

SIDOARJO -- Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat penanganan pascabencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah (MDMC) mengumumkan masa transisi dari tanggap darurat fokus ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Lazismu dan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kini saling sinergi pada pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mewakili Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono sekaligus koordinator respons tanggap bencana mengatakan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi warga terdampak gempa bumi di beberapa titik lokasi Flores, NTT dimaksudkan memberikan dukungan penguatan dan pendampingan agar para penyintas dapat bangkit dan kuat kembali.
"Alhamdulillah MDMC Jawa Timur dengan dukunganLazismu Jawa Timur telah melaksanakan giat respons tanggap darurat bencana selama kurang lebih 60 hari sejak dua hari pascagempa bumi, 15 Agustus 2026 yang lalu”, ujarnya di Gedung Kemanusiaan Lazismu Jawa Timur, Buduran, Sidoarjo, (10.10/2026).
Kini tahapan respons bencana telah beralih dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Lazismu Jawa Timur mengutus 5 orang anggota MDMC sebagai Tim awal untuk rehabilitasi rekonstruksi. Dalam kaitan ini Lazismu terus memberikan dukungan terhadap MDMC mendampingi penyintas dengan program penguatan pada area pendampingan.
Setelah berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi oleh pemerintah daerah di beberapa kabupaten di pulau Flores NTT, MDMC Jawa Timur menghentikan pengiriman relawan dengan tetap mengevaluasi program-program yang telah berjalan.
Sementara itu, Ketua MLHPB PWM yang juga bergiat di MDMC Jawa Timur, M. Rofii memaparkan program terpadu rehabilitasi dan rekonstruksi Muhammadiyah Jawa Timur dijadwalkan berlangsung intensif selama 5 bulan. “Terhitung mulai 10 Oktober 2026 hingga akhir Februari 2027”, kata Rofi'i.
Dalam suatu rapat bersama MDMC Jatim dengan Lazismu di kawasan Jemursari Surabaya (6/10/2026), Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah hadir tidak hanya saat tanggap darurat memuncak, tetapi teguh mendampingi hingga masyarakat bangkit, mandiri, dan tangguh menghadapi masa depan.
"MDMC Jatim menerjunkan tim spesialis multi sektor secara bertahap ke titik-titik terdampak di daratan pulau Flores, khususnya kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada”, ujarnya.
Adapun program rehabilitasi dan rekonstruksi ini meliputi program spesifik di antaranya pendidikan, hunian transisi layak huni, penyediaan infrastruktur air bersih, penyediaan rumah ibadah, pemulihan dan pemberdayaan ekonomi, mitigasi dan penguatan jamaah Tangguh bencana.
Program ini akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah setempat (BPBD), tokoh masyarakat, dan mitra jejaring kemanusiaan di Flores, untuk memastikan penerima manfaat dapat disasar dengan tepat sasaran.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim]

