

KABUPATEN BREBES -- Puluhan anak yatim mendapatkan santuan dari Lazismu Kabupaten Brebes. Melalui program Semarak Yatim Ceria, Lazismu berbagi kebahagiaan kepada 25 anak yatim dan piatu dengan menyalurkan bantuan berupa paket seragam dan uang tunai. Kegiatan ini berlangsung pada saat pengajian Ahad pagi yang digelar di halaman kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Brebes.
Manajer Lazismu Kabupaten Brebes, Taufik menjelaskan, pihaknya kembali menghadirkan kebahagiaan, di antaranya melalui santuan anak yatim. Santunan bukan hanya diberikan kali ini saja, melainkan sudah sejak lama diberikan kepada anak yatim secara rutin ke sekolah. Lazismu Kabupaten Brebes akan membayarkan iuran sekolah bila ada anak yatim yang belum bisa membayarnya.
"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak dan relawan yang telah membantu lancarnya kegiatan ini. Terkhusus kepada semua donatur yang telah mengamanahkan zakat dan infaknya melalui Lazismu Kabupaten Brebes," ujar Taufik saat kegiatan yang berlangsung pada Ahad (06/08) tersebut.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Brebes, A. Basori menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan berusaha menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Brebes. "Program ke depan juga akan ada beasiswa bagi mereka yang hafal Al-Qur'an," tegasnya
Sementara itu, salah satu anak penerima santunan, Syahrul Gunawan mengaku senang bisa mendapatkan paket seragam dan uang tunai. "Alhamdulillah di awal kelas yang baru, saya bisa memakai seragam baru dan bisa mendapat uang untuk uang saku jajan tiap hari berangkat sekolah," ungkapnya.
Selain aksi tersebut, Lazismu Kabupaten Brebes juga terus memperkuat sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Beberapa program terkait kewirausahaan, pelayanan kesehatan, dan bantuan pendidikan juga telah dijalankan oleh Lazismu Kabupaten Brebes.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Peluang kerja sama dijajaki oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat bersama Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dan Lazismu Wilayah Nusa Tenggara Barat. Kerja sama tersebut terkait pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program Mahyani (Pembangunan Rumah Layak Huni) dan Beasiswa untuk mahasiswa Lombok Barat yang melanjutkan pendidikan di DI Yogyakarta maupun Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat. Hal ini disampaikan saat kunjungan Ketua BAZNAS Lombok Barat ke kantor Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang diterima oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Cahyono dan Manajer Lazismu DI Yogyakarta, Marzuki.
Pada kunjungan yang berlangsung Kamis (03/08) ini, Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH Taesir menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi tiga pihak, yaitu BAZNAS Lombok Barat, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, dan Lazismu Wilayah Nusa Tenggara Barat. Pihaknya pun sudah membuat draft MoU dengan pelaksanaan teknis dan penandatanganan MoU yang akan dibahas lebih lanjut.
"Kita bersepakat untuk bekerja sama dalam hal pemanfaatan ZIS untuk pembangunan Mahyani dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa Lombok Barat yang ingin kuliah di Yogyakarta, termasuk juga yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah di Mataram," jelas Taesir.
Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, Cahyono mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dan terharu dengan adanya kunjungan dari BAZNAS Lombok Barat. Dalam rangka keberpihakan terhadap kaum dhuafa, kerja sama bisa diterapkan melalui program Lazismu DI Yogyakarta yang disebut Bedah Rumah atau Mahyani dalam program BAZNAS Lombok Barat.
"Kami dari Lazismu DI Yogyakarta mendapat kesempatan untuk banyak sharing. Dalam pertemuan yang sudah kita langsungkan, insyaAllah ke depan kita bisa menjalin kerja sama program baik fundraising dan pentasyarufan, atau program lainnya yang bisa memperat jalinan kerja sama dan komunikasi kami," ungkap Cahyono.
Dengan adanya kerja sama ini akan membantu menangani persoalan rumah kumuh di Lombok Barat sehingga bisa mengurangi rumah kumuh yang saat ini masih mencapai 4000 unit. Sementara itu terkait kerja sama beasiswa bagi mahasiswa, sesuai gambaran pertemuan tersebut, tempat tinggal dan biaya selama kuliah rencananya ditanggung oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, sedangkan pihak BAZNAS Lombok Barat akan membiayai kuliahnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Setelah mendistribusikan bantuan program Bakti Guru Muhammadiyah, Lazismu Wilayah Jawa Timur kembali akan menyalurkan pada tahap kedua. Sebelumnya, bantuan tersebut telah disalurkan kepada 652 orang guru pada tahap pertama yaitu bulan Juni dan Juli 2023. Bantuan yang diberikan berupa 20 kg beras dan RendangMu per paket per dua bulan. Untuk tahap kedua, bantuan akan kembali disalurkan kepada penerima manfaat yang sama dengan sebelumnya.
Wakil Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Aditio Yudono menyatakan bahwa pada tahap pertama paket bantuan telah disalurkan kepada seluruh guru penerima manfaat program Bakti Guru. Saat ini, pihaknya telah siap untuk menyalurkan bantuan tahap kedua. Harapannya, program ini dapat meningkat lagi tahun depan.
"Pada bulan Agustus 2023 ini telah siap disalurkan lagi oleh Lazismu bantuan Bakti Guru Muhammadiyah tahap kedua kepada 652 Guru dengan nama-nama sesuai yang di-SK oleh PWM Jawa Timur. Apabila terdapat perubahan data nama penerima maka tidak lebih dari 10% saja. Semoga, maksimal tanggal 17 Agustus 2023 paket bantuan Bakti Guru ini sudah tersalurkan ke semua penerima manfaat," ujarnya.
Lebih lanjut, Aditio menjelaskan bahwa program ini menyasar para guru yang berpenghasilan rendah. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa pelatihan, di samping pemberian beras tersebut. Kontribusi Lazismu yang didukung oleh muzakki dan donatur dapat semakin dirasakan dan dapat memberi manfaat yang lebih baik lagi.
"Bakti Guru merupakan gerakan sosial dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, salah satunya adalah pemberian bantuan bahan pokok makanan kepada guru yang berpenghasilan rendah. Selain bantuan paket bantuan bahan makanan pokok, pada bulan November 2023 nanti Lazismu juga akan mendukung penuh program Bakti Guru dalam bentuk lainnya, yaitu Pelatihan Diksuspala guna meningkatkan kapasitas guru dalam rangka memajukan sekolah di daerah," imbuh Aditio saat memberikan keterangan pada Senin (07/08).
Program Bakti Guru Muhammadiyah ini bersinergi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan di tingkat daerah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten dan Kota. Sebanyak 13,04 ton beras dan 1304 kaleng RendangMu kembali didistribusikan kepada 652 orang guru Muhammadiyah di 23 daerah di Jawa Timur pada bulan Agustus 2023 ini. Kegiatan penyaluran bantuan ini melanjutkan jadwal yang telah disusun dan ditetapkan oleh PWM Jawa Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Lazismu akan membangun sumur di Kenya untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda negara itu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada acara penyerahan bantuan beasiswa kepada 31 calon mahasiswa asal Kenya untuk berkuliah di sejumlah Universitas Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Aula lantai 6 Masjid At-Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta pada Senin (14/08).
Penyerahan bantuan beasiswa dilakukan secara simbolik kepada Duta Besar Kenya untuk Republik Indonesia, Galma Mukhe Boru. Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, perwakilan Majelis/Lembaga beserta Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) yang ada di Jabodetabek.
"Ini merupakan pintu bagi kita untuk kerja sama dalam program-program kemanusiaan seperti dalam program ini sekaligus juga ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua, Muhammadiyah for All, jadi bukan Muhammadiyah untuk orang Indonesia saja, tapi Muhammadiyah untuk seluruh warga bangsa-bangsa di dunia," tegas Haedar Nashir.
