

KABUPATEN BIREUEN -- Selain meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail Alaihissalam dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, Idul Adha menjadi momen berbagi bagi umat muslim. Tak terkecuali untuk warga lokal, Lazismu Kabupaten Bireuen turut berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan daging kepada para pengungsi Rohingya yang ditampung di Gampong Minahasa, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Para pengungsi pun antusias menyambut bantuan yang disalurkan pada Sabtu (01/07) ini.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah menjelaskan, bantuan tersebut dibagikan kepada para pengungsi Rohingya dengan diantar langsung oleh para amil. Bantuan berasal dari Program Kemaslahatan melalui Sedekah Qurban 1444 H yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI. "Kami antar langsung ke lokasi. Di sana diterima secara simbolis oleh staf UNHCR," terangnya.
Menurut Fajar, bantuan dari Lazismu Kabupaten Bireuen untuk pengungsi Rohingya di Padang Tiji ini bukan kali pertama. Pada momen Idul Fitri 1444 H juga telah disalurkan paket makanan dan baju lebaran. "Ini adalah bantuan keempat. Pada 17 Juni 2023 kami juga melaksanakan pelatihan keterampilan untuk mereka," imbuhnya.
Terakhir, Fajar berharap agar bantuan ini dapat mendatangkan manfaat bagi para pengungsi Rohingya yang harus menjalani hidup dengan situasi tak menentu ini. "Semoga apa yang telah disalurkan bermanfaat untuk pengungsi dan mengalir amal jariyah bagi para muhsinin Lazismu," pungkasnya.
Pada tahun ini Lazismu kembali mendapatkan kepercayaan dari BPKH untuk menyalurkan Program Kemaslahatan Sedekah Qurban 1444 H. Program ini menghadirkan konsep integrasi program qurban serta pemberdayaan ekonomi umat pada bidang peternakan sapi, domba dan kambing. Salah satu titik distribusi bantuan ini adalah di Kabupaten Pidie melalui Lazismu Kabupaten Bireuen.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN PIDIE -- Kehadiran pengungsi Rohingya di Indonesia menjadi perhatian lembaga kemanusiaan dan lembaga amil zakat. Lazismu dan MuhammadiyahAid sebagai bagian dari Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) pada 25 September 2017, bersama lembaga lainnya yang berhasil masuk ke Cox's Bazar, sejak saat itu sudah mengirimkan bantuan kesehatan dan kemanusiaan. Derita pengungsi Rohingya tidak berhenti sampai di sana. Di Indonesia salah satu keberadaannya di Kabupaten Pidie, Aceh, yang sebelumnya sebagian dari mereka ada di Kota Lhokseumawe.
Menurut UNHCR Indonesia, selain di Kabupaten Pidie, pengungsi Rohingya juga ada di Medan, Pekanbaru dan Makassar. Interaksi mereka dengan masyarakat lokal juga menyisakan persoalan. Karena itu, UNHCR Indonesia mengharapkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat lokal agar mereka mendapatkan kondisi yang aman, seperti di Kabupaten Pidie untuk memaksimalkan dukungan dibentuk Satuan Tugas Pengungsi.
Pada 1 Juli 2023, Lazismu bersama lembaga lain hadir dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia di Gampong Leun Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh. Kurang lebih 154 pengungsi Rohingya tinggal di bekas Yayasan Mina Raya melalui momen Hari Pengungsi Sedunia yang sebetulnya jatuh pada 20 Juni 2023. Salah satu perwakilan dari UNHCR yang ada di Indonesia, Faisal Rahman mengatakan, pada bulan Juli ini baru bisa diperingati mengingat kondisi yang ada dari pengungsi.
Semua pihak yang terlibat pun diundang untuk menghormati dan menyuarakan kesadaran masyarakat terhadap keadaan para pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie. Lazismu sendiri selama ini mendukung dan terlibat aktif dalam pendampingan bersama UNHCR dan YKMI serta lembaga lain. Pada bulan Ramadhan dukungan itu dilakukan oleh Lazismu Kota Lhokseumawe dan Lazismu Kabupaten Bireun, baik yang bersifat karitas maupun pemberdayaan.
Saat berdiskusi dengan Faisal Rahman diperoleh informasi bahwa komunikasi pengungsi dan masyarakat lokal secara sosiologis perlu dibangun agar lebih interaktif. Di samping untuk meminimalisir penolakan warga lokal, langkah integrasi program pemberdayaan perlu segera dilakukan agar dukungan publik bagi pengungsi dapat diwujudkan dengan berbagai pendekatan.
