

Jamaah Masjid Al Azhar tampak antusias dengan hadirnya bazar sembako murah Lazismu Wilayah Jawa Timur tersebut. Meski datang berduyun-duyun, para jamaah tak perlu berdesakan untuk mengantri. Pasalnya, bagi para jamaah yang sudah menerima kupon yang dibagikan mulai pukul 07.00 WIB di Warung Soto Pak Hambali sebagai lokasi pengambilan kupon bisa menukarkannya dengan paket sembako setelah bazar dibuka pukul 13.00 sampai pukul 17.00 WIB.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono mengatakan, agenda bazar sembako murah ini hadir untuk membantu jamaah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah naiknya beberapa harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Salah satu kebutuhan pokok yang naik harganya adalah minyak goreng. Saat ini, minyak goreng dijual di pasaran dengan kisaran harga Rp. 25.000,- per liter.
"Kami ingin supaya jamaah masjid bisa khusyuk dalam beribadah selama bulan Ramadhan tahun ini. Jamaah tidak bingung lagi memikirkan kebutuhan pokok atau sembako," terang Aditio.
Lazismu Wilayah Jawa Timur memberikan subsidi atas paket sembako yang disediakan. Harga paket sembako ini seharusnya bernilai Rp. 110 ribu, namun mendapatkan subsidi sehingga harga jualnya dapat terjangkau oleh warga. "Kami berikan subsidi Rp. 25 ribu sehingga harganya tinggal Rp. 85 ribu," sambungnya.
Terakhir, Aditio berharap agar kegiatan bazar sembako murah ini bisa diadakan oleh kantor Lazismu di berbagai daerah se-Jawa Timur. Kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi jamaah masjid, terutama bagi mereka yang kurang mampu. "Semoga menjadi inspirasi pada semua agar senantiasa mempedulikan kehidupan sesama, terutama yang membutuhkan dengan terus menggencarkan gerakan berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Lembaga Amil Zakat," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aan]

Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengapresiasi acara Launching Program Ramadhan 1443 H Lazismu ini. "Acara seperti ini penting untuk menjadi sebuah momentum, karena seringkali Ramadhan itu disebut sebagai bulan di mana kita ini memperbanyak sedekah. Di luar Ramadhan juga sedekah sangat dianjurkan untuk kita tunaikan, tetapi pada bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk meningkatkan jumlah sedekahnya," ujarnya.
Menurut Abdul Mu'ti, Muhammadiyah sebagai organisasi dan gerakan dakwah Islam senantiasa memiliki perhatian terhadap gerakan yang disebut sebagai filantropi Islam. Kekuatan Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan didukung oleh filantropi Islam ini. Muhammadiyah sebagai institusi selama ini juga banyak memberdayakan masyarakat dengan filantropi Islam.
"Semangat filantropi Islam itu adalah semangat memberi dengan penuh penghormatan kepada yang menerima, sehingga relasi kita bukanlah relasi yang bersifat atas bawah, tetapi relasi yang dilandasi oleh semangat untuk saling mencintai dan saling membantu," tegas Abdul Mu'ti.
Terakhir, Abdul Mu'ti berpesan agar kita terus membantu mereka yang membutuhkan, terutama dalam suasana Ramadhan kali ini. "Kalau iman dan takwa kita kuat, maka dalam keadaan rezeki yang lapang maupun sempit, kita akan senantiasa berderma, bersedekah, berinfak, serta berbagai bentuk amal jariyah yang lain untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini sedang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan," pungkasnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Dr. Tarmizi Tohor menyerahkan SK Kemenag RI kepada Lazismu yang diwakili oleh Ara Nurmalinda selaku Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah. Pada acara itu ia menegaskan, zakat melalui pemberdayaan untuk perbaikan ekonomi dirasakan penting saat ini. "Zakat ini tidak hanya untuk persoalan konsumtif saja, tapi harus ada usaha yang produktif," tegasnya.
Pada bulan Ramadhan 1443 H kali ini Lazismu mengusung beberapa program, di antaranya yaitu Takjil Tangguh (Pilar Sosial Dakwah), Ramadhan for New Normal (Pilar Kesehatan), Ramadhan Ceria (Pilar Sosial Dakwah), Masjid Tangguh (Pilar Sosial Dakwah), Guru Tangguh (Pilar Pendidikan), Sekolah Tangguh (Pilar Pendidikan), dan UMKM Tangguh (Pilar Ekonomi). Tema Ramadhan 1443 H Lazismu kali ini adalah "Zakat Tumbuh Indonesia Tangguh". Semangat tema tersebut adalah pertumbuhan ZISKA (zakat, infaq, shadaqah, dan dana sosial keagamaan lainnya) Lazismu menjadikan setiap program-program inovasi sosial menciptakan masyarakat Indonesia yang mandiri, kuat dan tangguh.
