

YOGYAKARTA – Sebagai salah satu upaya melakukan penilaian dengan keakuratan dan kepatuhan, pada Senin, (22/6/2026) Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pembukaan Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.
Kegiatan secara luring ini menjadi penanda dimulainya proses audit laporan keuangan yang akan berlangsung selama empat hari, terhitung dari 22 Juni - 25 Juni 2026. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Ketua LAZISMU DIY Jefree Fahana, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang membidangi Lazismu Ariswan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, tim auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, jajaran amil Lazismu Daerah se-DIY, kantor layanan, serta media partner.
Ketua Lazismu DIY, Jefree Fahana, mengatakan audit adalah bentuk kepatuhan lembaga terhadap regulasi sekaligus amanah dalam mengelola dana masyarakat. “Audit merupakan sarana untuk memastikan seluruh proses penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas”, paparnya.
Agenda tersebut bukan kegiatan rutin tahunan, tetapi amanah yang harus dijalankan oleh lembaga pengelola dana masyarakat. Jefree memastikan seluruh proses pengelolaan dana dilakukan secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jefree mengungkapkan pada tahun ini sebanyak 105 kantor layanan di area kerja Lazismu DIY terlibat dalam proses audit. Ia mengapresiasi dukungan Lazismu Daerah yang intens mendampingi kantor layanan meningkatkan kualitas tata kelola dan kesiapan administrasi.
Dari sisi nilai penghimpunan, yang mengikuti proses audit terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, nilai penghimpunan yang teraudit mencapai Rp 44 miliar, dan meningkat menjadi Rp 48 miliar di tahun 2024. Selanjutnya, pada tahun 2025 nilai penghimpunan mencapai Rp 77 miliar.
“Peningkatan penghimpunan itu menandai adanya kemajuan dalam konsolidasi dan tata kelola Lazismu DIY. Harapannya, semakin banyak kantor layanan yang siap mengikuti audit sehingga kualitas pengelolaan dana umat semakin baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang membidangi Lazismu, Ariswan dalam sambutannya menegaskan, audit merupakan bagian penting dari budaya organisasi Muhammadiyah dalam menjaga amanah dan profesionalitas pengelolaan dana umat.
Audit bukan sebagai instrumen pengawasan semata, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan introspeksi bagi organisasi. “Kita harus membiasakan menghisab diri sebelum dihisab. Audit salah satu bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan masyarakat kepada Lazismu,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyerukan kepada seluruh elemen Lazismu untuk menjadikan audit sebagai budaya organisasi yang sehat. Menurutnya, audit adalah upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan.
“Audit bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi harus menjadi tradisi organisasi untuk menjaga transparansi, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu”, katanya.
Mujadid Rais juga mendorong seluruh kantor layanan untuk menyiapkan dokumen dan data yang dibutuhkan auditor serta mendokumentasikan proses audit sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Pada kesempatan yang sama, tim auditor dari Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan, Syamsul Bahri, menyampaikan kesiapan untuk melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan selama empat hari ke depan.
“Dokumen yang akan diperiksa meliputi laporan keuangan lembaga, bukti transaksi, dokumentasi program, rekening bank, serta sistem pencatatan keuangan yang digunakan oleh Lazismu DIY dan unit-unit yang menjadi objek audit”, terangnya.
Melalui pelaksanaan audit kali ini, Lazismu DIY berharap dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, memperkuat kepercayaan para muzaki, serta memastikan dana yang dititipkan masyarakat dikelola dengan amanah, profesional, dan memberikan nilai manfaat yang luas bagi pemberdayaan umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

