Bidik Potensi Pasar Kota Tahu, 60 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Digital Marketing Lazismu 

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
27 Oktober 2026
Kategori :

KEDIRI -- Aku Klik Maka Aku Belanja. Ini yang kita temukan di tengah revolusi teknologi digital. Toko online telah menggeser aktivitas jual beli di pasar tradisional. Meski tidak sepenuhnya punah, paling tidak ceruk bisnis di era industri digital masih terbuka lebar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menghindar dari jagat maya bukan pilihan tepat. Justeru bagi pelaku UMKM ini tantangan yang menguji mental. Butuh kejelian menentukan model bisnis yang akan dirintis agar produk UMKM bisa bersaing dengan gagah dan naik kelas.

Namun untuk bisa sampai ke arah itu, UMKM perlu pendampingan, pembinaan dan pelatihan. Oleh karena itu, Lazismu Kediri bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar Workshop UMKM Naik Kelas dengan AI, yang bertajuk: Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan, dikutip dari laman resmi PWMU (27/10/2026).

Pelatihan UMKM tersebut diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari latar belakang usaha yang berbeda-beda.  

Inisiasi ini disambut hangat para pemangku kepentingan. Dukungan juga datang dari Rumah BUMN Blitar dan Danantara Indonesia. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, Ikhwan Nurhadi mengatakan agenda penting seperti ini juga perlu didukung oleh partisipasi masyarakat dalam memperkuat program pemberdayaan.

“Penguatan kapasitas pelaku usaha perlu didorong sehingga dalam praktiknya bisa melakukan pengenalan produk ke tengah masyarakat, jangkauan pasar jadi luas dan efektif dalam meningkatkan daya saing produk”, ujarnya.

Menurut Ketua Badan Pengawas Lazismu Kabupaten Kediri, Rudi Nurcahyo, pelatihan kali ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi Masyarakat. Dengan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, keterampilan pelaku UMKM akan makin bagus untuk memasarkan produk unggulannya.

Berpijak di Tengah Ekonomi Digital

Lazismu dalam menyoroti pemberdayaan masyarakat, tidak lupa membidik pelaku UMKM. Di tengah tantangan ekonomi digital saat ini, kata Fianda Julyantoro bahwa membangun kehadiran produk di internet perlu dengan materi konten yang konsisten.

“Seni menulis dan membujuk audiens dengan pendekatan persuasif (copywriting) ada tekniknya yang harus dipelajari. Selain itu, mendengar ulasan pelanggan juga perlu dicermati agar kepercayaan calon konsumen meningkat”, tandasnya.

Masalahnya, seni menulis persuasif tanpa diimbangi dengan pengetahuan identitas merk (branding) akan sulit berjalan dalam mengembangkan usaha. Rupanya, ada solusi yang ditawarkan Anang Zuanedi saat memaparkan resep pemasaran dan branding. Menurutnya, kualitas produk perlu dilengkapi dengan identitas merek yang kuat.

“Jika identitas yang kuat tertanam di kepala audiens dengan kemasan menarik, maka strategi distribusi bisa diramu dengan tepat termasuk menggunakan pendekatan afiliasi lewat tangan reseller”, jelasnya.

Untuk meredam tantangan ekonomi digital bukan perkara mudah bagi pelaku UMKM. Dipandu Achmad Nur Latif, pelatihan ini memantik tanya jawab peserta dan pemateri. Misalnya, apa fungsi Google Maps dalam merintis suatu usaha.

Layanan google ini tidak hanya sebagai pemetaan web secara online suatu lokasi, tetapi juga berperan dalam menavigasi secara digital titik lokasi tertentu yang jadi target tujuan. Tidak heran jika toko dengan alamatnya dapat ditelusuri google maps oleh pelanggan yang diikuti ulasan interaktif dalam menilai pelayanannya.   

Sejak acara berlangsung dari awal, Monika salah seorang peserta yang bergelut di bidang usaha rumah potong unggas tersipu dengan materi-materi yang dibawakan narasumber. Ia mengapresiasi pendampingan penggunaan media sosial untuk mendukung pemasaran UMKM.

Lewat kegiatan hari ini, Monika berharap di lain waktu pelatihan serupa dapat berlanjut dengan materi yang mampu menjawab kebutuhan lain dalam pengembangan usaha termasuk perpajakan.

Sementara itu, Perwakilan Rumah BUMN Blitar, Sulistiyaningsih, memperkenalkan dukungan pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Bersama anggota DPRD Kabupaten Kediri, M. Yusuf Aziz, semuanya berharap momen ini bisa memotivasi pelaku UMKM agar percaya diri memperkenalkan dan memasarkan produknya.

Lazismu Kabupaten Kediri berharap pelaku UMKM bisa mempraktikan wawasan yang didapat untuk mengembangkan udan memperluas jangkauan pemasaran usahanya. Pendampingan berkelanjutan perlu direncanakan guna memperkuat kemandirian ekonomi pelaku UMKM.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kediri/PWMU)

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross