

PANDEGLANG — Semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong mewarnai pelaksanaan ibadah qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H, yang bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026 M di Masjid Jami Al-Islah. Berlokasi di Kp. Citaleus, Desa Kubangkondang, Kec. Cisata, Kab. Pandeglang, Banten, kegiatan ini berlangsung lancar, tertib, dan khidmat dengan melibatkan panitia qurban dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat setempat.
Persiapan acara ini telah dirancang sejak DKM menerima kabar baik dari LAZISMU Pusat bahwa Masjid Jami Al-Islah terpilih menjadi salah satu titik pendistribusian qurban. Penentuan lokasi ini diinisiasi oleh DKM Masjid sebagai langkah kepedulian sosial, mengingat kondisi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota, hidup dalam kondisi serba kekurangan, dan jarang menerima atau melaksanakan ibadah qurban. Melalui pembagian yang transparan dan merata, daging qurban berhasil didistribusikan kepada 92 orang penerima manfaat, yang terdiri dari 66 laki-laki dan 26 perempuan. Kriteria penerima manfaat tersebut difokuskan pada warga yang membutuhkan, dengan rincian 79 orang dari kategori warga kurang mampu, 9 orang lansia, dan 4 orang janda. Diharapkan, distribusi ini membuat seluruh masyarakat dapat merasakan keberkahan Idul Adha.
Hal unik dan inspiratif terlihat pada momen penyaluran qurban tahun ini guna menekan penggunaan plastik. Masyarakat bersama DKM mengupayakan Green Qurban dengan menggunakan wadah bernama Koronjo atau besek. Sejak sore hingga malam hari sebelum pelaksanaan, warga bermusyawarah sambil bergotong royong membuat Koronjo yang terbuat dari pelepah daun kelapa tersebut. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Kubangkondang tampak begitu kuat di setiap tahapan. Kekompakan ini terlihat mulai dari pembagian kupon, pembuatan Koronjo, penyembelihan hewan yang mengedepankan syariat Islam dan standar kebersihan, hingga proses pencacahan serta pendistribusian. Kebersamaan yang terjalin selama proses tersebut mencerminkan nilai luhur kehidupan bermasyarakat yang turut mempererat silaturahmi.
Sudrajat selaku perwakilan DKM Masjid Jami Al-Islah menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LAZISMU Pusat atas bantuannya. Ia juga memuji partisipasi luar biasa dari seluruh masyarakat yang berkontribusi menyukseskan acara tersebut. "Puji Syukur kepada Allah SWT, Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menumbuhkan keikhlasan, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama," ujarnya. Beliau berharap budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan warga bisa terus dipertahankan.
Senada dengan hal itu, tokoh masyarakat setempat, Herman, berharap agar momen pelaksanaan qurban tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, melainkan warisan berharga yang menguatkan kehidupan sosial di masa depan. "Qurban mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya ketika menerima, tetapi ketika mampu memberi dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Pelajaran yang paling penting dari momen ini adalah, bagaimana kita bisa mendorong masyarakat untuk dapat menunaikan qurban di tahun-tahun yang akan datang dengan mengedepankan kepedulian sosial dan lingkungan," pungkas Herman.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

