

PURWOKERTO -- Pagi itu, suasana di Masjid 17 Purwokerto terasa berbeda. Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, ratusan ibu lansia duduk rapi di masjid dengan wajah sumringah, menyambut awal bulan suci bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan harapan.
Sebanyak 150 paket “Kado Ramadan” disalurkan oleh amil Lazismu Banyumas kepada para lansia perempuan dari berbagai wilayah di Banyumas. Kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi bantuan material. Di balik paket yang dibagikan, terselip upaya penguatan spiritual agar Ramadan dijalani dengan lebih bermakna.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (18/2/2026), yang diawali dengan pengajian bertema peningkatan kualitas ibadah Ramadan. Hadir sebagai narasumber, Dyah Retnani Basuki dari Aisyiyah Banyumas, yang memberikan suntikan semangat tentang pentingnya menjaga semangat ibadah meski di usia senja.
Dalam pengajian itu, Dyah mengajak para peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. “Usia boleh bertambah, fisik boleh melemah, tetapi semangat ibadah tidak boleh surut. Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Salah seorang penerima manfaat, Sugijati, warga Tanjung, mengaku bersyukur atas program tersebut. Dengan mata berbinar, ia menyampaikan, bantuan yang diterima bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menambah bekal rohani.
“Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Bukan cuma dapat ilmu, tapi juga dapat sangu (bekal). Jadi hati ini senang, perut juga tenang,” katanya sambil tersenyum.
Direktur Lazismu Banyumas, Amrulloh, menegaskan, program Kado Ramadan Lansia merupakan bukti keberpihakan Lazismu terhadap kelompok rentan. Hal ini amanah dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan dengan pendekatan yang lebih humanis.
“Ini adalah amanah dari para donatur Lazismu yang kami kemas bukan sekadar bantuan konsumtif semata. Kami ingin memastikan para lansia tidak hanya mendapatkan bekal secara material, tetapi juga penguatan spiritual agar Ramadan semakin berkualitas”, jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi komitmen Lazismu dalam menghadirkan program kebermanfaatan yang utuh, menyentuh kebutuhan fisik sekaligus ruhani masyarakat. Pada hari pertama Ramadan, paket-paket kado mungkin terlihat sederhana.
Selaras dengan agenda ini, para lansia yang hadir menjadi simbol perhatian, kepedulian, dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri menjalani bulan suci. Ramadan pun dimulai dengan rasa syukur, ilmu yang bertambah, dan bekal yang cukup untuk melangkah lebih tenang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banyumas]

