

Dalam keterangannya, Zainuddin menyebutkan bahwa bantuan tersebut berasal dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) 8 Kota Banjarmasin. Bantuan ini kemudian diamanahkan melalui Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penerima manfaat bantuan adalah para mualaf yang berada di Desa Patikalain, sebuah desa yang berada di Pegunungan Meratus.
"Bantuan ini merupakan suatu bentuk kepedulian kita bersama antar sesama saudara seiman, karena Al-Qur'an mengajarkan demikian. Hal tersebut bisa dilanjutkan dengan membangun jalinan kasih sayang yang lebih akrab dalam memelihara ukhuwah Islamiyah demi terbangunnya peningkatan harkat dan martabat mereka yang dibantu," terang Zainuddin.
Menurutnya, bantuan ini sebagai wujud penghargaan kepada para mualaf, meski nilai materi yang diberikan tidaklah seberapa. Ia pun berharap agar para donatur mendapatkan pahala dari Allah. "Semoga Allah lipat gandakan pahala bagi donatur yang menyumbang dan mendapatkan ampunan dosa dalam suasana Ramadhan ini. Aamiin," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Abdul Wahab menjelaskan, bantuan yang diamanahkan oleh PCA 8 Kota Banjarmasin ini disalurkan melalui LDK PWM Kalimantan Selatan sesuai dengan tupoksi yang telah ada. Pihaknya pun akan melanjutkan pendistribusian bantuan serupa, baik untuk mualaf maupun penerima manfaat yang berhak lainnya.
"Rencana ke depannya akan kami programkan Kado Guru yang merupakan bagian dari program Kado Ramadhan. Selain itu kami akan berbagi Kado Ramadhan di komunitas mualaf lainnya, semisal Desa Kindingan dan lainnya," jelas Wahab yang menerima bantuan secara simbolis dari PCA 8 Kota Banjarmasin.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis dari Ketua PCA 8 Kota Banjarmasin, Hj. Rusidah didampingi Wakil Ketua Hj. Maserah kepada Manajer Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Masjid Mujahidin Barabai pada Selasa (21/03). Kado Ramadhan tersebut kemudian didistribusikan kepada para mualaf yang diserahkan secara simbolis di Masjid Ar Rahim Patikalain pada Jumat (24/03). Bantuan ini berisi beras, minyak goreng, tepung, mie instan, gula, teh, sarden, kental manis, dan sirup.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (22/03). 100 paket bantuan yang berisi beras dan MieMu tersebut dibagikan kepada masing-masing penerima manfaat. Amil Lazismu Kabupaten Banjar, Ahmad Riyadhie menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan ikhtiar Lazismu dalam meringankan beban warga yang terdampak banjir.
"Penyaluran bantuan kali ini sebagai bentuk keprihatinan kami kepada warga terdampak banjir di sekitar kantor, utamanya di dua tempat yang menjadi sasaran penerima manfaat yakni warga Pasayangan dan Pekauman Ulu," ungkap Riyadhie.
Menurut Riyadhie, pihaknya sengaja memilih momentum menjelang Ramadhan dalam penyaluran bantuan ini guna menambah makanan pokok berupa beras kepada warga untuk dikonsumsi saat bulan puasa. Hal ini dapat mengurangi beban warga dalam mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadhan, terlebih bagi mereka yang terdampak bencana banjir.
Senada dengan itu, Muhammad Fajriannoor, relawan yang turut dalam kegiatan tersebut merasa bahagia turut ikut serta dalam pelaksanaan penyaluran bantuan. Dengan adanya aksi sosial ini akan dapat menumbuhkan semangat untuk berbagi jelang Ramadhan ini. "tentunya saya senang bisa ikut berkontribusi langsung dalam misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan untuk warga terdampak kali ini," tuturnya.
Pada saat banjir terjadi, Lazismu memberikan dukungan penuh pada aksi kemanusiaan bersama MDMC melalui layanan Dapur Umum. Setiap hari, para relawan membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir beberapa waktu lalu. Bantuan ini membantu meringankan warga karena kesulitan untuk beraktivitas saat terjadi bencana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Staf Tebar Takjil Lazismu PP Muhammadiyah, Rudi Susanto menuturkan, takjil yang diberikan kepada Masjid At-Tanwir tersebut berjumlah 200 paket, berisi dimsum, kue basah, air mineral, serta nasi ayam lalapan. Takjil ini disalurkan kepada warga maupun karyawan perkantoran di seputar Masjid At-Tanwir dan berbuka di masjid tersebut.
