Lazismu - MDMC Salurkan Hampir 3 Miliar untuk Kebencanaan di Indonesia

22/02/2021

LAZISMU.ORG - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama dengan Lazismu menyalurkan dana kebencanaan sebesar Rp. 2.988.377.861,-. Selain itu, masih ada dana yang akan digunakan untuk tahap rehabilitasi pasca bencana.

Total penerima manfaat dana kebencanaan yang sudah disalurkan tersebut meliputi 268.210 jiwa sepanjang bulan Januari & Februari 2021. Dana tersebut adalah total bantuan dana dan logistik yang dirupiahkan.

268.210 jiwa penerima manfaat tersebut terbagi menjadi 5.634 penerima manfaat pembersihan dampak bencana, 2.315 jiwa penerima manfaat psikososial, 4.368 penerima manfaat pelayanan kesehatan, 670 jiwa penerima manfaat operasi evakuasi dan penyelamatan, 80 jiwa hunian darurat, 33.869 jiwa penerima manfaat distribusi logistik, 154.439 jiwa penerima manfaat makanan siap saji, 336 jiwa penerima manfaat sosialisasi, 51.630 jiwa penerima manfaat air bersih, 14.842 jiwa penerima manfaat distribusi masker, dan penerima manfaat jembatan darurat yang jumlahnya tak terhitung.

Adapun tim respon bencana Muhammadiyah terdiri dari 2.271 orang. Terbagi menjadi 23 personil psikososial, 3 personil tim asistensi, 75 personil tim kesehatan, 2.061 personil relawan umum, 11 personil manajemen posko, 47 personil dapur umum, 4 personil driver, 21 personil tim sar, 2 personil tim media, dan 24 personil tim logistik.

Sepanjang Januari - Februari 2021, di Indonesia ada 35 titik banjir, 8 titik tanah bergerak, 2 titik tanah longsor, 1 titik gempa, 5 titik erupsi gunung, 1 titik kebakaran, dan 1 titik angin kencang.

Ketua MDMC Budi Setiawan bersyukur karena MDMC dan Lazismu bisa mengumpulkan dan mendistribusikan dana bantuan dengan angka yang cukup besar. Ia menyebut korban bencana tidak hanya mendapatkan bantuan ketika terjadi bencana, tetapi juga pasca bencana. 

"Misalnya, di Lombok kita bangun hunian sementara (huntara). Jadi kita tidak hanya memberikan ketika bencana, tetapi juga pasca bencana," ujarnya.

Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa MDMC memiliki alokasi anggaran untuk pelatihan yang bertujuan untuk penguatan kapasitas wilayah bencana. Sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat semakin kuat menghadapi bencana. 

Menurutnya ini penting mengingat bencana yang sering terjadi tanpa mengenal waktu. MDMC bersama Lazismu menyalurkan dana tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga berupa pelatihan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

"Lazismu masih harus terus melakukan penggalangan dana agar Lazismu memiliki simpanan untuk menyiapkan kemungkinan bencana yang akan terjadi di berbagai daerah. Tahun ini kita mendapatkan peringatan badai La Nina, peningkatan curah hujan dengan begitu tinggi. Kemarin di Kalsel, sekarang Jawa," imbuhnya.

Maka, MDMC bersama Lazismu harus bisa menggunakan ilmu pengetahuan untuk memprediksi bencana, dan memberikan bantuan kebencanaan secara terprogram sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter: Yusuf