Disiplin Verifikasi Berita, Akurasinya Dikupas Amil di Workshop Jurnalistik Filantropi

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
21 Oktober 2026
Kategori :

SIDOARJO -- Tidak ada berita instans. Setiap informasi memiliki sumber penuturnya. Metodenya objektif. Persis apa yang disampaikan Bill Covach dalam bukunya, 9 Elemen Jurnalisme. Salah satu esensi butir-butir elemennya, disiplin untuk memverifikasi informasi, lalu mengujinya.    

Teknologi media informasi boleh berubah, tapi prinsip dan praktik penting dalam jurnalisme sebagai pedomannya. Kecepatan menerbitkan berita penting, jauh lebih penting akurasinya. Di tengah kuasa jagad media sosial, tantangan reporter saat ini menyajikan berita yang berimbang (cover bothsides) dan benar.    

Sigit Hermawan merasakan betul perubahan cepat dan dinamika informasi yang mengalir deras. Guru Besar ini mengatakan media lembaga seperti Lazismu bukan hanya instrumens promosi. Di dalamnya ada sarana edukasi, pelayanan, dan pertanggungjawaban publik.

Demikian disampaikan Sigit Hermawan dalam Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi di Cafe Limasan, Sidodadi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (20/10/2026). Seperti dilansir laman resmi Lazismu Jawa Timur, kata Sigit, pemanfaatan media yang terstruktur dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus mendongkrak kepercayaan muzaki.

Di kedai kopi bernuansa tradisional itu, sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta mewakili Lazismu daerah dan dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Mereka membedah strategi penghimpunan serta pendayagunaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Keagamaan Lainnya (ZISKA) berbasis pengelolaan media digital.

Kepada peserta, Ketua Lazismu Jawa Timur ini menegaskan bahwa tujuan kegiatan kali ini menghimpun kembali rekan-rekan amil yang aktif di media Lazismu daerah. Harapannya, mampu meningkatkan kompetensi para kru media, sehingga program kerja yang dijalankan tersampaikan dengan baik kepada publik.

Di workshop jurnalistik itu, Ia mengingatkan seluruh amil agar memegang teguh etika publikasi filantropi Islam. “Prinsip tabayun (verifikasi), perlindungan data pribadi sesuai regulasi, dan larangan merendahkan martabat penerima manfaat adalah loyalitas reporter pada pedoman etika jurnalistik”, pungkasnya.

Sigit juga mendorong penggalangan kepedulian publik untuk merespons krisis seperti kekeringan di Bojonegoro dan bencana karhutla di Kalimantan. Sembari memotivasi, Ia menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital agar bisa menjangkau target audiens lebih luas sehingga masyarakat mudah memanfaatkan internet dalam mencari informasi.

Beberapa jam berselang, Redaktur Pelaksana Tagar.co, Mohammad Nurfatoni memaparkan teknis penulisan berita.  Menurutnya, penerapan jurnalisme solusi merupakan model yang bisa digunakan oleh media Lazismu.

Dalam menyajikan berita program, Nurfatoni menekankan pentingnya memuat unsur pilar pemecahan masalah, bukti capaian riil, serta kejujuran dalam mengakui keterbatasan di lapangan. Nurfatoni memastikan bahwa judul berita harus dibuat lugas, berbasis fakta konkret tanpa narasi bombastis.

Setelah materi teknis penulisan berita itu disampaikan, Founder Ruang Karya Media Bayu Firdaus, mengulas materi digital fundraising. Ia menyoroti fenomena laporan seremonial yang cenderung kaku dan minim daya gugah. Bayu menyarankan pengelola media sosial Lazismu memproduksi konten yang fokus pada sisi kemanusiaan yang didukung struktur narasi terukur.

“Sajikan laporan yang mengisahkan peristiwa dengan solusi kemanusiaan yang menyentuh sisi emosional audiens. Libatkan anak muda dalam pengelolaan, optimasi, hingga buka ruang diskusi karena merekalah yang menguasai medan digital saat ini,” tandasnya.

Lewat pelatihan ini, para peserta juga dibekali panduan penyusunan kalender konten mingguan, teknik penyuntingan video pendek, hingga perancangan indikator keberhasilan media sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penetrasi dakwah digital Muhammadiyah di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, dilansir dalam laman Tagar.co, mahasiswa Ikom Umsida ikut berpartispasi langsung dalam Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi tersebut. Keterlibatan mereka mempertemukan tim media Lazismu dari berbagai daerah di Jawa Timur. Forum itu mengupas materi penguatan publikasi lembaga, strategi komunikasi, serta praktik jurnalistik yang akurat dan humanis.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim/ysf/ayu]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross