

SURAKARTA -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat dinanti murid-murid baru. Pertama kalinya mereka akan merasakan suasana hangat penuh kebersamaan selama lima hari. Murid-murid di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, merasakan hal itu pada Jum’at (17/7/2026).
Setelah melaksanakan Salat Dhuha berjamaah, mereka mendapatkan edukasi filantropi sekaligus menikmati Baksomu gratis yang disajikan melalui program Food Truck Humanity Lazismu Kota Surakarta.
Program tersebut tidak sekadar membagikan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada para peserta didik sejak dini. Ratusan siswa, guru, dan karyawan sekolah menikmati sajian bakso dalam suasana penuh gembira.
Direktur Lazismu Kota Surakarta, Wahid Hamdani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Food Truck Humanity, yang bertujuan mengenalkan gerakan filantropi kepada anak-anak sejak usia sekolah.
"Melalui program ini kami ingin memberikan edukasi tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, meski pun dalam bentuk sederhana seperti memberikan makanan kepada yang membutuhkan”, ujarnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi inspirasi lahirnya budaya saling peduli di lingkungan sekolah.
Ia berharap SD Muhammadiyah 24 Gajahan dapat menjadi mitra sekaligus gerai inspiratif Lazismu yang mendorong lahirnya berbagai program filantropi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.
Selain memperkenalkan gerakan sosial Lazismu, Food Truck Humanity juga menghadirkan makanan sehat dan bergizi sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat bagi anak-anak. Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Gatot Suherman, mengapresiasi kolaborasi dengan Lazismu yang dinilai memberikan pengalaman berbeda dalam MPLS tahun ini.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga mengajarkan nilai berbagi, kepedulian, dan pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan yang baik.
"Kegiatan Food Truck Humanity ini sangat bermanfaat. Anak-anak mendapatkan edukasi tentang makanan sehat sekaligus belajar berbagi. Kami berharap program seperti ini dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang," katanya.
Gatot juga menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kota Surakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan MPLS di SD Muhammadiyah 24 Gajahan. Keceriaan para siswa tampak saat menikmati semangkuk Baksomu yang disajikan secara gratis.
Salah satunya diungkapkan Azka, siswa kelas V SD Muhammadiyah 24 Gajahan. "Baksonya enak sekali. Semoga yang memberi diberikan kesehatan dan sedekahnya bermanfaat. Panjang umur dan dimudahkan rezekinya," kata Azka penuh antusias.
Kegiatan tersebut menjadi penutup yang berkesan pada hari kelima MPLS SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta. Melalui kolaborasi antara sekolah dan Lazismu, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga dibekali nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta semangat berbagi sebagai pendidkan karakter.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Surakarta/Sugiharko]

