

ACEH – Pascabencana banjir di Aceh, fungsi masjid tidak boleh terhenti. Dua fungsi strategisnya sebagai tempat ibadah dan pusat aktivitas dakwah sejauh keberadaannya mampu memberikan motivasi spiritual bagi para penyintas.
Fungsi keduanya kendati belum optimal, perlu mendapat dukungan agar marbot bisa mengelolanya di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui momentum Ramadhan lewat program Back to Masjid, Lazismu berupaya mempertahankan fungsi masjid agar tetap hidup, seperti Masjid Taqwa Muhammadiyah Juli Keude Dua yang terdampak banjir.
Masjid Taqwa memperoleh bantuan secara langsung yang diwakili oleh marbot, pada Sabtu (21/2/2026) di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan ini, kata Divisi Fundraising Lapangan Lazismu Zul Ikram, merupakan bagian dari Program Back To Masjid yang bertujuan mendukung ketahanan sosial serta menjaga keberlangsungan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat pascabencana.
“Alhamdulillah, melalui program ini, Lazismu menunjukkan komitmennya hadir yang tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat saudara-saudara kita mengalami musibah,” ujarnya.
Marbot memiliki peran penting dalam menjaga rumah Allah tetap bersih dan aktif. Semoga bingkisan ini dapat membantu meringankan kebutuhan harian serta menjadi keberkahan bagi para donatur, sambung Zul seraya berbahagia karena bantuan ini langsung diterima marbot.
Selaras dengan program tersebut, Marbot Masjid Taqwa Muhammadiyah Juli Keude Dua Muhammad Yasir turut mengapresiasi kepedulian Lazismu terhadap penyintas yang terdampak banjir. Ia merasa bantuan ini sangat berarti.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama setelah banjir yang sangat berdampak pada aktivitas dan kondisi ekonomi,” pungkasnya.
Banjir yang melanda wilayah Juli Keude Dua memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk operasional masjid. Marbot sebagai penjaga kebersihan dan pengelola harian masjid turut merasakan dampak ekonomi akibat terganggunya aktivitas dan pendapatan harian.
Lazismu menginisiasi pemberian bingkisan bantuan untuk membantu meringankan kebutuhan pokok keluarga marbot. Turut hadir selain Zul Ikram dalam penyaluran itu, yaitu Eka Maha Putra sebagai divisi yang sama.
Lazismu Aceh berharap bantuan dapat meringankan beban para marbot yang terdampak musibah banjir, sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus menjaga dan memakmurkan rumah Allah. Selain itu, besar harapan kepedulian ini mempererat tali silaturahim serta menumbuhkan semangat gotong-royong dalam membantu sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh]