Haedar melanjutkan, selain program beasiswa, Muhammadiyah juga memiliki program lain yaitu pembangunan sumur di Kenya. Program tersebut menjadi misi Muhammadiyah agar dikenal secara luas di tingkat dunia. Dua program itu menjadi bagian dari program internasionalisasi Muhammadiyah. "Program kami membangun dua sumur. Bahwa kita baru bisa membangun dua sumur untuk program kerja sama dengan Kenya. Sumur merupakan kebutuhan penting di Kenya," ujarnya.
Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Mochammad Sholeh Farabi membenarkan rencana pembangunan sumur di Kenya tersebut. Ia menceritakan, bantuan ini berawal dari pertemuan antara pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi dengan PP Muhammadiyah pada tahun lalu. Mereka menyampaikan bahwa Kenya sedang dilanda bencana kekeringan yang terburuk dalam 40 tahun terakhir. KBRI pun membuka kesempatan kepada Muhammadiyah untuk membantu.
"Karena Lazismu memiliki program Sanitasi Untuk Masyarakat (SAUM), maka kita pun berencana untuk membantu. Untuk tahap pertama akan disalurkan bantuan satu sumur bor. Bangunannya beserta tangki air lengkap dengan instalasi listrik tenaga surya beserta jaringan pipa untuk mengalirkan air ke pemukiman," terang Farabi.
Saat ini, lanjut Farabi, Lazismu sedang berkoordinasi dengan KBRI dan mitra yang akan membangun sumur bor tersebut. Kerja samanya berupa pengiriman dana dari Lazismu untuk pembangunan sumur kepada pihak mitra yang ditunjuk. Mitra tersebut merupakan rekomendasi dari KBRI di Nairobi untuk melaksanakan pembangunan sumur tersebut.
Sementara itu, Duta Besar Kenya untuk RI, Galma Mukhe Boru menyampaikan terima kasih atas program yang dijalankan oleh Muhammadiyah. Ia berharap agar ke depannya ada kerja sama pembangunan sumber daya manusia yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kenya. Terlebih lagi hubungan diplomatik kedua negara telah dimulai sejak tahun 1979. "Untuk Menko PMK RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Sekretaris Umum, dan LHKI PP Muhammadiyah, saya berterima kasih banyak atas kolaborasi ini. Terima kasih untuk Muhammadiyah," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Untuk meningkatkan literasi keuangan, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dan FAC Sekuritas membuka kelas saham dalam rangka pengenalan pasar modal syariah. Kelas ini diperuntukkan bagi untuk guru-guru TK ABA yang ada di wilayah DI Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Yogyakarta pada Kamis (10/08).
Selain guru-guru TK ABA, pimpinan Lazismu Daerah se-DI Yogyakarta dan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta juga mengikuti kelas saham. Tujuan dibukanya kelas saham adalah membentuk instrumen investasi untuk dana pensiun yang akan datang. Saham menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan sebagai pos dana pensiun.
Pimpinan FAC Sekuritas, Herry Gunawan menjelaskan, program pendampingan dan pengenalan pasar modal syariah dimulai dari penguatan literasi keuangan untuk menjadi bekal pada masa yang akan datang. Oleh karena itu edukasi pasar modal syariah pun dilakukan untuk ibu-ibu TK ABA dan Aisyiyah. "Nabung dan investasi berbeda. Ke depan berharap adanya passive income bagi guru-guru TK ABA ataupun ibu-ibu Aisyiyah," tuturnya.
Irfan Noor Riza selaku Kepala Kantor BEI perwakilan Yogyakarta mengungkapkan, pengembangan wakaf saham terus ditingkatkan sebagai wadah edukasi dan berpotensi dikelola secara produktif dan diinvestasikan. "Menyambut baik inisiatif ini, berharap pasar modal ini disyiarkan kepada masyarakat. Bersama Majelis Wakaf PWM DI Yogyakarta akan mengembangkan wakaf saham," ujarnya.
