

KABUPATEN REMBANG -- Lazismu Kabupaten Rembang melakukan pergantian kepemimpinan dalam tubuh eksekutif dalam rangka meningkatkan kinerja secara maksimal dan optimal. Serah terima jabatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Rembang H. M. Anshori Sholeh, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Rembang M. Faqihuddin Hakimi, serta sejumlah staf eksekutif. Acara ini berlangsung di kantor Lazismu Kabupaten Rembang.
Ketua PDM Rembang H. M. Anshori Sholeh dalam sambutannya menegaskan, Lazismu memiliki peran sebagai lembaga filantropi dengan misi untuk mengentaskan kemiskinan yang terjadi. Pergantian pimpinan ini pun diharapkan dapat menjadi momentum bagi Lazismu Kabupaten Rembang agar dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Lazismu adalah wadah untuk mengentaskan kemiskinan, oleh sebab itu kita harus berkontribusi secara maksimal dan optimal," ujarnya.
M. Faqihuddin Hakimi selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Rembang berharap dengan adanya perubahan kepemimpinan ini dapat mendorong untuk menciptakan beragam inovasi-inovasi baru demi kemajuan Lazismu. "Inovasi diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah," harapnya.
Sementara itu, M. Yusuf Latief yang resmi menjabat sebagai Manajer Lazismu Kabupaten Rembang yang baru memberikan pandangan terkait arah yang akan diambil ke depan. "Saya optimis dengan kerja sama yang baik, ke depan Lazismu Rembang bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga lain di Muhammadiyah guna memajukan persyarikatan," sebutnya.
Proses serah terima jabatan ini merupakan titik awal untuk mewujudkan visi dan misi Lazismu yang lebih baik. Dalam era kepemimpinan baru ini diharapkan akan lahir inovasi-inovasi strategis yang dapat memperluas dampak positif Lazismu Rembang dalam membantu masyarakat. Momentum ini menjadi penting untuk melihat perubahan positif dan peningkatan kinerja lembaga filantropi ini. Semua pihak diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaiknya untuk mendukung visi dan misi Lazismu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SRAGEN -- Bertempat di Villa Sekipan Tawangangu, Kabupaten Karanganyar, Lazismu Kabupaten Sragen sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah atau Rakerda. Acara ini menjadi sebuah momen penting bagi Lazismu Kabupaten Sragen untuk melakukan evaluasi terhadap program dan pencapaian yang telah dilakukan sepanjang tahun 2023 lalu. Rakerda juga menjadi wadah untuk merumuskan target dan kinerja Lazismu Kabupaten Sragen pada tahun 2024 ini.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (20/01) ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sragen, K.H. Ali Rosyidhi, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah Bidang Audit Kepatuhan dan Monitoring Evaluasi Sukamto, para Kepala Kantor Layanan (KL) Lazismu dan Ketua PCM se-Kabupaten Sragen, dan jajaran Badan Pengurus serta Eksekutif Lazismu Kabupaten Sragen. Mengusung tema "Bersatu Memperkokoh Sinergitas yang Berkemajuan dan Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs" dalam pelaksanaan Rakerda ini, Lazismu Kabupaten Sragen menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Ridwan Adi Sukmono selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sragen dalam kesempatan ini menekankan pentingnya inovasi dan sinergi sebagai kunci keberhasilan Lazismu ke depan. "Untuk menjadi lebih baik, Lazismu harus terus berinovasi dan bersinergi dengan semua pihak, di antaranya adalah Kantor Layanan Lazismu yang ada di cabang, di ranting, hingga di amal usaha kesehatan untuk mencapai semua target dan program yang telah direncanakan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Sragen, K.H. Ali Rosyidhi menyampaikan dukungannya kepada Lazismu Kabupaten Sragen agar terus berkembang dan mengajak masyarakat terutama warga Muhammadiyah di Kabupaten Sragen untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui Lazismu. "Semoga Lazismu diberi keistiqomahan dan kekuatan menjalankan amanah memberdayakan ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya) yang mampu memajukan Indonesia, mencerahkan semesta," harapnya.
Melalui inovasi, sinergi, serta komitmen yang tinggi, Lazismu Kabupaten Sragen berharap agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut dan sekitarnya. Pada kesempatan ini, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sragen juga menyampaikan tentang SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang telah digunakan oleh Lazismu Kabupaten Sragen untuk mengoptimalkan pengelolaan ZISKA secara amanah dan profesional.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALANGKA RAYA -- Program Mubaligh Berkemajuan diinisiasi oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah dan mahasantri Pendidikan Kader Ulama Muhammadiyah (PKUM). Melalui program ini, para santri PKUM akan disebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Program yang diinisiasi pada Jumat (02/02) tersebut untuk menyambut dan menginspirasi dakwah dalam rangkaian kegiatan Ramadhan 1445 H.
