MINI KONSER AMAL, WUJUD KEPEDULIAN LAZISMU DAN BEM PSIKOLOGI UAD UNTUK JOGJA BEBAS STUNTING

Ditulis oleh Doddy
Ditulis pada 11:33, 02/10/2023
Cover MINI KONSER AMAL, WUJUD KEPEDULIAN LAZISMU DAN BEM PSIKOLOGI UAD UNTUK JOGJA BEBAS STUNTING

KOTA YOGYAKARTA -- Dengan mengusung konsep berbagi kebaikan dan kegembiraan, Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menggelar mini konser amal dalam acara Psychology Acoustic (Psychostic) 2023. Acara yang berlangsung di Cafe Bumi Seduh pada Sabtu (23/09) ini mengangkat tema Jogja Bebas Stunting.

Psychostic merupakan program dari BEM Fakultas Psikologi UAD melalui Departemen SBO dan LSO Psychovocal yang mengajak mahasiswa untuk peduli dengan isu stunting di wilayah DI Yogyakarta. Wakil Dekan Fakultas Psikologi UAD, Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, jajaran pengurus BEM Fakultas Psikologi UAD, serta mahasiswa Psikologi UAD berbagai Angkatan ikut meramaikan acara tersebut sekaligus memberikan donasi program Jogja Bebas Stunting.

Muhammad Nur Syuhada mewakili Fakultas Psikologi UAD menyambut baik kegiatan ini. "Program konser amal ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa psikologi UAD. Kegiatan amal bekerja sama dengan Lazismu DI Yogyakarta merupakan kegiatan positif, semoga bisa bermanfaat," ujarnya.

Perkembangan kasus stunting di DI Yogyakarta masih timpang. Prevalensi di tingkat provinsi sebesar 16,4 persen, namun untuk daerah Kabupaten Gunungkidul sebesar 35 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan prevalensi stunting di DI Yogyakarta. Berbagai faktor ditengarai menjadi penyebab, di antaranya adalah tingginya tingkat kemiskinan dan rendahnya pemahaman pencegahan stunting.

Purnomo selaku Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menegaskan, pihaknya turut ambil bagian dalam upaya penurunan angka stunting di DI Yogyakarta. Salah satunya dengan pemberian nutrisi. "Lazismu DI Yogyakarta berupaya ikut bantu program percepatan penurunan stunting di DI Yogyakarta. Target Jogja bebas stunting. Program ini akan menyasar pada keluarga kurang mampu dengan pemberian nutrisi setiap bulannya," tegasnya.

Sebelumnya, program pencegahan stunting dilakukan dengan memberikan nutrisi kepada ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 100 penerima manfaat mendapatkan nutrisi setiap bulan selama satu tahun yang tersebar di lima kabupaten/kota di wilayah DI Yogyakarta. Program yang sudah berjalan masuk tahun kedua ini bermitra dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah DI Yogyakarta. Nutrisi yang diberikan berupa protein hewani dan suplemen vitamin

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]