka setor ke KL Lazismu Limpung. Terima kasih anak-anakku yang sudah mau belajar dermawan atau peduli sejak kecil," jelas Wahab.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Limpung, Abdullah Azzam Izzuddin mengungkapkan bahwa para peserta didiknya antusias dengan program tersebut. Ia juga mengapresiasi langkah Lazismu dan MDMC dalam merespon banjir di Kabupaten Demak dengan merangkul semua pihak.
"Kami dan anak-anak sebagai bagian keluarga SD Muhammadiyah Limpung tentunya antusias dengan program ini. Terima kasih kepada Lazismu dan MDMC telah merangkul anak-anak untuk mengimplementasikan anjuran Rasulullah untuk menolong sesama manusia. Dalam hal ini artinya anak-anak dapat lebih mengetahui bagaimana mengimplementasikan sikap kepedulian," ungkap Abdullah Azzam Izzuddin.
Bantuan tersebut kemudian langsung dikirimkan ke lokasi terdampak banjir. Selain membawa logistik, Lazismu bersama MDMC Kabupaten Batang juga menugaskan 5 orang relawan untuk membantu mempercepat penangangan banjir di Kabupaten Demak. Penyaluran bantuan ini juga merupakan salah bentuk pendidikan karakter dan rasa kepedulian terhadap sesama manusia yang sudah ditanamkan kepada anak-anak didik melalui program Filantropis Cilik yang bekerja sama dengan Lazismu Kabupaten Batang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

