

KALIMANTAN BARAT – Udara berselimut asap yang menyebar luas di Kalimantan Barat semakin membuat sesak. Dampak kebakaran hutan dan lahan ini telah menghanguskan 48 ribu hektar. BNPB melaporkan per September 2026, titik api yang masih dalam penanganan dan belum dipadamkan ada di lahan seluas 80 hektar.
Kondisi ini belum sepenuhnya padam, ditambah lagi musim kemarau panjang semakin menambah krisis yang mengakibatkan akses air bersih di Kalimantan Barat sulit diperoleh. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota meresponsnya dengan bantuan distribusi air bersih.
Senada dengan hal itu, Muhammadiyah Kalimantan Barat melalui Lazismu Wilayah dan Lazismu Daerah Kubu Raya turut menyalurkan air bersih sebanyak 9000 liter kepada warga yang terdampak. Konsentrasi penyaluran air layak konsumsi menyasar warga Desa Parit Keladi, pada Sabtu, (13/9/2026), Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Manajer Lazismu Kalimantan Barat, Suhartini Sastro Diono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah lewat Program Indonesia Siaga Lazismu terhadap kebutuhan dasar masyarakat di saat kondisi air bersih alami keterbatasan.
“Melengkapi bantuan air bersih, Lazismu juga memberikan bantuan layanan kesehatan dengan pemeriksaan gratis, pemberian oksigen dan pembagian masker kepada masyarakat”, ujarnya.
Akibat kabut asap dan kemarau berkepanjangan, kata Suhartini, bantuan ini merupakan langkah nyata Muhammadiyah di Kalimantan Barat dalam merespons dampak bencana karhutla dan krisis lingkungan di beberapa wilayah Kalimantan Barat.
Suhartini berharap bantuan ini meringankan beban yang ditanggung masyarakat untuk menjaga kesehatan. Air bersih yang disalurkan untuk masyarakat merupakan air layak konsumsi.
Nilai manfaat bantuan air bersih tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Warga setempat, Siti mengaku air bersih ini bisa langsung dimasak untuk kebutuhan memasak. “Terima kasih kepada Muhammadiyah dan Lazismu atas bantuan yang diberikan kepada warga. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga meringankan warga untuk cek kesehatannya”, jelas Siti.
Di tengah kepungan asap dan sulitnya air bersih, Muhammadiyah melalui Lazismu dan relawan kemanusiaan telah bergerak salurkan air bersih sejak Agustus lalu. Sampai dengan 15 September 2026, penerima manfaat bantuan rumah oksigen ada 211 orang, dan 30 ribu lebih masker dibagikan untuk masyarakat serta 650 orang menerima bantuan air bersih.
Sebagai respons kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan, Muhammadiyah Kalimantan Barat telah menyiapkan tiga unit ambulans dan mendirikan 8 Pos Koordinasi di berbagai titik untuk mendukung aktivasi layanan kemanusiaan yang dilengkapi dengan 2 dapur umum.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalbar]