Karena itu, acara peringatan Hari Pengungsi Sedunia itu dikemas dengan halal bihalal yang menekankan tema persaudaraan dan kesiapsiagaan penanganan pengungsi Rohingya dalam semangat perdamaian dan kemanusiaan. Dalam halal bihalal itu, seni tari khas Aceh diperkenalkan kepada pengungsi Rohingnya. Tari yang dimainkan anak-anak Pidie dan anak-anak Rohingnya digelar apik dengan sambutan antusias dari tamu undangan dan tokoh lokal.
Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Nazhori Author yang hadir bersama dengan Aditya Reffiyanto dan Fajar Ardiansyah selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireun menilai upaya menguatkan dukungan dari masyarakat seperti yang didorong oleh UNHCR adalah penting untuk menjalin interaksi yang strategis dengan masyarakat lokal. Kolaborasi semua pihak sebagai bentuk sinergi program dapat dilakukan dengan melibatkan semua unsur. Seperti diketahui, Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 yang memuat perihal pengungsi. Meski demikian tradisi masyarakat Indonesia untuk menerima dan menolong orang lain seperti pengungsi telah sejalan dengan hukum internasional yang berkaitan dengan orang-orang yang membutuhkan perlindungan internasional.
Saat bertemu dengan Fairuz, salah seorang juru bicara pengungsi, ia mengatakan bahwa keberadaan para pengungsi termasuk anak-anak diakuinya seperti tidak memiliki status kewarganegaraan. Dia mengaku kehadirannya di Indonesia penuh risiko. Fairuz tak punya pilihan, bersama warga Rohingya lainnya ketika mencari jalan untuk menyelamatkan diri dari Myanmar adalah keputusan yang ditempuh saat keluarga mereka mendapat tekanan dan bahkan ancaman mengerikan.
Namun demikian, Fairuz mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan semua pihak yang telah menerima keberadaannya di Bumi Serambi Mekah. Ia berharap dapat hidup bersama dengan masyarakat ketika kondisi saat ini telah membuat keberadaannya bersama yang lain telah mengubah impian hidupnya bersama keluarga.
Diketahui bahwa Bangladesh merupakan negara yang paling banyak menampung pengungsi Rohingya. Sebagian lagi para pengungsi Rohingya menyelamatkan diri ke Indonesia dan Malaysia. Sebagai pengingat, hampir semua warga Rohingya ditolak kewarganegaraannya sejak 1982. Di samping persoalan status kewarganegaraan, hak-hak dasar mereka seperti akses pendidikan dan kesehatan pun terabaikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KOTA YOGYAKARTA -- Lazismu Wilayah DI Yogyakarta tidak pernah absen dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemanusiaan, salah satunya adalah dalam pelaksanaan ibadah qurban. Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Qurban 1444 H/2023 M, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta hadir dengan mengangkat tema "QurbanMu Kuatkan Ketahanan Pangan", sesuai dengan tema yang diturunkan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Melalui tema ini, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta bersama seluruh kantor daerah dan layanan yang ada di bawahnya mendorong umat Islam untuk berinovasi dalam manajemen qurban untuk mendukung ketahanan pangan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana menjelaskan bahwa berbagai inovasi dilakukan oleh pihaknya dalam rangka modernisasi manajemen qurban. Tujuannya adalah agar hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Inovasi tersebut antara lain inovasi dalam pengemasan, inovasi dalam pendistribusian, dan inovasi dalam penghimpunan.
"Inovasi dalam pengemasan, memperkenalkan produk olahan daging qurban dalam bentuk kemasan kaleng, selain itu pengemasan ramah lingkungan, seperti besek bambu, daun jati dan lainnya. Inovasi dalam pendistribusian, yaitu mendistristribusikan produk qurban kemasan ke berbagai pelosok dan kawasan secara tepat sasaran. Inovasi dalam penghimpunan, menjadikan qurban sebagai gerakan yang dilaksanakan semua kantor Lazismu di DI Yogyakarta, baik secara konvensional maupun digital," terang Jefree.
