

KOTA SURABAYA -- Lembaga Amil Zakat Nasional, Lazismu pada tahun ini kembali menggelar program qurban. Tema yang diusung adalah "QurbanMu Kuatkan Ketahanan Pangan", dengan harapan harapan agar program tersebut dapat berkontribusi untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat, terlebih dengan banyaknya bencana alam yang sering melanda negeri ini. Fokus terhadap ketahanan pangan tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Imam Hambali saat menjadi narasumber dialog pagi di RRI Surabaya pada Selasa (27/06).
Imam menjelaskan, target tahun ini yang dipatok oleh wilayahnya adalah sebanyak 300 ekor sapi. "Tahun ini, kita menerima pembelian hewan qurban dari masyarakat, nilainya 80 persen dari target yang telah ditentukan. Kalau dikonversikan dengan uang yaitu sebesar lima miliar rupiah. Dari uang ini, akan dibelikan hewan qurban sebanyak 300 ekor sapi," terangnya.
Lebih jauh Imam menuturkan bahwa daging hewan qurban yang disembelih oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur sebanyak 70 persen akan dikemas ke dalam kaleng. Sementara 30 persen lainnya dalam bentuk produk turunan seperti bakso dan daging segar. "Kemasan kaleng daging hewan qurban ini akan didistribusikan ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang ada di Indonesia. Selain itu juga untuk menunjang program ketahanan pangan pemerintah," imbuhnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut Imam, pemotongan hewan qurban dari Lazismu Wilayah Jawa Timur akan disebar ke tiga titik tempat pemotongan hewan di Jawa Timur. "Kita siapkan tiga lokasi untuk penyembelihan hewan qurban, masing-masing di antaranya ada di Krian dan Magetan," lanjutnya.
Melalui program qurban kalengan/kemasan, kontribusi Lazismu pun akan semakin kuat dan luas dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak musibah maupun membutuhkan bantuan. Produk qurban kalengan/kemasan ini dapat bertahan dalam jangka waktu cukup lama, mudah didistribusikan, dan mampu menjangkau hingga kawasan terpencil. Ini dapat menjadi salah satu solusi dalam rangka menguatkan ketahanan pangan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PEKANBARU -- 30 anak menjalani khitanan secara gratis di TK ABA Aisyiyah XII yang terletak di Komplek Pendidikan Muhammadiyah, Jalan Umban Sari Atas, Rumbai, Kota Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (25/06) ini merupakan kerja sama antara Lazismu Kota Pekanbaru dengan JNE, Pimpinan Cabang Aisyiyah Rumbai, MIM 1 Pekanbaru, serta TK ABA Aisyiyah XII. Selain cuma-cuma, anak-anak peserta khitan pun turut mendapatkan bingkisan.
Khitanan massal gratis merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Lazismu Kota Pekanbaru. Hal ini disampaikan oleh Agung Pramuryantyo sebagai Manajer Lazismu Kota Pekanbaru. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta mendukung kegiatan sosial tersebut.
"Alhamdulillah, kita memang rutin setiap tahun mengadakan khitanan massal gratis. Tentunya ini juga berkat dukungan dari beberapa mitra Lazismu Pekanbaru. Terima kasih kepada mitra yang telah bersedia bekerja sama dengan Lazismu Pekanbaru sehingga tahun 2023 ini Lazismu Pekanbaru bisa kembali mengadakan khitan massal gratis," terang Agung.
Agung pun menegaskan, khitanan massal ini untuk memudahkan masyarakat yang tergolong dhuafa untuk mengkhitankan anaknya. Layanan gratis ini pun menjadi solusi bagi mereka yang terkendala biaya. "Semoga ini bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala dalam masalah biaya. InsyaAllah bisa Lazismu memfasilitasinya," ujarnya.