Sebelumnya Lazismu Wilayah DI Yogyakarta telah menghimpun zakat dan sedekah saham berupa satuan lot. Penghimpunan tersebut merupakan kerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Rencananya hasil dari penghimpunan tersebut akan disalurkan kepada guru-guru TK ABA dan ibu-ibu Aisyiyah se-DI Yogyakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KOTA PALANGKA RAYA -- 36 bangunan hangus akibat kebakaran yang berdampak terhadap 180 jiwa dari 46 Kepala Keluarga (KK). Kebakaran yang terjadi pada Selasa (01/08) melanda kawasan di Komplek Flamboyan Bawah, tepatnya di Gang Kahanjak, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya. Muhammadiyah melalui lembaga yang ada di bawahnya bergerak merespons kejadian tersebut dengan mengerahkan relawannya. Selain itu, Muhammadiyah melalui Lazismu juga melaksanakan penghimpunan donasi yang digalang oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) seperti IMM, IPM, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Palangka Raya menerjunkan relawan untuk membantu petugas dan elemen relawan lainnya di Posko Terpadu yang menjadi tempat penampungan penyintas kebakaran. Relawan yang dikerahkan antara lain relawan logistik, relawan medis, dan relawan psikososial. Mereka bertugas secara bergantian bersama elemen lainnya hingga hari terakhir penutupan posko pada Kamis (10/08).
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Daryana yang membidangi Lembaga Resiliensi Bencana mengatakan bahwa aksi yang dilakukan ini sudah menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah, yaitu ketika ada masyarakat yang sedang dilanda musibah untuk dibantu semaksimal mungkin. "Ini juga bagian dari dakwah Muhammadiyah. Ketika terjadi bencana, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana/MDMC akan ikut bergerak, mengerahkan semaksimal mungkin potensinya untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana. Bantuan atau layanan yang diberikan oleh relawan Muhammadiyah tidak membeda-bedakan kelompok masyarakat. Semua yang terdampak akan dibantu semaksimal mungkin," ungkapnya.
Heru Setiawan selaku Ketua MDMC Kalimantan Tengah menyatakan, dalam hal kejadian bencana, Muhammadiyah memiliki gerakan yang disebut dengan OMOR, One Muhammadiyah One Response. Melalui gerakan ini, semua sumber daya Muhammadiyah akan digerakkan dalam merespons bencana. "Saat terjadi bencana, seluruh elemen Muhammadiyah dibawah komando MDMC akan melaksanakan gerakan OMOR. Ada yang bertugas sebagai relawan Muhammadiyah di lapangan yang terjun langsung ikut menangani bencana dan penyintas, ada yang menghimpun dan menggalang donasi. Semua sumber daya Muhammadiyah semaksimal mungkin untuk digerakan dalam respon bencana," ungkapnya.
Terkait penghimpunan donasi, Ketua Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Priyono menambahkan bahwa Lazismu sebagai lembaga penghimpun donasi berupaya memberikan bantuan yang terbaik bagi warga terdampak. "Donasi-donasi yang terhimpun di Lazismu akan kami salurkan berupa barang yang mungkin saat ini sangat diperlukan oleh warga terdampak, mengingat sudah banyak donasi-donasi berupa sembako, pakaian, dan lain sebagainya yang sudah disalurkan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil assessment MDMC, Lazismu akan menyalurkan donasi sesuai dengan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, yaitu kompor untuk memasak," jelasnya.
Donasi yang terhimpun dan disalurkan berupa paket sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan, peralatan sekolah, peralatan makan, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi donasi-donasi tersebut, Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah menyalurkan donasi berupa kompor gas satu tungku sebanyak 50 unit untuk warga terdampak kebakaran pada Rabu (09/08).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