Rangkaian acara dihadiri oleh H. M. Syairi Abdullah selaku Wakil Ketua PWM Kalimantan Tengah yang membidangi tabligh, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah Muhammad Fitriani, Sekretaris Bidang Tabligh PWM Kalimantan Tengah Aris Pratama Gunawan, Mira selaku Staf Bidang Program Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, serta mahasantri PKUM Kalimantan Tengah. Acara ini berlangsung di aula Gedung dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono Km 1,5 Kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Kalimantan Tengah yang membidangi tabligh, H. M. Syairi Abdullah mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinanti oleh semua umat muslim. Program Mubaligh Berkemajuan merupakan salah satu cara menyemarakkan Ramadhan yang penuh kegembiraan, khususnya di pedalaman Kalimantan Tengah.
"Bukti kongkret Muhammadiyah menyemarakkan bulan Ramadhan sebagai gerakan dakwah yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah, moderat, terkait dengan dakwah Muhammadiyah yang merupakan pilar utama dalam menyampaikan pesan dakwah islam yang Rahmatan lil alamin," ujar Syairi Abdullah.
Sekretaris Bidang Tabligh PWM Kalimantan Tengah, Aris Pratama Gunawan menuturkan, mubaligh adalah penyambung lidah organisasi Muhammadiyah yang menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan juga gerakan tajdid yang membawa pembaharuan dan kemurnian dalam dakwah ajaran agama Islam. Ia pun mengutip Al-Qur'an surah Fushshilat ayat 33, "Dan siapakah lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyuruh kepada Allah dan melakukan kebajikan dan dia berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim yang menyerahkan diri kepada Allah."
Aris kemudian merinci mengenai tiga ciri pergerakan Muhammadiyah. "Yang pertama gerakan dakwah. Kedua gerakan amar ma'ruf nahi munkar, dan ketiga gerakan tajdid. Gerakan Ilmu, ciri ketiga gerakan ini tidak akan terpisahkan dalam organisasi Muhammadiyah dalam gerakan Islam," sebutnya.
Senada, Muhammad Fitriani selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah mengingatkan, Lazismu harus hadir pada momen Ramadhan ini dan harus banyak memberi manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat. Dengan adanya program Mubaligh Berkemajuan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan terciptanya ekosistem di Muhammadiyah, terutama dalam program antara majelis dan lembaga. "Peran dakwah Muhammadiyah sangatlah penting jika terorganisair sehingga penyampaian dakwah tepat dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu Lazismu Kalimantan Tengah mendukung penuh Mubaligh Berkemajuan ini," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Akibat hujan yang terus menerus mengguyur, empat desa di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo terendam banjir. Keempat desa tersebut adalah Kedungbanteng, Banjarpanji, Banjarasri, dan Kalidawir. Desa-desa ini telah dilanda bencana hidrometeorologi beberapa pekan sebelumnya.
Banjir menyebabkan warga kesulitan mendapatkan akses air bersih. Sebagian pun mulai menderita berbagai penyakit. Keadaan ini mendapatkan perhatian dari Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Bantuan berupa 600 jerigen air bersih dan obat-obatan segera disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Kedungbanteng pada Jumat (16/02).
Ketua RT 08 Desa Kedungbanteng, Saikur Rohman menjelaskan, kondisi curah hujan yang cukup deras membuat genangan air yang cukup tinggi. Situasi ini sudah berlangsung hampir sepekan di lingkungan RT 08. Akibatnya, banyak warga yang menderita penyakit kutu air, serta gatal-gatal di sela-sela jari kaki atau biasa masyarakat menyebutnya dengan rangen.
"Di Desa Kedungbanteng sebetulnya 3 tahun lalu untuk mencegah banjir sudah ada upaya pengurukan setinggi satu meter, dan beberapa tahun kemudian di musim hujan aman. Baru tahun ini air mulai menggenang di rumah warga hingga setinggi 30 cm," ungkap Saikur.
Kondisi yang memprihatinkan ini membuat Saikur mencoba mencari solusi untuk warganya. Ia berharap ada bantuan untuk fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus) portabel lantaran MCK milik warga tidak bisa dipakai saat situasi seperti ini. Selain itu, Saikur yang bekerja sebagai satpam di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo ini juga mengharapkan bantuan air bersih dan obat-obatan.
"Saya berharap kondisi ini segera membaik dan terima kasih atas bantuan dari Lazismu untuk warga sekitar sehingga meringankan beban warga sekitar sini," sambung Saikur.
Saat ini sudah ada beberapa warga yang mengungsi di balai milik RW setempat karena kondisi masih turun hujan dan genangan air selama beberapa hari belum surut. Terdapat beberapa pengungsi lansia dan anak-anak yang mengungsi di tempat tersebut. Bantuan kasur dan selimut disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.
Bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo disalurkan oleh Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Rubianto mewakili MDMC Kabupaten Sidoarjo yang turun langsung ke lokasi banjir mengungkapkan, bantuan 600 jerigen air bersih ini dibagikan kepada warga yang tinggal di 3 RT Desa Kedungbanteng, yaitu RT 07, 08, dan 09.
"Sebetulnya di lokasi Kedungbanteng sudah ada pompa air untuk membantu membuang air ke sungai, tapi karena kondisi air sungai pun sudah penuh sehingga air belum bisa dibuang, menunggu air sungai surut," terang Rubianto.
