

BONDOWOSO – Menjadi muhal bila organisasi modern dengan aset besarnya tak melibatkan partisipasi masyarakat. Dalam gerakan dakwahnya mesti menyesuaikan pendekatan cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, Muhammadiyah dengan gerakan filantropinya konsisten menghadirkan nilai manfaat untuk semua kalangan.
Gerakan filantropi itu kini usia sosialnya memasuki 24 tahun. Adalah Kota Tape tempat Lazismu Bondowoso beroperasi, pada Ahad, 19 Juli 2026 bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Prajekan menghelat kegiatan Ahad Pagi dengan penyaluran bantuan 150 paket perlengkapan sekolah (School Kit).
Kegiatan itu dipusatkan di lingkungan PCM Prajekan yang berlangsung meriah, dihadiri warga Muhammadiyah, kader Ortom, para donatur, serta masyarakat sekitar. Selain ajang silaturahim, kegiatan ini menjadi langkah nyata kepedulian Lazismu dalam mendukung pendidikan anak-anak menjelang tahun ajaran baru.
Diawali dengan Pengajian Ahad Pagi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, Muhammad Malik, dalam sambutannya mengapresiasi Lazismu Bondowoso atas konsistensinya yang terus menghadirkan program-program bermanfaat langsung kepada masyarakat.
"Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Bondowoso yang senantiasa menguatkan gerakan filantropi dan menghadirkan segenap kebermanfaatannya bagi umat", ujarnya.
Keberkahan nilai manfaat itu, kata Malik yang juga menyinggung potensi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi dengan aset terbesar di dunia. Menurutnya, aset besar tersebut tidak selalu mengurangi pentingnya partisipasi masyarakat dalam berinfak dan bersedekah.
Di dunia filantropi sering muncul pertanyaan mengapa masih perlu berdonasi kepada organisasi yang sudah kaya? Jawabannya, donasi memang dihimpun melalui organisasi yang kuat dan terpercaya, tetapi seluruh manfaatnya dikembalikan kembali kepada warga yang membutuhkan. Inilah nilai dasar gerakan filantropi Muhammadiyah, sambung Malik.
Cetak biru kebesaran Muhammadiyah, menurut Ketua Lazismu Bondowoso, Muhammad Hamka, dalam demografis Republik Kopi (red: Bondowoso penghasil kopi arabika) bahwa dipilihnya PCM Prajekan sebagai lokasi pelaksanaan milad bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PCM Prajekan secara geografis dalam kiprahnya di daerah tapal kuda merupakan salah satu cabang yang memiliki sinergi terbaik dengan Lazismu Bondowoso dalam berbagai program pemberdayaan.
"PCM Prajekan merupakan cabang yang paling energik bekerja sama dengan Lazismu Bondowoso. Salah satu program yang rutin kami laksanakan setiap tahun ajaran baru adalah pembagian perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan", pungkas Hamka.
Dengan slogan Memberi Untuk Negeri, menurut Agus Lukman Hidayat Anggota Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, keberadaannya diharapkan terus berkembang menjadi lembaga filantropi yang semakin profesional dan inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Agus menuturkan bahwa salah satu inovasi unggulan Lazismu adalah program Qurban Kemasan Rendangmu, yang memudahkan distribusi daging kurban ke berbagai daerah. Ia menyampaikan pada tahun 2026 Lazismu memproduksi Rendangmu senilai sekitar Rp6,5 miliar, yang dikemas menjadi sekitar 125 ribu kaleng untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain pengajian dan penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi bersama SMK Muhammadiyah 1 Bondowoso. Turut memeriahkan agenda ini, ibu-ibu 'Aisyiyah Prajekan menghadirkan bazar UMKM yang menawarkan beragam produk olahan dan kebutuhan rumah tangga.
Di penghujung acara, Lazismu Bondowoso menyerahkan 200 eksemplar Al-Qur'an dan produk Rendangmu kepada masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi media pendukung dakwah sekaligus sarana sosialisasi inovasi program Qurban Kemasan Rendangmu kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lazismu Bondowoso kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bondowoso]

