Program dan Pencapaian 9 Bulan Muhammadiyah Covid-19 Command Center

28/12/2020

LAZISMU.ORG - Akan berakhirnya tahun 2020 menandakan telah genap 10 bulan pandemi covid-19 melanda Indonesia dan 9 bulan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) melakukan tugasnya dalam mengkoordinasikan respon Persyarikatan Muhammadiyah terhadap bencana non alam.

Sampai dengan tanggal 23 Desember 2020, masyarakat di seluruh dunia yang sudah terinfeksi lebih dari 7 juta orang dan korban jiwa sebanyak 1.7 juta. Sementara itu, di Indonesia 686 ribu terpapar covid-19, dalam perawatan 106 ribu orang, dan merenggut 20 ribu jiwa. 

Melihat tren penularan sekarang ini, kemungkinan besar virus masih akan bertambah. Perkiraan paling optimis, wabah baru akan terkendali di tahun 2022. Atas izin Allah swt, MCCC telah melakukan tugas-bersama-seluruh warga Muhammadiyah dalam rangka mengatasi pandemi.

Agus Samsudin, Ketua MCCC PP Muhammadiyah merilis catatan ringan atas kiprah 10 bulan MCCC. Menurutnya, catatan ini tidak untuk berbangga diri tetapi setidaknya bisa menjadi bahan pembelajaran untuk melangkah kedepan yang lebih baik.

Ia mengaku merasakan spirit al-Ma’uun bergerak dalam tubuh organisasi. Bahwa Persyarikatan Muhammadiyah selalu menolong siapapun yang memerlukan bantuan sebagai pengamalan ajaran Islam. Ketika awal pandemi, tanpa perlu dikomando seluruh eksponen organisasi bergerak dan tiba-tiba semua orang berbagi mulai dari hal paling sederhana yaitu pembagian sembako. 

Dalam waktu singkat ada 500 ribu paket sembako sudah terdistribusi secara mandiri. Seluruh komponen mulai dari Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah Aisyiyah & Muhammadiyah, Ortom, dan AUM, semua bergerak mengeluarkan dana tenaga dan fikiran membantu sesama. Oleh karena itu, apapun prestasi yang ada adalah milik bersama seluruh warga Persyarikatan. 

Program dan Pencapaian Muhammadiyah Covid-19 Command Center

Secara garis besar kegiatan Muhammadiyah Covid-19 Command Center meliputi hal-hal sebagai berikut: 

Pencegahan

Agus menjelaskan bahwa bagian pencegahan adalah konseptor dari seluruh aturan dan fatwa terkait covid-19, baik bersifat pemikiran maupun yang tidak dipublikasikan. Sudah ada 18 produk dari bagian ini. Mulai informasi tentang covid-19, pola hidup sehat, tuntunan ibadah, dan lain-lain termasuk survey kepada masyarakat. Masuk dalam kategori ini adalah penyemprotan desinfektan di 49 ribu lokasi.

Pengobatan

Dalam rilisnya, Agus menyebut sudah ada 84 rumah sakit yang merawat pasien covid-19. Total pasien 13.813 orang, terdiri dari  3810 ODP, 3393 PDP dan 6510 positif. Persyarikatan juga berduka karena kehilangan dokter dan perawat dalam jihad kemanusiaan. Rumah sakit bekerja keras dengan melakukan penambahan tempat tidur perawatan khusus covid-19, penyediaan tempat isolasi mandiri, dan penyediaan alkes baru. 

Konsolidasi Organisasi

Konsolidasi yang dilakukan berupa pembentukan MCCC di seluruh Wilayah, Daerah, dan Cabang sesuai dengan kekuatan masing-masing. Kebijakan dan sosialisasi Pimpinan Pusat disalurkan melalui rakor bulanan yang dilakukan secara terus-menerus.

Kerjasama

Muhammadiyah Covid-19 Command Center bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional. Lokal antara lain dengan Kementrian Kesehatan untuk pesantren dan lembaga komersial, utamanya untuk penggalangan dana seperti Wardah, Gojek, Baznas. Dengan lembaga internasional dalam bentuk program edukasi, distribusi APD dan alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit. 

Lembaga internasional yang bekerja sama dengan MCCC antara lain DFAT (Australia), USAID (Amerika), Temasek Foundation (Singapura), UNICEF, dan WHO. Total besaran berkisar di atas angka 150 milyar. Menurut Agus, agak ironis ketika sampai sekarang MCCC belum pernah menerima bantuan langsung dari Satgas Covid Pemerintah-BNPB. Menurutnya, bisa jadi Muhammadiyah tidak masuk prioritas pemerintah dalam penanganan covid-19.

Publikasi dan Advokasi

Ketua MPKU PP Muhammadiyah ini menyebut bahwa salah satu bagian tersibuk adalah program komunikasi kepada masyarakat. Mulai dari program TVMu, radio, webinar, konsultasi psikologi dan agama, sampai kepada publikasi di media mainstream, online, dan media sosial.

"Semua channel komunikasi digunakan secara simultan dan setiap minggu selalu ada kegiatan terkait edukasi dan publikasi terkait covid-19. Salah satu hasilnya adalah MCCC dikenal oleh masyarakat secara luas dan Muhammadiyah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu organisasi paling peduli covid-19," tulisnya.

Ketahanan Pangan

Ia menjelaskan bahwa program jangka pendek untuk ketahanan pangan adalah pembagian sembako. MCCC menyalurkan lebih dari 500 ribu paket di seluruh Indonesia. Dalam hal ini Muhammadiyah Covid-19 Command Center ditopang oleh Gerakan sembako Aisyiyah. Adapun jangka menengahnya adalah dengan melakukan urban farming, pembuatan masker mandiri, program cantelan, dan pelatihan fasilitator.

Total dana yang sudah dikeluarkan, baik mandiri, bantuan berbagai pihak, dan kerjasama internasional adalah 450 milyar rupiah. Dana ini diluar perawatan pasien rumah sakit. Perkiraan penerima manfaat sebanyak 28 juta jiwa. Agus memberikan apresiasi kepada PTM yang berkontribusikan lebih dari 110 milyar rupiah dengan berbagai inovasi programnya. (Yusuf)