Lazismu Dorong Pemberdayaan Peternak Sapi Lokal Bali, Targetkan Produksi Rendangmu Meningkat

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
5 Oktober 2026
Kategori :

DENPASAR -- Penguatan program kurban membutuhkan strategi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penguatan itu diarahkan pada penyaluran manfaat kepada penerima dan keterlibatan peternak dalam program pemberdayaan.

Melalui program Muhammadiyah Berdaya Guna (MBG), Lazismu mendorong keterlibatan peternak Sapi di Bali untuk mengembangkan ekosistem program Rendangmu. Pengembangan program ini dibahas bersama jajaran Muhammadiyah dan Lazismu di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/10/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, Ketua PWM Bali Husnul Fahmi, Ketua PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana, perwakilan Lazismu Denpasar Eko Purwanto, serta Ketua PDM Karangasem Harsono.

Program peternakan sapi Muhammadiyah Berdaya Guna diarahkan untuk mengoptimalkan potensi peternakan sapi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok Rendangmu yang diproduksi di Bali. Dengan skema ini, sapi yang dibutuhkan untuk program dapat diperoleh dari peternak lokal sehingga manfaat ekonomi dapat berputar di tengah masyarakat.

Ketua PDM Karangasem Harsono menyampaikan, daerahnya memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar. Meskipun sebagian masih dijalankan dalam skala rumah tangga, usaha tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Potensi tersebut salah satunya berkembang di lingkungan Ranting Muhammadiyah Kecicang. Peternak setempat bahkan telah memiliki pengalaman dalam memasok sapi hingga ke Pulau Jawa. Menurut Harsono, potensi yang telah tumbuh ini perlu terus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Ketua PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana turut mengapresiasi pengembangan program tersebut. Menurutnya, keberadaan Rendangmu telah menunjukkan bahwa program kurban dapat memberikan dampak lebih luas ketika terkoneksi dengan potensi ekonomi masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah dan Lazismu di Jawa Tengah dan Bali mampu menjangkau lebih banyak pihak, mulai dari peternak, pengelola produksi, hingga masyarakat penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi melalui semangat kewirausahaan sosial. Menurutnya, aktivitas ekonomi memiliki posisi penting dalam perjalanan dakwah Islam.

Ia mendorong warga Muhammadiyah agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mengambil peran sebagai produsen. Pengembangan peternakan sapi, menurut Tafsir, dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun ekosistem ekonomi yang terhubung dari hulu hingga hilir. Semangat itu diwujudkan melalui pengembangan peternakan yang tidak berhenti pada proses pemeliharaan dan penjualan sapi.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan menjelaskan, Rendangmu telah memasuki tahun keenam pelaksanaan di Bali. Karena itu, pengembangan program selanjutnya diarahkan pada penguatan ekosistem agar semakin banyak potensi lokal yang terlibat.

Menurut Dwi, wilayah seperti Karangasem dan Kintamani memiliki potensi peternakan yang dapat dihubungkan dengan kebutuhan sapi untuk produksi Rendangmu. “Ini sudah tahun keenam Rendangmu dijalankan di Bali. Yang perlu diperkuat ekosistemnya. Maka sapi bisa didapat dari peternak lokal, diproduksi di Bali. Manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat”, ujarnya.

Perkembangan program Rendangmu juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada awal pelaksanaan, jumlah sapi yang dikelola berada pada kisaran 30 hingga 50 ekor. Pada pelaksanaan terakhir, jumlah tersebut telah berkembang menjadi 487 ekor sapi.

Lazismu menargetkan kapasitas program dapat meningkat menjadi sekitar 500 hingga 600 ekor sapi. Pertumbuhan itu sekaligus membuka peluang bagi peternak lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program secara berkelanjutan.

Selain mendukung program kurban, Rendangmu memiliki keunggulan daya simpannya hingga dua tahun. Nilai manfaat ini untuk berbagai kebutuhan terutama di saaat program kemanusiaan. Produk ini juga menjadi salah satu makanan siap saji yang dapat didistribusikan dalam respons kebencanaan.

Melalui peternakan sapi Muhammadiyah Berdaya Guna, Lazismu berupaya mengembangkan kurban sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan. Peternak diperkuat pada sektor hulu, sementara pengolahan Rendangmu menjadi penghubung agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sinergi ini diharapkan dapat membangun model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal dari hulu hingga hilir.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jateng]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross