Slamet dan Kaki Palsu, Bangkit dari Keterpurukan

16/07/2020

Lumajang – LAZISMU. Slamet Efendi (22) termasuk korban begal yang bernasib naas. Pasca-peristiwa delapan bulan lalu, tepatnya di bulan Desember 2019, sekembali dari bekerja di tengah jalan dia diadang pembegal bersenjata tajam. Selain motor yang raib, kaki kanannya harus diamputasi, dan kehilangan empat jari di tangan kirinya. 

Di tengah duka yang menyelimutinya, Slamet masih bisa menatap masa depan. Dia berupaya tetap tegar meski tak dapat bekerja seperti biasa. Lazismu telah menyambung komunikasi dengan Slamet. Lantas, bagaimana dia bisa terhubung dengan Lazismu untuk memeroleh bantuan kaki palsu? 

Peran Lazismu sebagai lembaga amil zakat, khususnya di Jawa Timur terhubung dengan kantor layanannya yang ada di daerah. Kantor Layanan Lazismu itu salah satunya di daerah Lumajang. Bisa dibayangkan, kejadian itu delapan bulan lalu menimpa Slamet, tapi berkat jaringan dan kolaborasi lintas komunitas Slamet bisa bersilaturahim dengan para amil Lazismu.   

Yang istimewa, kata Kuswantoro selaku amil Lazismu Lumajang, informasi tentang Slamet berawal dari Ali Muslimin, salah seorang koordinator komunitas Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang. Melalui PPDI inilah jatidiri Slamet warga asal Jatiroto, Lumajang, dikantongi Lazismu.   

Artinya, Lazismu Lumajang telah bersinergi sebelumnya dengan PPDI dalam aktivitas lainnya, terutama tentang bagaimana memfasilitasi pendampingan dengan penyandang disabilitas. Dengan demikian, kemitraan kedua lembaga ini sudah terjalin lama. 

Kaki Palsu

Slamet selaku penerima manfaat program Lazismu bersyukur karena di tengah keterbatasannya masih bisa terhubung dengan radar filantropi Lazismu. Pada 14 Juli 2020, Lazismu Lumajang menyampaikan amanah para muzaki untuk membawa Slamet Efendi ke suatu tempat untuk pengukuran kaki palsu.

Pengukuran kaki palsu dilakukan di bengkel kaki palsu Cipta Prothese milik Sucipto yang beralamat di Dusun Jawi Gang Brawijaya No. 19 RT 02 RW 01, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

Muari selaku Ketua Lazismu Lumajang, menyampaikan pengabdian Lazismu dalam pendampingan penyandang disabilitas adalah bagian dari pengabdian memberi untuk negeri, agar dapat terus berbuat banyak bagi para penerima manfaat.

“Kami mengucapkan puji syukur, atas dukungan para muzaki selama ini yang memercayakan sebagian rejekinya, maka kami juga terus berinovasi dalam program berbagi,” katanya. Alhamdulillah dalam kegiatan ini didampingi langsung oleh Zainul Muslimin selaku Ketua Lazismu Jatim. Selain pengurus Lazismu Lumajang, turut serta Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang Ali Muslimin.

Dalam kesempatan itu, Zainul Muslimin mengatakan, sengaja mendampingi karena tertarik dengan kisah dari para amil Lazismu Lumajang tentang nasib Slamet Efendi. Ketika bertemu di lokasi pembuatan kaki palsu, wajah Slamet sangat pucat, tatapannya kosong seperti tidak ada harapan lagi, mungkin trauma.

“Mudah-mudahan dengan dibuatkan kaki palsu ini, Slamet Efendi bisa menatap kehidupan yang lebih cerah, dan lebih bersemangat lagi. Usianya relatif masih muda, dan perjuangan hidupnya juga masih panjang,” katanya dengan penuh perhatian.

“Insyaallah dengan motivasi langsung dari Pak Sucipto pemilik bengkel kaki palsu yang juga penyandang disabilitas semangat hidup Slamet akan tumbuh,” pungkasnya.



 

Program Kaki Palsu Se-Jatim

Peristiwa yang dialami Slamet, bisa saja dialami oleh orang lain. Tak menutup kemungkinan program pendampingan disabiltas bisa menyasar yang lain yang sejak lahir sebagai penyandang disabilitas. Zainul mengungkapkan, program ini bisa dikembangkan dan menjadi best practice bagi Lazismu di daerah lainnya di Jawa Timur. 

“Tak hanya itu, Lazismu ke depan dapat membuka program yang dapat memberdayakan penyandang disabilitas melalui lapangan kerja yang terbuka, bisa setiap hari bekerja di bengkel kaki palsu Cipta Prothese milik Pak Cip. Ini sekaligus pemberdayaan ekonomi sehingga dapat memotivasi hidup yang lebih cerah lagi dengan optimis,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesian (PPDI) Lumajang Ali Muslimin, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan para muzaki. “Mereka selama ini telah memerhatikan keberadaan para penyandang disabilitas yang ada di Lumajang,” tandasnya.

“Khusus untuk Slamet Efendi yang mendapatkan bantuan kaki palsu, semoga bisa membangkitkan semangatnya setelah mengurung diri selama delapan bulan akibat trauma yang tak bisa dilupakannya itu, harap Ali. (na)