"Kegiatan ini merupakan kolaborasi pengurus Masjid At-Tanwir dengan pihak Lazismu. Jika digabungkan dengan Masjid At-Tanwir, jumlah takjil yang dibagikan adalah 400 paket. Paket ini dibagikan oleh relawan Lazismu dan pihak masjid," tutur Rudi.
Rudi menambahkan, selain berbuka puasa, ada beberapa rangkaian kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Tanwir, di antaranya ceramah dan sholat tarawih berjamaah, kajian ba'da Dzuhur, dan sholat Idul Fitri. Lazismu memberikan dukungan melalui program Tebar Takjil setiap hari yang berasal dari para muzakki.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadhan 1444 H Lazismu, Edi Muktiono menyebutkan, program Tebar Takjil Lazismu merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Lazismu. Program ini menyiapkan takjil kepada mereka yang membutuhkan sebagai solusi kepada kaum muslimin yang sedang berada di jalan atau di masjid untuk membatalkan ibadah puasanya.
"Sasaran dari Tebar Takjil ini adalah kepada warga yang sedang berada di jalan atau di luar rumah. Titik-titik yang disasar adalah di jalan atau tempat ibadah seperti masjid dan mushola," ujarnya.
Terkait dengan penyaluran di masjid-masjid, khususnya masjid At-Tanwir yang berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta ini, lanjut Edi, Lazismu akan menyalurkan 5600 paket berbuka untuk jamaah masjid. Paket Tebar Takjil ini akan dibagikan sepanjang bulan Ramadhan.
"Masjid At-Tanwir setiap hari mengadakan berbuka puasa, kebutuhan berbuka dipenuhi oleh Lazismu dan pihak masjid selama bulan Ramadhan. Yang berbuka di sana bukan hanya jamaah tetap, namun juga jamaah dari luar masjid, bahkan juga warga dhuafa turut memanfaatkan momen berbuka di Masjid At-Tanwir," imbuhnya.
Terakhir, Edi mengajak para muzakki untuk terus berbagi melalui program-program Lazismu, salah satunya Tebar Takjil. Hal ini sesuai dengan motivasi yang disampaikan oleh Rasulullaah SAW bahwa mereka yang membukakan orang lain saat berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut. "Oleh karena itu mari kita mendukung program Tebar Takjil yang dilakukan oleh seluruh Lazismu di tanah air ini agar berjalan dengan baik," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Bertempat di Gedung Day Care Lansia Aisyiyah, Perumnas Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta, Lazismu menggelar program Pesantren Lansia. Kegiatan ini bekerja sama dengan Day Care Lansia Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Perumnas Condongcatur. Pesantren Lansia akan berlangsung pada bulan Ramadhan, sejak 27 Maret hingga 20 April 2023, diikuti oleh 70 orang santri lansia.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Nur Sigit Nugroho membuka pelaksanaan program Pesantren Lansia Ramadhan 1444 H. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian Lazismu kepada para lansia. "Lazismu sebagai Unit Pembantu Pimpinan di Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang dilaksanakan baik oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mudah-mudahan ke depannya lebih banyak lagi program-program yang dapat disinergikan dengan Lazismu," ujarnya.

Sigit menambahkan, dana yang dikelola oleh Lazismu merupakan dana umat yang harus disalurkan tepat sasaran kepada penerimanya. Program Pesantren Lansia ini merupakan bentuk penyaluran dana umat dalam bentuk program kepedulian kepada Lansia. "Mudah-mudahan program ini berjalan dengan lancar dan terus berkelanjutan," harapnya.
Sementara itu, Ketua PRA Perumnas Condongcatur, Nuryani menyampaikan bahwa para lansia sangat rentan dengan kondisi kesehatan, terlebih jika dipengaruhi oleh pikiran yang kosong. Hal ini mendorong diadakannya kegiatan Pesantren Lansia ini. Pesantren Lansia dilandasi oleh semangat "Birrul Walidain", sehingga menjadi wadah untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang prima dengan kegiatan bermanfaat pada usia mereka.
"Lansia ini sangat rentan dengan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh kondisi pikiran yang kosong karena tidak ada kegiatan. Atas dasar tersebut kami berinisiatif untuk memperhatikan kesehatan lansia, terutama kesehatan rohani dan jasmani dengan mengadakan program Pesantren Lansia," terangnya.