Kerja sama ini disambut baik oleh pihak JNE. Selaku Deputy Branch Manager JNE Express Pekanbaru, Zulheri Adha bersyukur dapat menjadi bagian dari aksi sosial tersebut. "Alhamdulillah JNE Pekanbaru dapat mendukung tenaga medis dan berbagai obat-obatan yang membantu kegiatan khitan ini serta memberikan juga bingkisan yang sudah di-packing, terdiri dari kain sarung, peci, dan uang saku. Semoga kegiatan ini banyak memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yang ikut berkhitan," ungkapnya.
Terakhir, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Rumbai, Fitri mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang dijalin berbagai pihak sehingga kegiatan khitanan massal gratis ini dapat terlaksana. "Terima kasih atas kerja sama semua pihak terutama Lazismu Pekanbaru dan JNE yang telah memberikan bantuan tenaga medis, serta MIM 1 Pekanbaru, dan TK AB XII Pekanbaru yang telah berupaya menyukseskan acara khitanan massal ini. Mudah-mudahan menjadi ladang amal untuk kita semuanya," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

KABUPATEN KENDAL -- Khitanan massal digelar oleh Lazismu Kabupaten Kendal untuk anak-anak sekolah setingkat SD dan MI. Khitanan yang memanfaatkan waktu libur panjang sekolah ini dilaksanakan pada Ahad (26/06) di 12 titik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kendal. 183 anak tercatat menjadi peserta khitanan massal.
Suprapto selaku Ketua Panitia Khitanan Massal mengatakan, sebagai salah satu kewajiban anak laki-laki yang telah memasuki masa baligh, khitan merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Oleh karena itu, Lazismu melaksanakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang belum dihitan. Para peserta yang mengikuti khitan ini juga mendapatkan bingkisan, di samping bebas biaya serta bebas pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Mereka peserta khitan perlu digembirakan dengan memberi hadiah dalam bentuk paket school kit, antara lain tas, ballpoint, pensil, buku tulis, sertifikat khitan, dan uang saku," ujar Suprapto.
Suprapto pun berharap agar program ini dapat berjalan secara kesinambungan. Bagi anak-anak yang telah dikhitan, ia mendoakan agar semoga cepat sembuh, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua, taat beragama, dan berguna bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Budiyanto memberikan apresiasi kepada Lazismu Kabupaten Kendal yang telah memanfaatkan momen liburan sekolah tahun ini dengan menyelenggarakan khitanan massal. Kegiatan ini pun menjadi bentuk kepedulian Lazismu kepada mereka yang membutuhkan. "Rutinitas seperti ini perlu ditingkatkan sebagai bentuk kepedulian Lazismu dan rumah sakit Muhammadiyah di Kendal kepada anak-anak yang belum khitan supaya berani khitan," tuturnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini Lazismu bekerja sama dengan tiga rumah sakit milik Muhammadiyah, yaitu RSI, RS PKU Aisyiyah dan RSU Darul Istiqomah Kaliwungu, Kendal. Pelaksanaan khitanan massal bertempat di RS PKU Boja, SMP Muhammadiyah 6 Kendal, SMP Muhammadiyah 5 Cepiring, SMP Muhammadiyah 11 Rowosari , MIM Mulyosari Sukorejo, dan MIM Sukomulyo Kaliwungu Selatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Lazismu Wilayah DI Yogyakarta kembali menerima sedekah saham dari Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Penyerahan sedekah saham ini berlangsung pada acara Seminar Saham dan Sedekah, Kamis (06/07) di Kampus UMY. Saham yang disedekahkan berupa saham EAST 55 LOT dan SOUL 100 LOT secara simbolis kepada Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang nantinya akan diproses oleh FAC Sekuritas selaku broker yang melakukan transaksi saham melaui Rekening Dana Nasabah (RDN) Lazismu Wilayah DI Yogyakarta.
Ketua KSPM UMY, Azhar menjelaskan, pihaknya merasa senang dapat bekerja sama dan memercayakan program sedekah saham melalui Lazismu. Sedekah saham ini bukan kali pertama, melainkan pernah dilakukan pada periode sebelumnya. "Kami percaya Lazismu DI Yogyakarta mengelola saham yang kami sedekahkan itu produktif dan dikelola dengan baik, karena juga ini bukan pertama kali kami mempercayakan sedekah saham ke Lazismu DI Yogyakarta, ini sudah kali kedua kami bekerja sama dan kami melihat hasil yang bagus atas kerjasama itu," jelasnya.