Maksud dan tujuan pelaksanaan program pada bulan Ramadhan 1443 H antara lain mengharmoniskan langkah strategis program Ramadhan 1443 H secara nasional, menghimpun dan mendayagunakan dana ZISKA melalui program-program inovasi sosial secara nasional dan secara khusus yang berhubungan dengan pandemi Covid-19, serta mengoptimalkan potensi penggalangan dana ZISKA melalui program-program inovasi sosial secara nasional.
Sementara itu, luaran (output) pelaksanaan program Ramadhan 1443 H Lazismu yaitu untuk menghasilkan capaian penghimpunan 40% dan penyaluran 30% dari total penghimpunan nasional; terlaksananya seluruh rangkaian program inovasi sosial dengan melibatkan Lazismu Wilayah, Daerah, Kantor Layanan, mitra MLO (majelis, lembaga dan ortom) dan juga mitra eksternal; seluruh Kantor Lazismu bergerak secara simultan dalam menghimpun dan menyalurkan; serta adanya program penghimpunan dan penyaluran baru sebagaimana prinsip inovasi sosial.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Chef Hatta, The Sense Kitchen Head Chef mengungkapkan, dengan datangnya momen yang ditunggu oleh umat muslim ini, setiap pelanggan dapat menikmati santapan bersama orang yang disayangi dengan berbuka puasa di The Sense Kitchen Jogjakarta. "Momen yang paling ditunggu oleh seluruh umat muslim di dunia telah datang. Dengan berbuka puasa di The Sense Kitchen Jogjakarta, customer dapat menikmati santapan bersama orang tersayang," ungkapnya.
Ia menambahkan, bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memberikan banyak kesempatan dan berlomba-lomba dalam mengumpulkan pahala. Melalui setiap pembelanjaan paket Promo Ramadhan, para pelanggan otomatis akan berdonasi yang disalurkan langsung melalui Lazismu. Chef Hatta juga berharap, kerjasama yang dijalin bersama Lazismu ini dapat terus berlangsung di luar bulan Ramadhan.
"Selain berbuka puasa di The Sense Kitchen, customer pun langsung berinfak melalui setiap pembelanjaan paket Promo Ramadhan. Secara otomatis The Sense Kitchen akan memotong sebesar 5% untuk infak yang nantinya akan disalurkan melalui Badan Amal Lazismu. Semoga kerjasama dengan Lazismu ini tidak hanya terbatas di bulan Ramadhan saja tetapi menjadi sebuah kontinuitas sebuah kebiasaan yang baik," jelas Chef Hatta.
Direktur Penghimpunan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Muktiono menyambut baik kerjasama ini. Ia pun berharap agar kerja sama ini mendatangkan keberkahan bagi kedua pihak dan masyarakat. "Saya menyambut baik kerja sama kemitraan dengan sense kitchen dengan mendonasikan 5% dari total penjualan selama Ramadhan ini. Mudah-mudahan kerja sama ini membawa berkah untuk Lazismu juga untuk The Sense Kitchen, juga untuk masyarakat secara luas," harapnya.
Dengan konsep Open Kitchen yang berada di tengah restoran, pelanggan pun dapat dengan langsung melihat area dapur yang tentunya di komando oleh seorang Chef profesional. Hanya dengan Rp. 99.999,- pelanggan dapat menikmati berbagai sajian, mulai dari Takjil, Appetizer, Main Course, Dessert dan tentunya minuman Free Flow. Promo ini berlaku setiap hari selama bulan Ramadhan (kecuali hari Senin) pada pukul 17.00-20.00 WIB di The Sense Kitchen. Untuk Reservasi Dine In maupun Take Out Chef (untuk merasakan pengalaman berbeda berbuka puasa di tempat sesuai permintaan pelanggan) bisa menghubungi Reservasi 0853 1100 8005.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Pasca banjir mulai surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing, masih ada beberapa kendala yang harus dihadari oleh warga, seperti persoalan kesehatan dan air sumur menjadi kotor akibat terendam banjir selama beberapa hari. Akibatnya, warga pun ada yang mengalami sakit ataupun sulit untuk mendapatkan air bersih.
