• info@lazismu.org


Pipit Anak Petani yang Go International (2)

11/09/2019

Ajang Internasional

Impian besar Pipit membuka jendela dunia masih ada dalam benaknya. Bahkan dia ingin berdiri dan menatap dunia persis di jendela itu. Pipit membulatkan tekadnya untuk melihat dunia yang ada di luar dirinya lebih dekat. Bersamaan dengan impian itu, Pipit mendapatkan informasi tentang kompetisi kepempinan muda dari Youth Break Boundaries (YBB) melalui laman resminya.

Kompetisi internasional yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menuangkan gagasannya untuk membangun bangsa. Lalu Pipit mendaftarkan diri dengan mengirimkan aplikasi online. Pipit meyakini bahwa hanya ada satu orang yang bisa menghalangimu untuk menjadi versi terbaik dirimu. Orang itu adalah kamu.

“Hanya kamu yang bisa mempengaruhi kebahagiaan dan kesuksesanmu. Hidupmu tidak berubah ketika kamu tidak berubah, maka berubahlah,” demikian Pipit menulis dalam akun instagram pribadinya seraya memohon doa agar lolos dalam ajang itu nanti.

Jika dirinya lolos, Pipit berhak mendapatkan tiket dalam event international di Malaysia, yang berlangsung pada 15-19 Agustus 2019 dengan tajuk International Youth Leadership And Entrepreneurship Summit di Asia Pasific University. Selanjutnya di event Asia Youth International Model United Nations, 25-28 Agustus 2019 di Putrajaya International Convention Center.

Masa penantian Pipit menunggu hasilnya dilalui dengan kegiatan sehari-hari di Sekolah Dasar Muhammadiyah Baitul Fallah. Kebetulan di sekolah itu Pipit seorang kepala sekolah. Kepala sekolah termuda begitu orang menyebutnya. Pantas atas prestasinya itu dia terpilih sebagai pemuda pelopor pendidikan Jawa Tengah 2018.






 
Suatu hari Pipit membuka email, betapa terkejutnya, YBB mengumumkan dengan mengirim email jika dirinya terpilih (letter of acceptance) menjadi delegasi dalam ajang itu. Beberapa kali proses dilaluinya untuk mengikuti wawancara, lalu diumumkan di laman resmi YBB. Pipit akhirnya terpilih dalam kompetisi, selain itu juga mendapat Beasiswa Program Saudara Satu Negara Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Thailand).  

Di tengah kabar gembira itu, Pipit juga didukung penuh oleh Lazismu Karanganyar. Ketua Lazismu Karanganyar bahkan mensponsori Pipit selama kompetisi itu berlangsung mulai dari berangkat dan pulangnya. Selama berada di Malaysia, Pipit bertemu Alaa Bakkar, CEO Give and Go dan Vincent Cheng, CEO of EN IDEA.

Tidak berhenti sampai di situ, Pipit juga menerima hasil seleksi melalui program Youth Cultural and Educational Exchange (YCEE) 2019 di Istanbul, Turki. Program yang diprakarsai juga oleh Youth Break the Boundaries (YBB) dengan tujuan, menyiapkan generasi pemimpin muda berkualitas, berwawasan global dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Pengumuman itu diterima Pipit pada 3 Februari 2019.

Hati Pipit kembali berdebar-debar, mungkin atau tidak, katanya. Ternyata dirinya berhasil, esainya terpilih menjadi yang terbaik dan menjadi satu-satunya delegasi untuk menjadi pembicara di event internasional. Dalam forum itu, Pipit berbagi cerita akan perannya selama di Indonesia dalam dunia pendidikan, isu-isu kemiskinan dan perdamaian yang digelutinya sebagai bagian dari peran pemuda dalam kepemimpinan.

Peran sosial Pipit selama ini yang inspiratif diakui sebagai langkah inovatif. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar melalui Lazismu, menilai, apa yang dilakukan Pipit termasuk bentuk kepedulian dalam dunia pendidikan. Sebagai kader muda berprestasi yang mengembangkan potensi diri, kata M. Samsuri selaku Ketua PDM, Pipit memberikan dampak sosial (social impact) yang bermanfaat bagi orang lain bangsa dan kader persyarikatan Muhamamdiyah.

Hal itu terbukti dengan perannya yang mendapat kepercayaan di persyarikatan sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Baitul Falah Mojogedang Kabupten Karanganyar, dalam usia yang sangat muda. Meski latar belakang organisasi sejak sekolah tidak secara formal dekat dengan Muhammadiyah, pilihannya setelah setamat kuliah, gadis asal Giriwondo, Jumapolo ini meluangkan waktunya mengabdikan dirinya mengembangkan pendidikan di amal usaha Muhammadiyah Karanganyar.

Pipit juga menjadi salah satu filantropis muda Lazismu pada Kantor Layanan Lazismu Al-Falah sebagai direktur media. Kreatifitas dan keberaniannya untuk maju dan berkembang mendorong pimpinan Muhammadiyah Karanganyar melalui Lazismu untuk mendorongnya melangkah lebih maju.

Lazismu peduli kepada kader-kader yang berprestasi untuk maju berkembang. Menurut Samsuri, dengan memperhatikan latar belakang prestasinya dan kondisi keluarganya sudah selayaknya ada kepedulian dari persyarikatan. Harapannya, lanjut Samsuri, pengalaman dan ilmu yang diperolehnya dapat bermanfaat ketika dkembali ke persyarikatan melalui SD Muhammadiyah Baitul Falah” kata Doktor Ilmu Hukum ini.

Senada dengan apresiasi itu, Direktur Utama Lazismu PDM Karanganyar, Ahmad Zaki Musthofa, Sosok Pipit adalah contoh relevan generasi milenial yang memiliki talenta. “Pemberian dukungan berupa bantuan kepada Pipit tentunya masih dalam ranah spirit filantropi. Pipit sudah mengambil jalan sosial-dakwah di persyarikatan dengan mengabdi di SD Muhammadiyah Baitul Falah Mojogedang,” pungkasnya.

Yang membuat Lazismu bahagia, Pipit adalah filantropis muda yang menggerakkan Kantor Layanan Lazismu Al-Falah yang mengembangkan gerakan dakwah berbasis filantropi melalui event internasional. “Lazismu sangat mengapresiasi soosok muda dengan talenta inovatif yang menginspirasi kader-kader Muhammadiyah lain untuk berkembang dalam dakwahnya,” ujar Zaki. (na)