Azhar kemudian menambahkan, dukungan dari Lazismu Wilayah DI Yogyakarta sangat dirasakan oleh KSPM UMY dengan adanya perhatian terhadap filantropi yang inovatif, salah satunya sedekah saham. “Kami harap kerja samanya terus berjalan sehingga ada program-program bermanfaat lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, Eka Yuhendri, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menjelaskan, saham atau Pasar Modal Syariah maupun yang bukan syariah merupakan instrumen investasi bagi investor untuk memupuk dan menggandakan kekayaannya. Saat ini jumlah investor yang tercatat di Kustodian Bursa Efek Indonesia (KSEI) mencapai 10,31 juta orang dan jumlah ini terus bertambah dengan nilai transaksi hariannya rentang 9-14 triliun.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi yang dilakukan oleh teman-teman KSPM UMY, FAC Sekuritas, dan IDX Islamic yang ikut serta memfasilitasi dan mengedukasi investor untuk sedekah, infak, zakat, wakaf, bahkan hibah saham melalui Lazismu DI Yogyakarta," terang Eka Yuhendri.
Terakhir, Eka berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dalam rangka mengenalkan Filantropi Saham sejak dini. Kelak mahasiswa ini menjadi miliarder dari saham, mereka juga harus sadar akan kewajiban zakatnya. Oleh karena itu, potensi yang luar biasa ini, Lazismu harus mulai dan hadir mengenalkan filantropi saham kepada investor.
Senada dengan Luqman Satriya selaku Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang membidangi Fundraising dan Kerjasama juga menyambut baik program ini. Ia menambahkan, dengan adanya program ini tidak hanya mengajak generasi muda untuk melek investasi saham di pasar modal namun juga memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dengan menyalurkannya melalui infak saham. "Kami dari Lazismu DI Yogyakarta sangat mengapresiasi dengan baik program sedekah saham ini. Bisa dikatakan program dari teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam KSPM UMY ini dapat menjadi teladan dan diduplikasi oleh yang lain," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN PONOROGO -- Lazismu Kabupaten Ponorogo bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an (PPTQ) Ahmad Dahlan Ponorogo kampus putra yang berada di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Penyerahan bantuan senilai Rp. 201.993.000,- ini dilakukan pada Rabu (05/07). Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh PDM Ponorogo, para pengurus Lazismu Kabupaten Ponorogo, dan Direktur PPTQ Ahmad Dahlan.
Pembangunan Masjid PPTQ Ahmad Dahlan menurut RAB akan menghabiskan anggaran senilai 1,6 miliar rupiah. Sampai saat ini masih terkumpul donasi 12,56 persen sehingga perlu 87,44 persen lagi anggaran yang diperlukan untuk merampungkan masjid ini. Tak hanya pembangunan masjid, sebelumnya Lazismu Kabupaten Ponorogo juga sudah berkolaborasi dengan PDM dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Ponorogo untuk pembebasan lahan di PPTQ Ahmad Dahlan seluas 1000 m2 untuk akses jalan menuju pondok. Penyerahan bantuan ini sebelumnya dilaksanakan pada 18 Juni 2022.
Sugeng Wibowo selaku Wakil Ketua PDM Ponorogo yang membidangi Lazismu mengatakan, kolaborasi antara Muhammadiyah, Lazismu, dan PPTQ Ahmad Dahlan merupakan kerja sama yang berkorelasi untuk terwujudnya pembangunan Muhammadiyah yang lebih maju. "Hari ini Lazismu menyalurkan bantuan pembangunan masjid senilai 200 juta, dan harapan ke depan tak hanya sampai disini tapi akan ada kolaborasi yang berkelanjutan untuk pembangunan yang lain seperti di PCM, AUM Muhammadiyah di Ponorogo yang membutuhkan dukungan bersama," ujarnya.
