CEGAH STUNTING, KL LAZISMU PDNA LAMONGAN GELAR EDUKASI DENGAN PERMAINAN

Ditulis oleh Doddy
11:44, 01/11/2021
Cover CEGAH STUNTING, KL LAZISMU PDNA LAMONGAN GELAR EDUKASI DENGAN PERMAINAN
KABUPATEN LAMONGAN -- Meski baru diresmikan saat bertepatan dengan Milad ke-92 Nasyiatul 'Aisyiyah beberapa waktu lalu, Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menunjukkan eksistensinya dengan melaksanakan pembagian Paket Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting di Kembangbahu pada Senin (25/10). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KL Lazismu PDNA Lamongan bersama dengan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kembangbahu serta Puskesmas Kembangbahu.

Para peserta kegiatan ini terdiri dari 20 balita stunting dengan indikator tinggi badan/umur yang tercatat di data pengukuran posyandu tahun 2021 dan berada di garis merah. Kehadiran mereka dalam acara tersebut didampingi dengan ibunya masing-masing. Mengutip dari Buletin Stunting Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.

Pada sambutannya, Desi Ratnasari selaku Ketua PDNA Lamongan menyampaikan bahwa agenda pembagian paket makanan dan edukasi gizi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh KL Lazismu PDNA Lamongan untuk mencapai tujuan peningkatan gizi seimbang pada balita. "Kami mengajak Tim Kesehatan Pashmina Kembangbahu dan Ahli Gizi dari Puskesmas Kembangbahu untuk bermain sekaligus belajar bersama ibu-ibu semua," jelas Desi. Pashmina (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Nasyiatul Aisyiyah sebagai bentuk pengabdian masyarakat berupa pemahaman serta edukasi mengenai kesehatan terutama untuk perempuan dan anak.

Tim Pashmina Kembangbahu menggunakan metode permainan Emosional Demonstrasing (Emo-Demo) pada permainan tersebut. Peserta diajak bermain bersama dengan peraturan tertentu, tujuannya adalah untuk mendapatkan pesan kunci terkait gizi seimbang. Sebelum memulai permainan, fasilitator mengajak enam orang yang terdiri dari tiga pasang ibu balita untuk saling berhadapan dengan perannya masing-masing. Seorang ibu memegang kartu cita-cita yang merupakan gambaran cita-cita anak, sementara ibu lainnya memegang balok enam sisi dengan setiap sisi berisi gambar makanan dengan tanda hijau (terdiri dari hati ayam, telur, dan ikan), serta tanda merah (terdiri dari kerupuk, gorengan, minuman sachet).

Permainan ini mengajarkan kepada ibu-ibu peserta bahwa makanan yang dimakan saat anak masih balita sangat berpengaruh terhadap masa depannya. Oleh karena itu balita harus makan makanan yang sehat dan bergizi setiap hari, seperti hati ayam, telur, dan ikan yang dicontohkan dalam permainan tersebut. Mereka pun harus menghindari makanan yang tidak sehat untuk tumbuh kembang, seperti kerupuk, gorengan, dan minuman sachet.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian 20 paket makanan kepada balita stunting yang hadir, dilakukan secara simbolis oleh Ketua PDNA Lamongan, Ketua PCNA Kembangbahu serta KL Lazismu PDNA Lamongan. Di samping kegiatan ini juga dilakukan kegiatan yang serupa oleh PDNA Lamongan, yaitu pembagian 25 paket makanan untuk balita stunting di Ngimbang (24/10) dan pembagian 25 paket makanan untuk balita stunting di Babat (26/10), sehingga total paket makanan untuk balita stunting yang disalurkan sebanyak 70 paket. Harapannya, kualitas gizi balita dapat terus ditingkatkan agar mereka terbebas dari stunting.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]