Lazismu dan Bina UMK PCM Denpasar Selatan Gelar Pelatihan dan Keterampilan Welder

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
28 September 2026
Kategori :

DENPASAR -- Menekuni teknis las dalam dunia industri lebih dikenal dengan sebutan Welder. Tugas Welder adalah menyambung material berbahan alumunium, besi atau baja. Dalam industri skala besar, dibutuhkan keahlian khusus bagi Welder karena pengerjaannya berisiko tinggi.

Profesi Welder membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus. Seperti pendidikan dan pelatihan intensif teknik las (Welder) yang dilakukan Lazismu Wilayah Bali dan Bina Usaha Mikro Kecil (UMK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Denpasar Selatan, dalam tajuk Skill Development Program. Hari Ahad, (27/9/2026) menjadi hari terakhir program pemberdayaan itu di Bengkel Las Surya Baru, Denpasar.

Pelatihan ini sebetulnya berlangsung secara bertahap sejak 23 Agustus 2026 dengan rangkaian materi yang terbagi setiap pekan sampai pekan terakhir bulan September. Program pemberdayaan ini dinisiasi oleh Lazismu Wilayah Bali sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program ini merupakan periode kedua tahun 2026 dalam pelaksanaannya, kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, Miftahnurrahman, yang membidangi Lazismu. Pelatihan dan keterampilan merupakan bagian dari ikhtiar Lazismu membangun kemandirian masyarakat.

“Program pemberdayaan ini telah melalui evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya. Pada periode ini, peserta dibatasi hanya 10 orang dari berbagai kalangan yang membutuhkan, dengan pola pelatihan yang lebih fokus dan intensif”, ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan perpaduan teori dan praktik, serta menghadirkan Yugos Wiyanto sebagai fasilitator. “Kita ingin Lazismu tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga hadir untuk membangun kemandirian”, jelas Miftah.

Harapannya, mustahik bisa naik kelas menjadi masyarakat yang mandiri, bahkan suatu saat mampu menjadi muzaki. Peserta pelatihan teknis Welder yang mengikuti harus diseleksi. Yang memenuhi kualifikasi difasilitasi untuk teori dan praktiknya agar ada pendampingan oleh ahlinya.

Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, mengungkapkan bahwa program zakat nilai manfaatnya dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang.

“Ketika seseorang memiliki kehalian tertentu, maka ada peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau membangun usaha. Kami ingin dana zakat dan gerakan filantropi Muhammadiyah memiliki dampak jangka panjang melalui penguatan keterampilan”, pungkasnya.

Merespons program pemberdayaan itu, Ketua PCM Denpasar Selatan, Lila Rachmat Sudjatmika menyambut baik kolaborasi tersebut. Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal mengembangkan usaha secara mandiri. “Pemberdayaan bukan hanya memberikan bantuan, tetapi bagaimana memberikan kemampuan dan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang”, terangnya.

Hal senada, disampaikan Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan Intensif Teknik Las (Welder), Fauluq Ulum, bahwa proses pemberdayaan perlu dilakukan dengan selektif. Pembatasan peserta merupakan hasil evaluasi agar pendampingan bisa dilakukan lebih optimal.

“Pada periode kedua ini pelatihan dibuat lebih fokus dan intensif. Dengan 10 peserta, kami berharap setiap peserta mendapatkan perhatian dan pengalaman praktik yang cukup untuk menjadi bekal setelah pelatihan”, imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lazismu Bali dan Bina UMK PCM Denpasar Selatan menyampaikan apresiasi kepada Dewata Safety atas dukungan dan fasilitasi peralatan K3.

Penerima manfaat program pemberdayaan Muhammad Jais, mengatakan dirinya dan Kawan Kawan yang lain mesih membutuhkan bimbingan dan pembelajaran dari para fasilitator.

“Rasa-rasanya ilmu yang kita peroleh masih kurang. Harapannya, ada bimbingan lanjutan agar ilmu yang didapat baik dari segi teknis atau pengenalan mesin dan peralatan lebih maksimal lagi”, tuturnya.

Sejak pelatihan itu, ungkap Jais, kita baru tahu bagaimana menggunakan alat ukur penggaris siku dan bagaimana melakukan potongan menyiku pada benda kerja. Mudah-mudahan apa yang kami peroleh bermanfaat dan ilmunya bisa langsung dipraktikan.

Melalui program ini, Lazismu Bali bersama Bina UMK PCM Denpasar Selatan berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka usaha, meningkatkan pendapatan keluarga dan secara bertahap menuju kemandirian ekonomi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Denpasar]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross