

KABUPATEN LUMAJANG -- Libur sekolah kerap dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mengkhitan anak-anaknya. Namun, tidak semua mampu menunaikan hajat tersebut, terutama bagi mereka yang dhuafa. Lazismu Kabupaten Lumajang pun mengadakan Khitan Ceria untuk yatim piatu dan dhuafa yang bertempat di Ruang Ar Rahim 2, Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang.
Pada acara yang berlangsung Ahad (24/12) ini, Lazismu Kabupaten Lumajang menggandeng Majelis Telkomsel Taqwa. Turut berhadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang Halimi Maksum, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur Aditio Yudono, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Lumajang Djatto, serta Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang Eny Kurniawati.
Djatto selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Lumajang merincikan bahwa khitanan kali ini diikuti oleh 30 anak. Ia berharap agar Lazismu dapat terus berinovasi dalam penghimpunan dana ZIS (zakat, infak, dan sedekah). Hal ini agar manfaat yang dirasakan dari pengelolaan dana tersebut dapat terus berlanjut.
"Kegiatan khitan hari ini bertepatan dengan pertemuan PDM se-Tapal Kuda. InsyaAllah ridha Allah menyertai kita, Lazismu semakin berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat luas," ujar Djatto.
Djatto kemudian mengajak untuk mendoakan anak-anak peserta khitanan agar menjadi anak dengan tumbuh kembang yang hebat, bermartabat dan cerdas baik dari sisi intelektual maupun sosial. Selain itu, mereka dapat menjadi generasi penerus yang berlandaskan Islam.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, kegiatan yang digelar secara rutin menjelang liburan sekolah ini untuk memberikan pelayanan kesehatan nyata, terutama dalam membantu warga dhuafa melaksanakan hitan yang merupakan kewajiban muslim. "Alhamdulillah, kegiatan Khitan Ceria kali ini bisa digelar untuk anak yang berasal dari beberapa daerah di Lumajang. Mereka juga diberikan santunan, baju muslim, dan paket snack," sebutnya.
Aditio juga berharap agar kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Lazismu di tiap daerah di Jawa Timur ini dapat memberikan manfaat, baik bagi anak-anak penerima manfaat maupun orang tuanya. Selain itu, jumlah peserta khitan dapat meningkat pada tahun depan, dengan target 100 orang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Kuswantoro]

KABUPATEN PULANG PISAU -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau memberikan bantuan beasiswa kepada para peserta didik jenjang sekolah menengah pertama di kabupaten tersebut. Bantuan yang disalurkan melalui Lazismu tersebut bernilai sebesar Rp. 14.500.000,- yang diberikan kepada 50 penerima manfaat. Semuanya merupakan siswa-siswa kurang mampu dari SMPN 5 Kahayan Hilir dan SMPN 4 Kahayan Hilir.
Wakil Ketua PDM Pulang Pisau, Ahmad Dhofir berharap agar penyaluran beasiswa ini dapat memberikan semangat kepada siswa-siswi dhuafa untuk giat belajar. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Harapan kita dengan bantuan pendidikan ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi kepedulian Muhaammadiyah kepada masyarakat sekitar, khususnya sekolah ini. Semoga bisa sedikit meringankan bagi kebutuhan pendidikan anak-anak kita. Pesan saya, janganlah digunakan untuk hal-hal lain di luar pendidikan, gunakanlah untuk melengkapi kebutuhan sekolah, misalkan yang ada tunggakan bisa dilunasi, atau untuk membeli perlengkapan sekolah," ujar Dhofir dalam sambutannya saat penyerahan bantuan secara simbolis di SMPN 5 Kahayan Hilir.
Bantuan ini pun disambut oleh Kepala SMP Negeri 5 Kahayan Hilir, Khadlrun. Ia mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu Kabupaten Pulang Pisau kepada sekolah. "Bantuan ini dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan, seperti pembelian kelengkapan seragam, topi, dasi, dan kebutuhan pendidikan untuk siswa lainnya," pesannya kepada seluruh penerima manfaat.
Sementara itu, Bonni Febrian selaku Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pulang Pisau menyebutkan bahwa Lazismu mempunyai Enam Pilar Program dalam berbagai kegiatannya. Keenam Pilar Program tersebut yaitu Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Sosial Dakwah, Kemanusiaan, serta dan Lingkungan. Pendidikan menjadi salah satu ikhtiar Lazismu dalam rangka berkontribusi membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa mendukung pembangunan negara, khususnya bidang pendidikan.
"Semoga Lazismu Pulang Pisau dapat selalu menebar kebermanfaatan melalui program-progam kebaikan kepada warga masyarakat, khususnya di Pulang Pisau. Terima kasih Kepada para muzakki dan donatur yang selama ini telah memercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu Pulang Pisau. Semoga Allah memberikan pahala keberkahan dan selalu meridhai apa yang menjadi niat baiknya," papar Bonnie.
Bantuan yang dikemas melalui program Beasiswa Mentari ini diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan pendidikan, memotivasi semangat belajar para peserta didik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau. Sebelumnya telah dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Ketua PDM Pulang Pisau kepada masing-masing kepala sekolah bertepatan dengan acara Milad ke-111 Muhammadiyah dan Festival Pustaka Muhammadiyah pada Sabtu (09/12) lalu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni Febrian]

KABUPATEN TANGERANG -- Melalui program "Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang" atau Timbang, Nasyiatul Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk ikut andil dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Ada tiga titik fokus penanganan stunting, yaitu di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, dan Kabupaten Tangerang Banten. Salah satunya melalui Kick Off Program Timbang dan Seminar Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), di Balai Desa Pasir Nangka, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Dalam menjalankan program Timbang, sinergi dilakukan dengan para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah setempat hingga para mitra. Mewakili Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah, Oom Qomariyah menjelaskan, para mitra yang terlibat dalam program ini antara lain Lazismu, PT Paragon Technology and Innovation, serta Bank Mega Syariah. Para mitra tersebut sangat mendukung rangkaian program Timbang, sejak penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) sampai dengan kegiatan tindak lanjut lainnya.
"Terima kasih para stakeholder, donatur, ibu-ibu kader posyandu, masyarakat yang sudah mendukung. Kita sebelumnya sudah membuat FGD terkait persoalan stunting di desa Pasir Nangka kecamatan Tigaraksa ini, mudah-mudahan kehadiran kami ini bisa memberikan kemanfaatan," ungkap Oom Qomariyah saat acara yang berlangsung pada Rabu (13/12) tersebut.
Komitmen Nasyiatul Aisyiyah dalam pencegahan kasus stunting ini, lanjut Oom, telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Sebab, program telah dijalankan oleh pihaknya pada periode sebelumnya. "Pengalaman Nasyiah terkait Program Timbang, bukan kali ini saja. Di Desa Rawabelut Cianjur dan di Wonosobo juga sudah kita laksanakan. Alhamdulillah kami mendapat penghargaan dari Kementerian Bappenas. Adapun ciri khas program Timbang adalah penanganan penurunan stunting, kami tidak hanya mendampingi secara langsung, tetapi juga melakukan advokasi, edukasi kepada keluarga melalui FLC yaitu Family Learning Centre," terangnya.
Artati Haris selaku Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah menyampaikan dukungan atas terselenggaranya program Timbang ini. Lazismu sebagai lembaga filantropi memiliki kewenangan untuk melaksanakan penghimpunan dan distribusi dana dari umat, baik berupa zakat, infak, maupun sedekah. Program ini pun diharapkan dapat menjadi ikhtiar bersama dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak sangat diharapkan.
"Dalam proses penyaluran dan pemberdayaan, kami bekerja berdasarkan beberapa pilar, salah satunya pilar kesehatan. Ada beberapa prioritas, pemenuhan hak dasar kesehatan itu merupakan salah satu prioritas kami. TB juga prioritas kami, kemudian ada Rumah Singgah dan pencegahan stunting. Khusus pencegahan stunting, Lazismu tahun 2023 ini sudah bermitra dengan PP Nasyiatul Aisyiyah dan bekerja pada pencegahan stunting di tiga wilayah, yaitu di Cianjur Jawa Barat, di Wonosobo Jawa Tengah, dan Kabupaten Tangerang," jelas Artati.
Progam Timbang ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. H. Achmad Kasori selaku Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Tangerang menyatakan, program Timbang selaras dengan misi Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) yang dibentuk pemerintah. "Stunting adalah tantangan di sektor kesehatan yang saat ini dihadapi masyarakat. Persoalan stunting menjadi fokus utama dalam program ini. Di dalamnya juga memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang, bagaimana perawatan anak dan lain-lain," ujarnya.
