

Bertempat di masjid yang terletak di antara perumahan Mutiara Citra Asri (MCA) dan perkampungan warga Sumorame ini, kegiatan memasak makanan yang akan dibagi secara gratis pun dilakukan sejak pagi untuk jamaah masjid setelah menunaikan sholat Jumat pada (10/3). Menu yang menjadi pilihan adalah Nasi Sop Iga disiapkan oleh Tim Kendara Saji Makanan yang dikomandani oleh Budi Sarwono, relawan senior Lazismu Wilayah Jawa Timur.
"Sebanyak 300 mangkok Nasi Sop Iga dipersiapkan untuk jamaah masjid. Pekerjaan dilakukan secara cepat dan cermat sehingga dapat selesai memasak tepat 30 menit sebelum sholat Jumat. Agar cepat rampung, Tim Kendara Saji Makanan Lazismu yang berjumlah 6 orang dibantu oleh ibu-ibu Aisyiyah yang tinggal di perumahan MCA Candi," jelas Budi.
Tepat setelah para jamaah menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Al Hikmah, Tim Kendara Saji Makanan bergegas membagikan Nasi Sop Iga dalam mangkuk. Para jamaah mengantri dengan tertib dan teratur. Selain kegiatan Jumat Berkah Plus dengan berbagi makanan, Lazismu Wilayah Jawa Timur juga mengadakan Sambang Santri Taman Pendidikan a-Qur’an (TPQ) berbasis masjid.
“Alhamdulillah, 300 porsi makanan itu habis diserbu jamaah masjid yang mengantri dengan tertib dan teratur. Sebanyak 12 dos air demineral juga disediakan untuk minum para jamaah usai makan siang. Walau demikian, Tim Kendara Saji Makanan Lazismu masih sempat menyisihkan satu panci untuk dikonsumsi pada acara TPQ sore hari di tempat yang sama," imbuh Budi.
Kegiatan Jumat Berkah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diupayakan dapat berjalan dengan istiqomah. Program ini berjalan dengan sukses atas dukungan dari para dermawan, donatur dan muzakki yang menitipkan dana amal kebaikannya melalui Lazismu Wilayah Jawa Timur. Selain itu, aksi ini juga dalam rangka menunaikan amanah dari para dermawan dan donatur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Bersama dengan para pengajar dan santri TPQ Masjid Al Hikmah, para pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur mengikuti kegiatan yang berlangsung sore hari setelah sholat Ashar pada Jumat (10/3) ini. Para santri TPQ tampak khusyuk membaca Al-Qur'an. Sebanyak 60 santri dengan rata-rata usia setingkat TK-SD belajar di TPQ Al Hikmah ini. Setiap sore mereka dibimbing mengaji Al-Qur'an dan diberikan pengetahuan tentang agama Islam oleh 8 orang ustadzah. TPQ ini di bawah pembinaan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sumorame.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, pada kesempatan ini pihaknya hadir untuk menjalin silaturrahim dan memberikan semangat kepada para santri dan ustadzah TPQ tersebut. Lazismu juga memberikan bingkisan, baik kepada para santri maupun ustadzah.
"Sebanyak 60 paket bingkisan yang berisi sarung, Al-Qur'an, dan makanan dalam kemasan kaleng dibagikan kepada seluruh santri yang hadir. Sedangkan untuk ustadzah telah disiapkan paket sembako (beras, gula, minyak goreng, Mie Helti, RendangMu, dan KornetMu). Paket sembako untuk ustadzah itu masih ditambah sebuah buku bacaan untuk menambah wawasan," terang Aditio.