Direktur PPTQ Ahmad Dahlan Shodiq Zaki Mubarok pun mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Ponorogo. "Terima kasih kepada Lazismu Ponorogo atas kerja sama penggalangan donasi yang telah dilakukan, karena dari awal lazismu sudah hadir mendukung PPTQ Ahmad Dahlan, dari mulai pembebasan lahan, hingga saat ini pembangunan masjid. Terima kasih karena Muhammadiyah ponorogo, AUM Ponorogo dan Lazismu Ponorogo bersinergi untuk membantu dan memberi kebermanfaatan," terangnya.
Lazismu Kabupaten Ponorogo akan terus mengadakan menghimpun dana dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menjadi bagian dari pembangunan PPTQ Ahmad Dahlan hingga tuntas. Kepada para muzakki dan munfiq ingin menginvestasikan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid ini dapat melalui Rekening Pembangunan Masjid PPTQ Bank Syariah Indonesia 7082292009 a.n. Lazismu Ponorogo. Konfirmasi melalui 0895-3928-60263 (Amil Rohman).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rahmat Fandi]

KOTA PEKALONGAN -- Melalui program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Kota Pekalongan kembali menyasar para penerima manfaat dengan bantuan dari penghimpunan dan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Kali ini, tiga pelaku UMKM mendapatkan bantuan, yaitu Saung Suhati, Omah Jahit Butik dan Konveksi, serta Fafa Elektrik.
Manajer Lazismu Kota Pekalongan, Sugeng Sutikno mengatakan, melalui bantuan yang disalurkan tersebut diharapkan agar para penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya sehingga bisa menopang dan membantu ekonomi keluarga masing-masing. Harapannya, para munfiq dapat terus memercayakan infaknya melalui Lazismu. Sebab pihaknya selalu melaporkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah melalui publikasi berbagai media.
"Alhamdulillah hari ini kami tasyarufkan bantuan untuk tiga UMKM, yaitu di Kraton Kidul untuk Saung Suhati yang berjualan rujak, kemudian di Klego Bantaran untuk usaha konveksi, dan di Poncol untuk usaha toko elektronik. Bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing," ujarnya.
Sementara itu Ghozali mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan mengapresiasi program-program Lazismu, termasuk bantuan untuk UMKM yang sudah berjalan selama beberapa tahun. Ia berharap agar program ini dapat terus ditingkatkan agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakannya. "Ke depan, saya kira ini perlu ditingkatkan dari sisi besaran bantuan atau penyebarannya agar bisa menjangkau masyarakat di seluruh Kota Pekalongan. Sehingga betul-betul masyarakat tahu akan fungsi dari Lazismu dan bagaimana pemanfatan lembaga zakat, infak, dan sedekah yang sudah dikumpulkan," harapnya.
Bantuan program Pemberdayaan UMKM yang disalurkan pada Kamis (15/06) ini diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Untuk Saung Suhati diberikan bantuan berupa gerobak dan bantuan modal usaha sebesar 3,6 juta rupiah. Untuk Omah Jahit Butik dan Konveksi bantuan berupa mesin obras dan alat potong kain senilai 3,7 juta rupiah, serta untuk Fafa Elektrik bantuan yang diberikan berupa etalase dan sejumlah alat elektronik senilai Rp. 3.927.400,-.
Salah satu penerima bantuan, Lestari Pitoyo mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur dengan adanya bantuan dari Lazismu. Saat ini ia memang membutuhkan bantuan tersebut untuk membuka usaha. "Alhamdulillah berguna sekali karena saya memang membutuhkan itu. Saya jualan rujak, tadinya jualan cilok diantar ke sekolah tapi karena saat ini sekolah libur, saya membuka usaha untuk jualan rujak," ungkapnya.
Dengan adanya bantuan program Pemberdayaan UMKM ini, lanjut Lestari, ia bertekad untuk memanfaatkannya secara optimal dalam rangka mewujudkan target terbebas dari hutang. "Karena saat mengajukan bantuan, nawaitunya saya mau cari tambahan untuk melunasi hutang," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