Program Pesantren Lansia Lazismu melengkapi keberadaan Gedung Day Care Lansia Aisyiyah ini. Sejak diresmikan pada tahun lalu, beragam kegiatan untuk para lansia pun telah dilakukan. Sebelum memiliki gedung sendiri, kegiatan pesantren lansia dilakukan di Balai Kesejahteraan Sosial yang ada di lokasi PRA Perumnas Condongcatur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Keadaan ini mendapatkan perhatian khusus dari Kantor Layanan (KL) Al Furqan. KL yang berada di bawah koordinasi Lazismu Kota Banjarmasin tersebut menyalurkan paket sembako kepada 80 orang mustahik yang berhak menerimanya. Paket sembako tersebut masing-masing berisi beras 8 liter, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kg. Setiap paket yang diberikan bernilai 150 ribu rupiah.
Penyaluran paket sembako yang berlangsung Selasa (21/03) pagi di halaman Masjid Al Furqan, Jalan Bumi Mas Raya Kota Banjarmasin. Sebagian lagi diserahkan dengan menyambangi rumah-rumah para penerima manfaat. Kepala KL Lazismu Al Furqan, Yazidi Indar menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Lazismu. "Ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan sesuai fungsi Lazismu, yaitu menerima zakat, infak, dan sedekah, kemudian menyalurkan kembali kepada 8 asnaf," terangnya.
Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarmasin juga turut hadir dalam acara penyaluran bantuan ini, diwakili oleh Ustadz H. Ahmad Fitri Rusli. Pada sambutannya ia menyampaikan terima kasih kepada KL Lazismu Al Furqan yang telah melaksanakan penyaluran bantuan kali ini. Ia pun menghimbau kepada para muzakki, donatur, dan dermawan agar selalu menyalurkan sebagian hartanya kepada Lazismu Al Furqan. "Jangan khawatir, infak dan sedekahnya akan disalurkan kembali kepada 8 asnaf seperti yang diserahkan pada hari ini dan merupakan bentuk kepedulian memberi untuk negeri," tegasnya.

Selain menyalurkan paket sembako dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, KL Lazismu Al Furqan juga menyerahkan beberapa bantuan lainnya. Di antaranya yaitu program Beasiswa Sang Surya kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) sebesar 1 juta rupiah, Beasiswa Mentari kepada siswa SMK Muhammadiyah 3 sebesar 1 juta rupiah, dan program Peduli Guru untuk 3 pengajar TPA Al Furqan sebesar 1,5 juta rupiah. Di samping itu, bantuan program Back to Masjid untuk kemakmuran dan kesejahteraan jamaah Masjid Al Furqan sebesar 1 juta rupiah. Bantuan ini merupakan hasil dari penghimpunan selama bulan Januari hingga Maret 2023.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Pos Hangat ini merupakan inisiasi Lazismu didukung Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah guna menyediakan makanan dan minuman secara gratis kepada peserta MTQ. Fikri Cahyadi, Kepala KL Lazismu Ash Shalihin Haruyan yang bertugas menjadi penanggung jawab Pos Hangat tersebut menyampaikan bahwa keberadaan pos ini menarik perhatian para peserta dan pengunjung kegiatan MTQ.
"Sejak dibuka cukup banyak yang berdatangan untuk menikmati hidangan yang tersedia, diperkiraan ratusan orang berdatangan," ungkap Fikri yang juga merupakan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Haruyan.
Fikri mengharapkan melalui pos tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian dan kontribusi Muhammadiyah dalam kegiatan acara MTQ yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Apalagi sejak dibuka, tidak sedikit yang singgah untuk menikmati makanan yang tersedia.
Senada dengan itu, Eli Rahmawati, salah seorang relawan yang turut ikut dalam aksi tersebut mengungkapkan rasa senang karena bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Terlebih lagi, Pos Hangat juga mendapatkan kunjungan dari Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah yang membuka gelaran acara tersebut. "Sangat senang bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan ini. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang berkunjung," imbuhnya.
Pos Hangat yang dibuka sampai malam hari tersebut menyediakan beragam makanan ringan, air mineral, dan minuman baik hangat maupun dingin. Selain untuk melayani para peserta dan pengunjung MTQ, keberadaan Pos Hangat juga sebagai syiar Muhammadiyah, terutama dalam memperkenalkan program-program Ramadhan 1444 H Lazismu kepada khalayak Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