Terakhir, Achmad Kasori memberikan apresiasi kepada Nasyiatul Aisyiyah yang ikut serta menurunkan kasus stunting di berbagai daerah. "Apresiasi kami kepada organisasi PP Nasyiatul Aisyiyah terkait sinergi program Timbang ini. Semoga program ini dapat berjalan baik, lancar, dan memberikan dampak positif bagi anak-anak kita semua," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

YOGYAKARTA -- Kepedulian terhadap layanan kesehatan terus ditunjukkan oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bertempat di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, KL Lazismu UMY menggelar Khitanan Gratis untuk anal-anak yang berasal warga dhuafa. Tidak hanya itu, KL Lazismu UMY juga menyerahkan satu unit Mesin Laser AUH yang akan dipergunakan untuk proses khitan, sehingga khitanan ini menjadi istimewa karena anak-anak dikhitan dengan menggunakan metode laser.
Kepala KL Lazismu UMY, Rozikan menuturkan, pihaknya memastikan bahwa penerima manfaat program ini adalah mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini ditunjukkan melalui surat keterangan tidak mampu sebagai syarat untuk mengikuti khitanan gratis tersebut. "Jadi memang dikhususkan untuk para mustahik, makanya dalam pengajuannya kita menggunakan surat keterangan tidak mampu sehingga bahwa yang mendapatkan itu adalah orang yang membutuhkan atau memang orang tidak mampu, masuk dalam kategori miskin," terangnya.
Rozikan menambahkan, kegiatan ini dalam rangka untuk memfasilitasi para dhuafa untuk mendapatkan layanan khitan dengan kualitas bagus. Selama ini, khitan dengan fasilitas laser hanya bisa diakses untuk kaum menengah ke atas. Dengan adanya bantuan Mesin Laser AUH dari muzakki, KL Lazismu UMY pun dapat menyelenggarakan khitanan gratis dengan metode laser.
"Saya kira ini perdana, khitan massal gratis menggunakan alat laser. Dalam melakukan khitan kita juga didampingi oleh dokter spesialis, sehingga ada dokter umum, ada dokter spesialis, ada perawat, jadi lengkap," ungkap Rozikan.
Penyerahan Mesin Laser AUH ini disambut baik oleh Direktur Utama RS AMC Muhammadiyah, drg. Betha Candra Sari. Menurutnya, khitan gratis untuk dhuafa dengan metode laser merupakan yang pertama di Kota Yogyakarta. Ia pun berharap dengan bantuan ini dapat memantik para muzakki dalam menunaikan zakat melalui KL Lazismu UMY.
"Alhamdulillaah hari ini bisa diselenggarakan khitan gratis dengan menggunakan metode laser. Ini merupakan yang pertama di DI Yogyakarta, didukung oleh muzakki yang menyalurkan bantuan tersebut ke Lazismu UMY. Mudah-mudahan ini menjadi jalan bagi muzakki yang lain untuk bisa menyalurkan zakatnya di Lazismu UMY dan insyaAllah kemaslahatannya sampai di masyarakat yang memang membutuhkan," ujar Betha Candra Sari.
Salah satu orang tua penerima manfaat mengucapkan terima kasih kepada KL Lazismu UMY yang telah memfasilitasi khitan gratis ini. Terlebih khitanan ini dilaksanakan dengan metode laser. Ia pun berharap agar Lazismu ke depan terus memberikan manfaat bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (23/12) ini diikuti oleh 29 anak. Mereka juga mendapatkan bingkisan dari KL Lazismu UMY. Turut berhadir dalam acara ini Komisaris AMC Ahmad Syauqi Soeratno, Direktur Utama AMC drg. Betha Candra Sari, serta M. Khaeruddin Hamsin mewakili KL Lazismu UMY.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fajar]

MESIR -- Bantuan rakyat Indonesia yang diamanahkan melalui Muhammadiyah telah sampai di Palestina. Diberangkatkan dengan menggunakan truk, bantuan tersebut bertolak dari Kota Badr, Kairo pada Senin (27/11) dan tiba di perbatasan Rafah pada Ahad (17/12). Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui koordinasi Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan diterima oleh Palestine Red Crescent Society atau Bulan Sabit Merah Palestina.