Selain memberikan paket bingkisan, Lazismu Wilayah Jawa Timur juga mengajak para santri TPQ untuk bergembira melalui kuis. Acara kuis berhadiah ini diadakan guna memberikan semangat kepada mereka agar giat mengaji dan beribadah. Pertanyaan kuis seputar hapalan surat-surat pendek dan pengetahuan tentang agama Islam. Para santri terlihat sangat senang dan bersemangat, bahkan berebut menjawab pertanyaan yang disodorkan oleh pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini kemudian ditutup pada sore menjelang sholat Maghrib dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada 10 orang marbot dan petugas Masjid Al Hikmah. Mereka adalah petugas kebersihan, keamanan, muadzin, dan pembantu umum. Harapannya, kegiatan Jumat Berkah Plus dapat mendatangkan manfaat dan menjadi ladang pahala bagi para donatur, dermawan, dan muzakki yang telah menyalurkan amanahnya melalui Lazismu Wilayah Jawa Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Pada Kamis (09/03), Lazismu Kota Banjarbaru kembali memberikan bantuan berupa uang dan barang sebagai bentuk modal usaha. Pemberian bantuan ini dilakukan secara terpisah kepada 3 orang penerima manfaat program Pemberdayaan UMKM. Para penerima manfaat yaitu Muyas, Recta, dan Pahmi yang menjalankan usaha berjualan makanan di Kota Banjarbaru.
Staf Fundrising dan Program Lazismu Kota Banjarbaru, Nurul menuturkan, potensi zakat sebagai salah satu instrumen dalam penanggulangan kemiskinan sangatlah besar. Upaya untuk memperbanyak jumlah penerima manfaat pun terus dilakukan oleh pihaknya. "Sebagai lembaga zakat sudah seharusnya memanfaatkan dana zakat yang ada untuk pengembangan ekonomi kelompok miskin dan rentan melalui pemberdayaan UMKM. Kami juga terus berupaya agar lebih banyak lagi UMKM yang terbantu," ungkapnya.
Muyas, pemilik "Warung Mama Amin" merupakan salah satu UMKM yang dibantu oleh Lazismu Kota Banjarbaru. Penjual makanan berupa lontong dan nasi kuning khas Banjar ini merasa sangat terbantu oleh program Lazismu Kota Banjarbaru tersebut. "Mudah-mudahan lebih baik lagi, terimakasih sudah banyak dibantu. Sukses buat Lazismu Banjarbaru, semoga dapat bisa membantu UMKM lainnya," ujar Muyas.
Di tempat terpisah, pemilik usaha "Lalapan Rencang", Recta mengaku sangat bersyukur sekali atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kota Banjarbaru. "Bagus mas ya. Alhamdulillah, saya sebagai pelaku UMKM sangat terbantu, saya tidak pernah mendapatkan modal, karena mendapatkan modal sulit dan susah. Setelah diberikan bantuan ini saya dapat lebih maksimal menjalankan usaha karena akan dipantau oleh Lazismu Banjarbaru," jelasnya.
Penerima manfaat lainnya, Pahmi yang berjualan bakso menilai Lazismu Kota Banjarbaru sangat profesional, akuntabel, dan transparan. Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada para pelaku UMKM seperti dirinya. "Saya terkejut dan tidak menyangka Lazismu Banjarbaru begitu peduli kepada kami yang mempunyai usaha kecil ini yang sangat memerlukan bantuan. Terlebih lagi kami menilai kepengurusan Lazismu Banjarbaru sangat profesional, tepat sasaran, orang yang diberikan itu adalah memang orang-orang yang memerlukan dan prosesnya sangat cepat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Banjarbaru," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Reviadi Syafitri]

Kondisi ini mendorong Lazismu berkolaborasi dengan organisasi Jaga Ginjal Indonesia (JGI), sebuah lembaga beranggotakan pasien gagal ginjal dengan beragam kondisi sosial ekonomi dan status kesehatan. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah modal usaha untuk pasien gagal ginjal yang menjadi anggota organisasi tersebut.
Ahad (19/03), Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengunjungi booth pameran produk UMKM dari pasien gagal ginjal binaan Lazismu. Acara ini berlangsung di Aula Gedung FKIP UHAMKA, Jalan Tanah Merdeka No.20 Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur. Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais beserta Wakil Ketua Barry Aditya didampingi Manajer Retail dan Corporate Fundraising Adi Rosadi hadir dalam pameran yang dirangkai dengan Talk Show dengan tema "Jaga Ginjal Tubuh Sehat Hidup Produktif - Mencegah Gagal Ginjal Dengan Pola Hidup Sehat" ini.