Dengan adanya bantuan ini, lanjut Rubianto, warga sangat bersyukur karena bisa memperoleh air bersih yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak. "Kondisi warga di sana ada beberapa yang mulai terkena penyakit gatal-gatal dan diare. Semoga banjir segera berakhir," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KOTA YOGYAKARTA -- Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menyerahkan hibah Al-Qur'an sebanyak 31 mushaf kepada Masjid Al-Amien Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta. Hibah ini kemudian disalurkan ke Majelis Dzikir Al-Amien Gowongan dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Masjid Al-Amien Gowongan. Penyerahan hibah Al-Qur'an dilakukan secara simbolis oleh Ketua Takmir Masjid Al-Amien kepada perwakilan Majelis Dzikir Al-Amien dan TPA Masjid Al-Amien, bersamaan dengan Tabligh Akbar bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, H. Muhammad Ihwan Ahada.
Pada acara yang berlangsung Ahad (28/01) ini, H. Muhammad Ihwan Ahada menyampaikan materi dengan tema "Mensyukuri Nikmat Iman". Menurutnya, keberadaan iman sangat penting dijadikan sebagai fondasi dalam setiap diri umat manusia beriman.
"Iman bukanlah uang. Imam bukanlah ATM yang isinya penuh. Iman juga bukan sertifikat, yang kemudian digadaikan lalu dapat uang. Iman bukan emas, tetapi iman adalah sesuatu yang memang tidak terlihat, tetapi iman ini sesungguhnya karunia Allah yang tidak bisa kita bandingkan nilainya dengan apapun juga," terang Ikhwan yang pernah menjabat sebagai Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Mensyukuri nikmat iman sebagai wujud dari karunia Allah, sambung Ikhwan, merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, melalui pengajian ini ia mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa selalu bersyukur atas nikmat iman sebagai karunia Allah. Apalagi iman memiliki nilai sangat mahal dalam neraca kehidupan.
Masjid Al-Amien berada di Gowongan JT III/417, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Masjid ini didirikan oleh umat Islam yang ada di Kampung Gowongan pada tahun 1968. Pengelolaan kegiatan berada di bawah naungan Yayasan Al-Amien Gowongan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor AHU0015737.AH.01.04 Tahun 2018 tanggal 12 November 2018.
Sementara Majelis Dzikir Al-Amien dan TPA Masjid Al-Amien adalah kegiatan rutin yang dikelola secara langsung di bawah pengurus Takmir Masjid Al-Amien. Mewakili jamaah dan pengurus takmir, Ketua Takmir Masjid Al-Amien Mu'arif mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan hibah Al-Qur'an kepada pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN KARANGANYAR -- Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPM-LH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar bersama Lazismu Kabupaten Karanganyar menjalin kolaborasi dengan mendirikan Pusat Pendidikan Pelatihan Jamaah Tani Muhammadiyah (Pusdiklat Jatam) dan Kerja sama Pengelolaan Peternakan Domba Unggul. Tujuannya adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan pertanian terpadu berbasis jamaah. Kegiatan ini berlangsung di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Pusdiklat Jatam ini diresmikan oleh Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Romadhoni pada Rabu (17/01). Ia menuturkan bahwa Pusdiklat Jatam ini dapat menjadi tempat interaksi antar peternak yang tergabung dalam Jatam serta menjadi tempat belajar bagi mereka. "Pusdiklat memiliki potensi besar sebagai tempat Jamaah Tani dapat saling berinteraksi dengan lebih mendalam, sekaligus menjadi pusat pembelajaran yang berharga bagi mereka," ujarnya.
Hadirnya Pusdiklat Jatam diharapkan mampu menjawab 3 hal. Pertama, meningkatkan budidaya atau sisi hulu dan menjamin tersedianya kambing domba. Kedua, pemasaran produk agar budidaya petani/peternak Jatam dapat diserap pasar. Ketiga, menghadirkan gerakan konkrit yaitu "Gerakan Kembali Bertani". Hal itu dilakukan untuk menjawab persoalan kesenjangan usia petani di Indonesia, terlebih saat ini mayoritas petani berusia tua. Gerakan Kembali Bertani dimaksudkan untuk memikat kaum muda supaya kembali bertani.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Karanganyar, Akhmad Zaki berharap, dengan adanya pengelolaan kandang peternakan domba unggulan ini dapat mengoptimalkan potensi pembelian hewan qurban warga Muhammadiyah, khususnya yang ada di masjid serta amal usaha. "Bapak ibu tak perlu ragu untuk berqurban melalui Lazismu. Mengapa? karena ternak qurban Lazismu dibeli dengan harga terbaik serta dikelola secara profesional sehingga mendapatkan jaminan syar'i. Dari jamaah kembali kepada jamaah," tegasnya.
Program ini langsung mendapatkan sambutan yang positif dari mitra Lazismu Kabupaten Karanganyar yaitu PT BPR Syariah Hikmah Khazanah. Lembaga keuangan tersebut memberikan bantuan senilai tiga puluh juta rupiah untuk pengelolaan domba unggul yang dikelola di Kandang D'Mumtaz. Kandang ini adalah milik Irfan Chaerudin, salah satu anggota MPM-LH PDM Karanganyar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

