

CIAMIS -- Merealisasikan program bantuan akses air bersih dan sanitasi melalui program instalasi pipa di Dusun Ciputih, Desa Tenggeraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, menjadi tantangan baru bagi Lazismu Jawa Barat.
Upaya memenuhi kebutuhan dasar air, Lazismu Jawa Barat sebelumnya meninjau langsung lokasi sasaran yang informasinya dilayangkan warga Dusun Ciputih lewat pengajuan proposal. Kegiatan berlangsung sejak Selasa, (6/10/2026), untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air Pegunungan Cimarela langsung ke pemukiman warga.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Endang Mahbub, meninjau langsung ke lokasi bersama tim program menyatakan bahwa program instalasi pipa ini merupakan jawaban sekaligus respons Lazismu atas kebutuhan mendesak warga setempat untuk memperoleh air bersih.
"Program ini berangkat dari usulan warga Dusun Ciputih yang mengalami kesulitan air bersih. Kami memasang pipa dari sumber mata air Pegunungan Cimarela hingga ke pemukiman warga dengan jarak kurang lebih hampir 3 kilometer," ujar Endang di lokasi kegiatan instalasi pipa, pada Rabu (7/10/2026).
Meskipun wilayah Jawa Barat sempat terdampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino, debit air dari mata air Pegunungan Cimarela terbukti tidak mengalami kekeringan. Hal ini menjadikan sumber mata air tersebut ideal untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Solusi Di Kemarau Panjang
Proses pembangunan instalasi pipa hingga hari kedua telah mencapai 80 persen. Ada kemajuan program di lapangan sehingga diharapkan pada hari ketiga, rangkaian pipa penghubung sudah terinstalasi sepenuhnya ke titik penampungan utama di Dusun Ciputih.
Selanjutnya, dalam satu hingga dua hari ke depan, tim bersama warga akan melanjutkan proses instalasi pipa distribusi langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Program ini juga menjadi bagian penting menjaga kesehatan keluarga lewat program SAUM (sanitasi untuk masyarakat).
Partisipasi masyarakat dalam program instalasi pipa air bersih di Ciamis, murni lahir dari kesadaran bersama. Salah seorang warga RT 20 RW 10 Dusun Ciputih, Agus, menyampaikan bahwa masyarakat bergotong-royong untuk tujuan dan kepentingan bersama.
“Gotong royong ini benar-benar sukarela dari warga, tidak ada paksaan sama sekali. Kita kan sudah biasa gotong-royong, jadi begitu ada kegiatan seperti ini warga langsung ikut berpartisipasi", kata Agus.
Agus menuturkan, selain memikul pipa dari titik bawah, warga juga bekerjasama membabat semak belukar dan mencangkul tanah di lereng curam agar posisi pipa aman. "Di jalur yang curam, kita buatkan ceruk galian pakai cangkul. Pipanya ditanam supaya aman dan tidak gampang bergeser atau terinjak hewan ternak seperti kerbau yang lewat", jelasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari seluruh elemen Desa Tenggerharja. Kepala Desa, Ketua RT, Ketua RW, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan ibu-ibu Dusun Ciputih, sigap menyiapkan makanan dan minuman untuk menndukung pekerja di area bukit.
“Selama program berlangsung kebutuhan konsumsi berupa makanan dan air selalu terpenuhi. Dukungan dan peran ibu-ibu selama ini langsung mengantarkan konsumsi kepada para pekerja”, terangnya.
Hal senada dikatakan Miah yang turut membantu pekerja dengan menyediakan konsumsi. “Makanan dan air kami masak yang biayanya dari ibu-ibu di rukun tetangga. Semua itu diberikan kepada warga yang bekerja”, pungkasnya.
Bertahun-tahun warga Dusun Ciputih mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kekeringan selalu menjadi masalah tahunan. Kondisi ini mendorong warga mengajukan proposal ke Lazismu Jawa Barat untuk mengalirkan air dari mata air Pegunungan Cimarela yang dikenal tidak pernah kering.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jabar]