Ahmad Imam Mujadid Rais dan Barry Aditya berbincang langsung dengan para pelaku UMKM dari pasien gagal ginjal, yaitu Suheni dan Stefanus. Kedua mitra binaan Lazismu ini menceritakan tentang kondisi usaha yang sedang dijalaninya. Suheni dengan semangat menjelaskan dan menawarkan produk makanan siap saji hingga makanan beku atau frozen food. Begitu juga dengan Stefanus, ia menjelaskan produksi kaos dengan sablon yang mulai mendapatkan pesanan dalam kegiatan warga dan jaringan pertemanan.
"Semoga dengan adanya kerja sama ini, rekan-rekan penderita gagal ginjal, khususnya anggota JGI bisa terus bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, semoga dengan adanya praktik baik yang penuh semangat ini bisa menularkan kepada para penderita gagal ginjal lainnya sehingga mereka bisa lebih semangat dalam menjalani kehidupannya," pesan Rais.
Dengan dikelola oleh organisasi, dana dukungan modal usaha dari Lazismu sejak 2 tahun lalu mulai bergulir kepada pasien lainnya. Para penerima modal usaha berkomitmen untuk mengembalikan dana mulai dari 50 ribu rupiah per bulan agar pasien lainnya juga dapat menerima bantuan secara bergantian. Program dana bergulir ini merupakan wujud terima kasih penerima bantuan kepada para muzakki, dengan cara menyalurkan kembali dana yang terkumpul kepada pasien lain sehingga diharapkan menjadi amal yang terus bergulir.
Bukan tanpa tantangan, usaha yang dibangun secara bervariasi ini masih membutuhkan dukungan pendampingan seperti teknis jenis usaha hingga pemasaran digital. Lazismu pun membuka kesempatan untuk membantu mereka dan berbagai program lainnya, dengan menyalurkan infak melalui rekening BSI 9153941100 atau Mega Syariah 1000006764. Selain itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, menu berbuka puasa dan sahur juga dapat dipesan melalui mitra UMKM dari pasien gagal ginjal binaan Lazismu dengan menghubungi Suheni 087885006600 (makanan dan minuman), Stefanus 081238803426 (sablon kaos), dan Indira Donna 081932733510 (makanan).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Diskusi ini berlangsung secara daring pada Jumat (17/03) pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai melalui aplikasi Zoom Meeting dan kanal Youtube Lazismu Pusat. Acara ini menghadirkan Sita Rahmi BS (Manajer R&D Lazismu PP Muhammadiyah), Amelia Fauzia (Peneliti Filantropi Islam/Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah), Beta Pujangga Mukti (Dai Muda/Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah), Barry Aditya (Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah), dan Kusuma Dyah Sekararum (Youth Leaders Ashoka Indonesia), serta sambutan dari Ahmad Imam Mujadid Rais (Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah).
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais saat membuka acara ini menyampaikan pentingnya riset atau data sebagai elemen dalam suatu gerakan, dalam hal ini gerakan filantropi. Hasil dari riset tersebut dapat menjadi rujukan dalam mengambil langkah-langkah pada gerakan filantropi. "Harapannya tentu hasil riset ini menjadi terobosan untuk lebih memasifkan gerakan zakat pada generasi Z dan Milenial, tentunya dengan berkolaborasi bersama angkatan muda Muhammadiyah," ujarnya.
Lebih jauh Rais mencontohkan bahwa gerakan zakat di kalangan muda kini telah menjadi kontekstual. Hal ini bisa dilihat dengan munculnya berbagai gerakan 'crowdfunding' atau penghimpunan dana dalam membantu penyelesaikan permasalahan sosial. Hal ini kontras dengan maraknya media sosial yang pada sisi lain menjadi wadah untuk memamerkan gaya hidup kaum muda di tengah masih banyaknya kemiskinan. Ia pun berharap agar referensi zakat yang dimiliki generasi muda dapat mendorong gerakan atau inovasi sosial dalam rangka ikut serta mengentaskan kemiskinan dan menegakkan keadilan sebagaimana perintah Al-Qur'an.
"Setelah sholat tentu zakat. Kita melihat bagaimana satu rangkaian ibadah ini yang vertikal harus ada tanggung jawab sosial, harus memiliki satu bentuk horizontal dalam mendorong adanya solidaritas sosial di tengah masyarakat," harap Rais.
Terakhir, kepercayaan harus dibangun di lembaga filantropi. Kepercayaan tersebut berupa keyakinan di tengah masyarakat bahwa harta yang dititipkan dapat didistribusikan dan memberikan manfaat yang nyata. "Ini bisa digali, bagaimana generasi Z memiliki suatu pendekatan yang bisa disentuh lewat sisi humanistik. Pengemasan gerakan zakat bisa menggunakan media sosial yang efektif tentu akan bisa menyentuh bagaimana mereka bisa berpartisipasi dalam gerakan zakat yang diinisiasi oleh Lazismu," pungkasnya.
Hasil Laporan Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah 2022 dipaparkan oleh Sita Rahmi BS selaku Manajer R&D Lazismu PP Muhammadiyah. Riset ini menjadi penting berdasarkan 4 hal. Pertama, potensi zakat di Indonesia cukup besar namun capaian belum optimal. Kedua, literasi atau pengetahuan berpengaruh kepada kesadaran, intensi dan perilaku (Theory of Planned Behavior). Termasuk perilaku berzakat atau berderma. Ketiga, jumlah penduduk generasi Z dan Milenial sebagai kelompok mayoritas di Indonesia berdasarkan data BPS 2020. Generasi muda adalah generasi kunci yang akan menjadi Muzakki dan penggerak masa depan. Keempat, perlu dirumuskan peran generasi muda dalam gerakan zakat baik sebagai objek atau subjek dakwah. Strategi lintas Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) di Muhammadiyah berdasarkan amanah Muktamar 48.
Sita kemudian mengungkapkan beberapa temuan dalam survei yang digagas oleh R&D Lazismu PP Muhammadiyah, di antaranya yaitu generasi muda Muhammadiyah memiliki pemahaman mengenai zakat yang cukup baik. Sementara itu, materi tentang penghitungan dan objek zakat masih perlu diperkuat. Dalam sosialisasi zakat, pendekatan humanistik lebih cocok untuk generasi Z dan pendekatan transaksional lebih cocok untuk generasi Milenial. Terkait sumber informasi zakat, infak, dan sedekah di kalangan anak muda, media sosial menjadi yang utama.
Selain itu, lanjut Sita, gerakan berinfak lebih sering dilakukan daripada berzakat dan disalurkan melalui masjid atau mustahik. "Era sudah digital tapi membayar zakat tetap dalam bentuk tunaik karena masih banyak yang belum menunaikan zakat di lembaga zakat. Program pendidikan dan ekonomi pun menjadi yang paling banyak diminati oleh responden pada semua generasi," ungkap Sita.
Ada beberapa hal yang kemudian menjadi rekomendasi dari hasil survei ini, di antaranya adalah pengukuran Indeks Literasi Zakat (ILZ) di Muhammadiyah perlu
dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan pemahaman zakat warga persyarikatan secara umum atau spesifik generasi muda. Strategi edukasi zakat yang melibatkan generasi muda sebagai sasaran dakwah sekaligus penggerak juga perlu dirumuskan. Selain itu juga perlu disusun kurikulum zakat yang menyenangkan bagi terutama prioritas materi yang kurang dikuasai generasi muda serta perlu diperhatikan psikologi komunikasi dakwah zakat berdasarkan karakteristik tiap segmen generasi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijihardjono menegaskan, sesuai dengan instruksi PP Muhammadiyah beberapa waktu, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Muhammadiyah dilakukan oleh dan melalui Lazismu. "Legalitas penghimpunan dan pendistribusian melalui Lazismu," tegasnya.
Menurutnya, program-program yang dijalankan oleh Lazismu sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Lazismu. Jika ada program-program yang berada di luar Renstra Lazismu maka akan disinkronkan, sehingga dapat tertata dengan baik. Berbagai program ini pun sejalan dengan IKU (Indikator Kinerja Utama) dan IKAL (Indikator Kinerja Aksi Layanan) yang tertera di dalam Renstra Lazismu.
Dengan kick off ini, tambah Nuryadi, laporan seluruh penghimpunan dan penyaluran dana ZIS dapat konsolidasikan. Pendistribusiannya dilakukan oleh masing-masing tingkatan. "Inilah cara untuk tertib dalam laporan keuangan, karena kita harus mempertanggungjawabkan, bukan hanya kepada umat, melainkan juga kepada Allah," pungkasnya.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief dalam sambutannya mengingatkan kepada para amil Lazismu untuk terus menjaga hubungan baik dengan para donatur. Selain itu, hubungan dengan masyarakat juga perlu terus dijaga dengan baik, karena Lazismu tidak semata-mata menghimpun dana, namun juga memberikan edukasi tentang zakat, infak, sedekah, dan kebaikan, serta berkontribusi untuk negeri ini bersama-sama, sesuai dengan jargon Lazismu yaitu memberi untuk negeri.
"Misi Lazismu semakin berat, tidak hanya tentang uang tapi juga tentang amal kebajikan. Kita perkuat narasi kita, pertajam program-program kita dan mudah-mudahan kita lebih siap menghadapi berbagai tantangan," pesan Hilman.
Dalam menjalankan program-program jangka panjang, lanjut Hilman, kapasitas Lazismu juga perlu diuji. Kapasitas tersebut berupa komitmen dan profesionalitas dari para amil. Dengan banyaknya mitra yang ingin menjalin kerja sama, tata kelola di dalam tubuh Lazismu harus terus diperkuat. Demikian pula dengan mitigasi risiko, sehingga tata kelola Lazismu sebagai lembaga pengelola dana umat dapat terjaga dengan baik.
"Mudah-mudahan upaya kita semua diridhai Allah. InsyaAllah Lazismu bisa bersinergi dengan majelis dan lembaga dalam menjalankan program-program unggulannya," harap Hilman sambil membuka "Kick Off Program Ramadhan 1444 H".
Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional milik Muhammadiyah menjadikan Ramadhan sebagai wadah untuk menguatkan berbagai lini, seperti ekonomi masyarakat lemah, pendidikan dhuafa, dan kesehatan masyarakat pasca pandemi. Untuk itu, Ramadhan kali ini Lazismu mengangkat tema "Zakat Kuatkan Indonesia" untuk mendorong masyarakat tetap optimis meski dalam bayang-bayang resesi ekonomi yang mengkhawatirkan, selaras dengan program pemerintah yang berfokus pada program produktif untuk pemberdayaan dan pemulihan ekonomi.
Adapun program-program khusus yang akan dilaksanakan pada Ramadhan ini di antaranya adalah Tebar Takjil, Kado Ramadhan, Back to Masjid, Pemberdayaan UMKM, serta MudikMu Aman. Selain itu juga ada EduZIS dan Kampanye Ramadhan. Program-program tersebut akan disalurkan untuk mendukung program-program inovasi sosial yang menjadi tema besar pada tahun 2023 ini.
Ramadhan 1444 H menjadi lebih istimewa karena ada tiga pilar program utama yang akan dijalankan oleh Lazismu, yaitu Pilar Ekonomi, Pilar Pendidikan, dan Pilar Sosial Dakwah. Secara langsung, ketiganya memenuhi syarat sebagai program inovasi sosial serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu Lazismu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk dapat menyukseskan program Ramadhan tahun ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