Widayat, Ketua MDMC Purworejo menjelaskan, salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga adalah sedot sumur. Program ini dilaksanakan selama empat hari (22-25/03) di Dusun Gebang, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh. Warga pun berharap agar program ini terus berlanjut, mengingat masih banyak sumur yang kotor pasca banjir.
"Kami telah melangkah sejak sepekan lalu berlanjut hingga hari ini dengan program sedot sumur dilaksanakan di Dusun Gebang, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh. Tiga puluhan relawan MDMC dikerahkan untuk program ini dengan hasil 28 sumur dengan penerima manfaat 112 orang. Antusiasme warga Dusun Gebang dengan program pasca banjir ini disambut baik oleh warga," ungkap Widayat.
Selain itu, Muhammadiyah juga melakukan pengobatan gratis di Kecamatan Butuh. Antusiasme warga yang mengikuti kegiatan ini cukup tinggi, seperti di Desa Bendungan sekitar 80 warga penerima manfaat, sementara di Rowodadi dihadiri oleh 83 warga dengan jumlah relawan medis 15 orang setiap harinya.
Sebelumnya, Muhammadiyah Kabupaten Purworejo melalui MDMC telah melakukan respons cepat tanggap darurat pada Selasa pagi (15/03) dengan melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir dan pendistribusian logistik berupa nasi bungkus dan obat-obatan ringan di Dusun Gebangrejo, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh dengan menggunakan perahu karet MDMC.
Selain itu, melalui hasil kaji cepat relawan MDMC Purworejo pada Rabu (16/03) diketahui bahwa air belum surut di daerah Klepu dan Rowodadi, Kecamatan Butuh. Relawan pun turut membantu evakuasi warga dengan menggunakan perahu karet. Bantuan logistik berupa nasi bungkus, obat-obatan ringan, popok, susu bayi, dan selimut untuk warga di pengungsian serta pakaian layak pakai dari Lazismu Kabupaten Purworejo dan beberapa donatur juga telah didistribusikan oleh MDMC.
Menurut informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Purworejo, banjir melanda Desa Wingko Sanggrahan, Kecamatan Ngombol; Desa Wironatan, Kecamatan Butuh; Desa Dlangu, Kecamatan Butuh; Desa Tangkisan Kecamatan Bayan; dan Desa Krandegan, Kecamatan Bayan. Diperkirakan banjir ini dipicu oleh hujan lebat yang terjadi sejak Senin siang (14/03) hingga Selasa pagi (15/03).
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Lazismu Journalist Scholarship ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Lazismu berbagai tingkatan, seperti Wilayah, Daerah, dan Kantor Layanan. Acara ini berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 Maret 2022 di Hotel Madina Inn, Kota Yogyakarta. Selain didampingi fasilitator dari IBTimes.ID sebagai media kultural terdepan di kalangan Muhammadiyah, peserta kegiatan ini akan menyerap berbagai materi dari para nara sumber ternama, yaitu Arif Nur Kholis (PSDM PP Muhammadiyah), Heri Ruslan (Redaktur Republika), Muhammad Hafidullah (RWE Digital Agency), dan Almaz Amalin Shabrina (Elmoo Academy).
Dr. Mahsunah Syakir, S.E., M.E.K. mewakili Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat pembukaan kegiatan menyampaikan, kita seharusnya termotivasi dengan perintah-perintah yang ada di dalam Al-Qur'an, seperti dalam surah Al-Qalam dan surah Al-'Alaq. Ia menyambut baik diselenggarakannya acara ini. "Alhamdulillah pada kesempatan ini diselenggarakan acara Lazismu Journalist Scholarship, pelatihan untuk jurnalisme yang luar biasa dan dibutuhkan saat ini," sambutnya.
Mahsunah kemudian mengingatkan, Muhammadiyah telah berkiprah sejak lama dalam jurnalisme, ditandai dengan lahirnya Suara Muhammadiyah. Menurutnya, Persyarikatan Muhammadiyah telah mampu menyuguhkan sesuatu yang mencerdaskan dan memajukan bangsa. Dengan meneladani apa yang telah dilakukan oleh Suara Muhammadiyah yang telah melahirkan sastrawan, wartawan, pemikir-pemikir Islam yang berkemajuan, ia berharap agar dalam acara ini para peserta dapat dengan cerdas membaca tuntutan-tuntutan saat ini.