Konflik kemanusiaan yang terjadi di Palestina mendorong berbagai pihak untuk mengirimkan bantuan, termasuk Muhammadiyah yang menghimpun dana melalui Lazismu. Terlebih saat sedang dilakukan gencatan senjata untuk membuka pintu masuk bagi bantuan kemanusiaan internasional. Pengiriman bantuan tersebut melibatkan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir, Kantor Layanan (KL) Lazismu PCIM Mesir, IHA, serta mitra lokal yaitu Ghiras.
Mewakili Ghiras, Muhammad menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia. Dengan bantuan tersebut, ia berharap agar penderitaan yang dialami saudara-saudara di Palestina dapat terobati. "Mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang sudah menitipkan paket bantuannya melalui kami. Dengan harapan yang sangat besar semoga bantuan tersebut dapat membantu dan meringankan saudara kita yang ada di Palestina," ujarnya.
Ketua PCIM Mesir Hidanul Achwan dan Kepala KL Lazismu PCIM Mesir Khairul Hakim terus memantau proses pengiriman bantuan sejak diterima di Mesir hingga tiba di perbatasan Rafah. Khairul Hakim merinci, bantuan tersebut berisi makanan pokok seperti beras, tepung, minuman, peralatan medis, serta pakaian musim dingin.
"Kami sangat berterima kasih kepada Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah memercayakan kami untuk menjadi tim lapangan yang terjun langsung dalam melakukan pengemasan, pengawasan, dan pelepasan truk bantuan kemanusiaan. Banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kami dapat," ungkap Khairul Hakim.
Penyaluran bantuan ini berada di bawah payung IHA, sebuah aliansi yang mewadahi lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina. IHA juga turut berkomitmen dalam menjaga semangat juang warga di Palestina. Melalui program Muhammadiyah Aid, Lazismu turut andil dalam konvoi 11 truk bantuan kemanusiaan. Dua truk di antaranya membawa bantuan dari Muhammadiyah. Setiap truk tersebut memilliki bobot sebesar 16 ton.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BIREUEN -- PPNI atau Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Bireun memercayakan amanah donasi untuk rakyat Palestina melalui Lazismu. Penyerahan bantuan dana kemanusiaan ini dilakukan pada sela-sela acara penutupan Pelatihan Perawatan Luka. Ketua PPNI Bireuen, Mirzal Tawi didampingi Sekretaris Muhammad Hidayat, Bendahara Fauzi Mahmoed serta para Pengurus Harian PPNI Bireuen menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah.
Menurut Fajar Ardiansyah, bantuan tersebut merupakan hasil dari penghimpunan donasi yang dilakukan oleh PPNI. Tidak hanya dari kalangan pengurus PPNI dan para perawat, bantuan juga berasal dari masyarakat yang mendonasikannya melalui rekening PPNI.
"Donasi dari PPNI Bireuen berjumlah Rp. 14.797.300,- yang merupakan hasil penggalangan dana perawat Bireuen dari pengurus DPD dan 27 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI se-Kabupaten Bireuen, serta ada juga donasi para muhsinin yang langsung ditransfer melalui rekening donasi PPNI Peduli Palestina," ungkapnya.
Lazismu Kabupaten Bireuen pun, sambung Fajar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PPNI Bireuen yang telah memercayakan penyaluran donasi melalui pihaknya untuk membantu rakyat Palestina. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Rabu (13/12) di Bireuen Parte Cafe.
Ketua PPNI Bireuen, Mirzal Tawi menyampaikan terima kasih kepada seluruh perawat Bireuen dan para muhsinin yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk donasi Palestina ini. "Sebagai seorang muslim dan juga bagian dari masyarakat dunia, persoalan Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan, namun juga persoalan keimanan atau akidah. Tentu kita bisa merasakan kepedihan yang dialami saudara kita di Gaza, Palestina dan kita doakan penjajahan terhadap negara Palestina segera berakhir," ujarnya.
Hasil penghimpunan donasi ini menunjukkan bahwa perawat Bireuen sangat peduli dengan kondisi warga muslim Palestina. Ia pun berharap agar donasi ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di sana. "Semoga donasi ini dapat segera disalurkan dan dapat membantu meringankan beban saudara kita yang ada di Palestina," tutup Mirzal Tawi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

