

SURAKARTA -- Layanan berbagi untuk semua kembali hadir untuk masyarakat yang membutuhkan di Ruang Solidaritas Joli Jolan, Kerten, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026). Ruang terbuka menjadi salah satu sarana aksi sosial bahwa semangat kepedulian itu begitu dekat.
Lazismu Surakarta berkolaborasi dengan Gebrak Indonesia dan Ruang Solidaritas Joli Jolan menggelar aksi sosial berbagi itu kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Dalam kegiatan sosial ini, masyarakat dapat menerima berbagai bentuk bantuan, mulai dari makanan siap santap, pakaian layak pakai, hingga beragam barang kebutuhan sehari-hari.
Manajer Lazismu Surakarta, Wahid Hamdani, mengatakan kolaborasi ini memiliki visi yang sejalan dalam menghadirkan aksi sosial secara langsung kepada masyarakat. “Sebagai upaya bersama untuk menghadirkan manfaat secara langsung di tengah masyarakat sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan solidaritas”, ujarnya.
Lazismu Surakarta memiliki program yang memanfaatkan mobil untuk berkeliling ke berbagai titik, yaitu Foodtruck Humanity. Program jenis ini, kata Wahid, dimanfaatkan untuk berbagi dengan cara bermitra agar memiliki spirit yang sama.
Menurutnya, kolaborasi bersama Gebrak Indonesia dan Ruang Solidaritas Joli Jolan merupakan salah satu cara memperluas jangkauan nilai manfaat. Ketika berbagai pihak bergerak bersama, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Foodtruck Humanity sendiri, sebagai program mobil dapur keliling di acara ini membagikan makanan gratis. “Sebanyak 150 porsi makanan siap santap dengan menu nasi ayam suwir dan sayur jipang dibagikan kepada Masyarakat”, pungkas Wahid.
Makanan tersebut dihadirkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang duafa. Sesuai konsepnya mobilitas, layanan tersebut dapat digunakan untuk mendatangi berbagai titik dan menghadirkan makanan bergizi secara langsung kepada masyarakat.
Sistem Hadir Bergiliran
Tak hanya meyajikan makanan gratis, di ruang solidaritas ini juga menyediakan pakaian pantas pakai hingga peralatan sekolah. Sebagian besar barang yang dibagikan merupakan hasil donasi masyarakat yang masih dalam kondisi layak pakai.
Salah seorang pendiri Ruang Solidaritas Joli Jolan, Chrisna Chanis Cara, mengungkapkan bahwa barang-barang yang tersedia, seperti buku bacaan, mainan, peralatan sekolah, serta perlengkapan kebutuhan sehari-hari ada di sini.
“Dengan cara seperti ini memungkinkan masyarakat untuk memilih barang yang memang sesuai dengan kebutuhan mereka. Masyarakat semakin antusias datang dari Kota Surakarta dan wilayah Solo Raya”, jelasnya.
Yang menarik dari ruang solidaritas sosial tersebut, masyarakat yang sudah datang tidak bisa datang kembali di acara berikutnya. Demi menjaga ketertiban, ungkap Chrisna, Joli Jolan menerapkan konsep sistem kehadiran bergiliran.
Maksudnya, untuk memastikan distribusi bantuan secara adil, kehadiran bergiliran ini diberlakukan setiap dua minggu sekali. “Warga yang telah mendapatkan bantuan pada pekan ini baru diperkenankan hadir kembali dua pekan mendatang”, pungkasnya. Dengan demikian, penerima manfaat berganti setiap pekan sehingga bantuan terbagi secara merata.
Misalnya, orang yang berasal dari wilayah Solo Raya datang ke Joli Jolan paling cepat dua minggu. Jadi orang yang Sabtu kemarin datang tidak bisa datang lagi di Sabtu minggu depannya, jadi orang-orangnya berganti setiap pekan.
Salah seorang penerima manfaat, Dwi, mengaku bersyukur dapat memperoleh barang yang dibutuhkan sekaligus berkesempatan bertemu dan berkenalan dengan masyarakat lainnya. “Senang sekali karena dapat barang yang dicari, dapat kenalan menambah pertemanan. Kebetulan ada baju ukuran besar untuk anak, jadi layak pakai dan bermanfaat”, kata Dwi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan. Dengan semangat gotong-royong semakin banyak manfaat yang dapat dihadirkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Semangat berbagi dalam kegiatan tersebut juga tercermin melalui prinsip “Dari warga untuk warga”. Donasi yang diberikan masyarakat kembali dimanfaatkan untuk membantu masyarakat lainnya sehingga menciptakan siklus kebaikan yang terus bergerak.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Surakarta/Alfianita Isnaini]