"Alhamdulillah, mengajak semua peserta lebih cerdas membaca tuntutan saat ini. Kita dituntut mampu memenuhi konten-konten di media sesuai dengan selera masyarakat digital. Jadi, konten-konten itu mampu menjawab sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," harapnya.
Selanjutnya, menurut Mahsunah, apa yang dihasilkan oleh para peserta juga diharapkan tidak hanya berhenti sampai tahap produksi, namun juga dapat tersebar luas. Kepada Lazismu, Mahsunah berharap agar kegiatan jurnalistik ini dapat diintensifkan sampai ke tingkat daerah. Hal ini perlu dilakukan karena banyaknya potensi yang tersebar di daerah. "Potensi-potensi itu banyak sekali, tetapi karena potensi itu tidak digali, bagaimana bisa dikembangkan," ujarnya.
Salah satu peserta kegiatan ini, Jeni Rahmawati yang mewakili Lazismu Wilayah Lampung berharap agar kegiatan serupa dapat lebih banyak dilakukan agar dapat meningkatkan sumber daya amil. "Harapannya makin banyak pelatihan-pelatihan seperti ini yang dapat dilakukan sehingga sumber daya manusia amil makin berkemajuan dan dapat bersaing di dunia digital," harapnya.
Lazismu Journalist Scholarship dilakukan untuk memperkuat strategi-strategi konkret perlu dilancarkan guna memaksimalkan media digital Lazismu. Pertama, kualitas sumber daya pengelola media digital Lazismu perlu ditingkatkan. Kedua, perlu lebih banyak lagi penggerak Lazismu yang dapat mempublikasikan aksi nyata di media online nasional. Ketiga, kualitas konten dan frekuensi publikasi media sosial Lazismu di seluruh Indonesia perlu dimaksimalkan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Falhan Nian Akbar menyebutkan, program Kampung Sehat Berdaya Tonjong ini adalah program KSB kedua yang dilaksanakan oleh Lazismu PP Muhammadiyah. Program sebelumnya dilaksanakan di Kampung Nyalindung, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor beberapa waktu yang lalu. "Penambahan KSB Tonjong yang berbeda dari KSB Nyalindung adalah kita ingin menjadikan generasi muda khususnya di PCM Tonjong untuk bisa berdaya, maka kita latih mereka untuk bisa menjadi konten kreator," jelasnya.
Falhan kemudian melanjutkan, "Kita berharap oleh teman-teman yang dilatih menjadi konten kreator bisa menjadikan penerima manfaat sebagai objek konten dan itu bisa diangkat ke publik. Tidak hanya dari sisi pemberdayaannya saja, tetapi teman-teman konten kreator bisa mengangkat lebih dalam lagi sehingga menjadi sebuah cerita dan akhirnya menjadi cerita yang bisa menceritakan khususnya kepada penerima manfaat yang lain ataupun kepada Lazismu yang lain.
KSB merupakan program pemberdayaan yang mengintegrasikan sektor kesehatan dan ekonomi melalui pembinaan masyarakat agar terwujud masyarakat yang sehat dan berdaya. Tujuannya adalah agar terbentuk dan menguatnya gerakan kemasyarakatan untuk peningkatan kesadaran masyarakat yang sehat, diiringi oleh peningkatan pengetahuan, motivasi, dan implementasi usaha masyarakat.
Kegiatan KSB yang berlangsung melalui PCM Tonjong ini di antaranya program Peduli Kesehatan dalam bentuk layanan kesehatan (preventif dan pengobatan) bagi masyarakat tidak mampu melalui Klinik Pratama 'Aisyiyah Muhammadiyah Tonjong, program Pemberdayaan UMKM melalui bantuan modal usaha kepada 130 UMKM baik usaha ritel/dagang dan produksi, Pelatihan Kewirausahaan melalui kegiatan bincang kewirausahaan untuk meningkatkan motivasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan dalam wirausaha, serta Pelatihan Usaha Muda melalui kegiatan pelatihan Konten Kreator.
Selain mengunjungi program Peduli Kesehatan dan Pemberdayaan UMKM, rombongan yang dipimpin Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah yang diwakili Eny Wijayanti juga mendatangi para penerima manfaat UMKM di Pasar Linggapura. Para penerima manfaat diajak berbincang untuk menyampaikan kesan dan harapan setelah mendapatkan bantuan dari program Kampung Sehat Berdaya Lazismu ini.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