Jefree melanjutkan, pihaknya pun telah menyalurkan total 370 hewan qurban, baik berupa kambing maupun sapi. Penyaluran ini pun menjangkau para penerima manfaat yang ada di 201 lokasi. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan hasil penghimpunan dari Lazismu Wilayah DI Yogyakarta bersama Kantor Layanan Lazismu se-DI Yogyakarta.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta yang membidangi Lazismu, Ariswan mengharapkan agar Lazismu DI Yogyakarta pada periode 2022-2027 ini dapat menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terpercaya dengan bersinergi bersama majelis dan lembaga. Selain itu, Lazismu diharapkan dapat turut serta menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam melayani masyarakat. Inovasi tersebut di antaranya dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yang masih belum berdaya secara ekonomi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Pada tahun 2023 ini, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta mendapatkan amanah untuk mendistribusikan 15 ekor sapi di titik-titik yang sangat membutuhkan hewan qurban. Amanah ini berasal dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dalam Program Kemaslahatan melalui Sedekah Qurban 1444 H. Program yang diinisiasi oleh BPKH ini menghadirkan konsep integrasi program qurban serta pemberdayaan ekonomi umat pada bidang peternakan sapi, domba dan kambing.
Manajer Area Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Marzuki menuturkan, masing-masing sapi tersebut akan menyasar 15 titik di beberapa kabupaten. "Penentuan lokasi berdasarkan pengajuan, rekomendasi, dan hasil dari assessment Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang bekerja sama dengan Lazismu daerah," ungkapnya.
Secara umum, lanjut Marzuki, 15 titik ini memang sangat membutuhkan bantuan hewan qurban, sehingga jika tidak ada bantuan dari BPKH melalui LAZISMU, titik tersebut memang tidak ada qurban sama sekali. Selain itu, ada titik-titik yang menjadi program penguatan akidah, seperti di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo dan Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. "Alhamdulillah, 15 titik yang menjadi lokasi penerima qurban sapi tepat sasaran dan membutuhkan," imbuhnya.
Lebih rinci, 15 titik tersebut meliputi 7 titik di Kabupaten Kulon Progo, seperti SD Muhammadiyah Banjaran Sentolo, SMK Muhammadiyah Kalibawang, Masjid At Taqwa Samigaluh, Masjid Al Amin Kokap, SD Muhammadiyah Jarakan Samigaluh, SD Muhammadiyah Munggangwetan Samigaluh, dan MI Muhammadiyah Selo Kokap. 6 titik lainnya berada di Kabupaten Gunungkidul, yaitu MI Muhammadiyah Sodo Paliyan, SMP Muhammadiyah 2 Wonosari, Masjid Baron Tanjungsari, Masjid At Taqwa Ngawen, Masjid Al Fajri Jati Candirejo Semanu, dan Masjid Al Huda Ngalangombo Tileng Girisubo. Selain itu ada 2 titik yang menjadi rekomendasi langsung oleh pihak BPKH yaitu di Rusunawa Jongke Mlati, Kabupaten Sleman, dan Masjid Al Hijrah Kampung Badran Jetis, Kota Yogyakarta.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana menambahkan, pelaksanaan qurban kali ini harus berbasis ramah lingkungan. Penggunaan plastik sebisa mungkin dihindari dan diganti dengan bahan yang ramah lingkungan. Bahan-bahan tersebut seperti daun jati, daun pisang, besek bambu, dan bahan lingkungan lainnya dengan memanfaatkan dan memberdayakan potensi lokal masing-masing titik.
Jefree juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan BPKH yang terlah memercayakan program Sedekah Qurban 1444 H melalui Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Ia berharap agar kemitraan seperti ini akan terus terjalin pada masa mendatang. "Semoga terus menjadi mitra BPKH dalam program-program kemaslahatan lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Idul Adha 1444 H menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron. Masyarakat di pelosok desa turut merasakan daging qurban dengan program Qurban Menjangkau Pelosok. Tak hanya di pelosok desa di DI Yogyakarta, KL Lazismu Mantrijeron juga mendistribusikan hewan qurban hingga mencapai Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Qurban KL Lazismu Mantrijeron menjangkau 4.500 jiwa penerima manfaat atau 1.107 kepala keluarga.
Pada hari pertama pelaksanaan ibadah qurban, Kamis (29/06), KL Lazismu Mantrijeron menyembelih 3 ekor sapi dan 24 ekor domba. Penyaluran hewan qurban menjangkau 7 titik. Enam titik berada di wilayah DI Yogyakarta, di antaranya Banjarsari, Munggangwetan, dan Kali Bawang Kulon Progo; Srunggo Selopamioro Bantul; Turi Sleman; Tepus Gunungkidul. Selain itu, satu titik penyembelihan juga berada di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan qurban hari pertama ini bekerja sama dengan KOKAM DI Yogyakarta, Remaja Melati Muda Masjid Al Azhar Suryowijayan, IMM FEB UAD, IMM FAI UAD, dan IMM Zona 3 UAD.
Selanjutnya pada hari kedua, Jumat (30/06), KL Lazismu Mantrijeron menyembelih 1 ekor sapi dan 16 ekor domba. Pelaksanaan penyembelihan diawali dengan pengajian di Masjid Al Muniroh, Ngasem, Tileng, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul yang bekerja sama dengan PMNA Suryowijayan. Setelah proses penyembelihan selesai, daging hewan qurban didistribusikan kepada para penerima manfaat yang berada di sekitar titik lokasi penyembelihan.
"Terima kasih kepada para shohibul qurban yang telah berqurban melalui Lazismu Mantrijeron. Alhamdulillah, berkat para sohibul qurban, kami warga Desa Salam 2, Songbanyu, Girisubo dapat merasakan nikmatnya daging qurban pada Idul adha ini. Terima kasih banyak kami ucapkan. Semoga keberkahan senantiasa tercurahkan kepada sohibul qurban dan keluarga, aamiin," ungkap Nurwanto selaku jamaah Masjid Ar Rozaq Salam 2, Kelurahan Songbanyu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Qurban 1444 H KL Lazismu Mantrijeron, Shafrina bersyukur dengan adanya program ini. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para pequrban yang telah memercayakan ibadah qurbannya melalui Lazismu. "Alhamdulillah, qurban Lazismu Mantrijeron telah jangkau 4.500 penerima manfaat di pelosok desa. Terima kasih kami ucapkan kepada para shohibul qurban atas kepercayaannya dalam menyalurkan qurban melalui Lazismu Mantrijeron. Jazakumullahu khayran katsir. Semoga Allah SWT menerima kerelaan hati para shohibul dalam menunaikan ibadah qurban menjangkau pelosok ini," ujarnya.
Shafrina menambahkan, masih banyak titik lokasi penerima manfaat yang belum terjangkau. Ia pun berharap agar program ini dapat berjalan lebih baik lagi dan menjangkau lokasi yang lebih luas lagi. Tujuannya agar makin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat qurban Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

JAKARTA -- Penyaluran hewan qurban dalam Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI turut menyasar Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta. Melalui Sedekah Qurban 1444 H, warga kampus dan sekitarnya turut merasakan kebahagiaan Idul Adha dengan mendapatkan daging qurban. Program ini merupakan program inisiasi BPKH yang menghadirkan konsep integrasi program qurban serta pemberdayaan ekonomi umat pada bidang peternakan sapi, domba dan kambing.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ITB-AD, Nida Al-Khoir menyatakan, penyembelihan hewan qurban ini dapat mempererat tali silaturahim antar civitas akademika serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekita "Pemotongan hewan qurban rutin kita lakukan setiap tahun, baik IMM maupun Kampus ITB-AD. Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi semua pihak yang terlibat," ujarnya.
Nida menuturkan bahwa penyembelihan hewan qurban ini merupakan bentuk kerja sama antara Lazismu dengan BPKH. Pihak ITB-AD pun menjadi penerima manfaat program ini. Proses pemotongan dilakukan pada Sabtu (01/07) dan langsung didistribusikan kepada warga sekitar kampus.
Sementara itu, Wakil Rektor ITB-AD Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, Imal Istimal menerangkan bahwa hewan qurban yang disembelih tahun ini sebanyak delapan ekor, terdiri dari dua ekor sapi dan enam ekor kambing. "Alhamdulillah, tahun ini total hewan qurban delapan ekor, terdiri atas dua ekor sapi dan enam ekor kambing. Untuk paket daging, kami bagikan kepada civitas akademika dan warga sekitar kawasan ITB-AD, baik yang di Kampus Ciputat maupun Kampus Karawaci," jelasnya.
Lazismu selaku Lembaga Amil Zakat Nasional yang bernaung di bawah Muhammadiyah tahun 2023 kembali menjadi mitra BPKH untuk menyalurkan Program Kemaslahatan. Pada tahun ini, BPKH RI menyalurkan 1000 ekor sapi dan 1000 ekor domba/kambing melalui Program Kemaslahatan Sedekah Qurban BPKH 1444 H/2023 M. Lazismu pun mendapatkan amanah sebanyak 120 ekor sapi dan 120 ekor domba untuk didistribusikan melalui kantor-kantornya yang tersebar di Indonesia.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

