

Beban negara akibat PGK pun amat besar. Data BPJS Kesehatan di 2017, tercatat 3.657.691 prosedur dianalisis dengan total biaya sebesar Rp 3,1 triliun rupiah. Pengeluaran nomor tiga tertinggi setelah penyakit jantung dan kanker. Meskipun kebijakan dan strategi nasional untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) atau Non-Communicable Diseases (NCD) secara umum ada di banyak negara, namun kebijakan spesifik yang diarahkan pada skrining, pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal masih dirasakan kurang memadai.
Berdasarkan kajian tersebut, Lazismu menggagas program Kidney Health for New Hope untuk mereka yang menderita PGK. Kidney Health for New Hope adalah program peduli penyintas gagal ginjal melalui kegiatan yang bersifat karitatif dan pemberdayaan kepada individu maupun kelompok/organisasi, melalui enam pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-dakwah, kemanusiaan, dan lingkungan.
Kick Off program Kidney Health for New Hope berlangsung secara daring pada Senin, (11/10) yang dihadiri oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yaitu Machsunah Syakir selaku Badan Pengurus, Hamim Ilyas mewakili Dewan Syariah, Sabeth Abilawa selaku Direktur Utama, para Direksi, Lazismu dari berbagai tingkatan di Indonesia, serta para penyintas PGK.
Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Sabeth Abilawa saat meluncurkan program ini menyampaikan bahwa pihaknya berharap bahwa program ini dapat berlangsung dengan jangka waktu yang lama. Ia menegaskan agar program ini dapat dilakukan secara nasional dan didukung oleh Lazismu pada semua tingkatan. "Apa yang kita upayakan hari ini mungkin hanya ikhtiar kecil, semoga bisa direplikasi secara nasional. Teman-teman Lazismu di wilayah dan daerah bisa mendukung kegiatan ini agar dapat membantu para penyintas sehingga ekonomi keluarga dapat berjalan dengan baik," tegasnya.
Selain itu Sabeth juga mengemukakan, dengan jaringan yang luas, Lazismu dapat membantu para penyintas gagal ginjal di Indonesia. "Lazismu memiliki cakupan jaringan yang cukup luas, sekitar 800 kantor layanan di berbagai wilayah sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama demi kemaslahatan," ungkapnya. Ia pun menjelaskan, program-program yang telah dijalankan oleh Lazismu dapat diterapkan pada program ini. "Lazismu memiliki daya dukung terhadap hal-hal yang berhubungan dengan proses penyembuhan atau pengobatan seperti program ambulans. Insya Allah Lazismu di beberapa wilayah atau daerah dapat mendukung program tersebut. Selain itu Lazismu juga memiliki program rumah singgah yang juga dapat mendukung program Kidney Health for New Hope," jelasnya.
Ia pun meluncurkan program ini dengan harapan agar bisa terus bersinergi, berkolaborasi, menumbuhkan potensi, serta ke depannya bisa diduplikasi dan direplikasi di beberapa wilayah dan daerah. "Semoga memiliki manfaat dan dampak yang luas bagi para penyintas gagal ginjal," pungkasnya.
Manajer Program Pilar Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Falhan Nian Akbar menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian kepada penyintas gagal ginjal melalui program yang bersifat karikatif maupun pemberdayaan. "Program ini dapat bersifat individu ataupun melalui kelompok organisasi yang menghimpun para pasien gagal ginjal. Selain itu, program ini juga akan diselaraskan dengan pilar-pilar program yang ada di Lazismu," terangnya.
Falhan juga mengapresiasi Lazismu di tingkat wilayah dan daerah yang sudah menjalankan program layanan untuk penyintas gagal ginjal. "Mudah-mudahan bisa disinergikan dengan komunitas-komunitas karena pada prinsipnya Lazismu bisa bersinergi dengan siapapun dan dana yang kita berikan adalah amanah, baik dari zakat, infak, maupun sedekah," tutupnya.
Tristiyanto selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banjarnegara juga turut mendukung program Kidney Health for New Hope. Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya telah dua tahun lebih melayani pasien gagal ginjal, khususnya terkait biaya transportasi cuci darah di luar kota. "Kami sudah berkolaborasi dengan penyintas gagal ginjal, meski hanya sebatas mengurangi biaya pengobatan dengan mengantarkan pasien berobat. Di Banjarnegara cukup banyak penderita gagal ginjal dan tidak bisa mendapatkan pelayanan di dalam kota, sehingga harus dirujuk setiap dua kali seminggu ke kota lain seperti Banyumas yang telah memiliki layanan cuci darah," ungkapnya.
Ia melanjutkan, "Kami juga mendapatkan beberapa pasien, penghasilan mereka cukup menurun, sehingga guliran program sangat dibutuhkan sehingga para penyintas bisa lebih produktif, lebih berdaya baik yang bersangkutan maupun keluarganya untuk membantu usaha penyembuhan maupun perawatan." Bahkan, pihaknya pun pernah melayani pasien dalam jumlah cukup banyak. "Suatu ketika kami dalam sehari mengirimkan delapan pasien dari Banjarnegara ke Banyumas, seminggu dua kali. Meski pembiayaan cukup besar namun masih bisa ditutupi melalui penghimpunan yang dilakukan Lazismu," terangnya.
Sementara itu, Indra Sonjaya, salah satu penyintas cuci darah yang tinggal di Kota Semarang juga mengaku sudah mendapatkan layanan dari Lazismu Kota Semarang berupa mobil ambulans. "Saya pernah menikmati layanan dari Lazismu berupa ambulans ke rumah sakit waktu masih belum bisa mandiri," ucapnya. Ia juga berharap Lazismu baik di daerah maupun pusat bisa memaksimalkan bantuan ekonomi kepada penyintas gagal ginjal.
Dengan adanya kickoff ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia dan ke depannya dapat membuka kesempatan kepada organisasi/lembaga yang menaungi pasien gagal ginjal di seluruh Indonesia untuk bersinergi dalam berbagai program. Selain itu, dengan dihadiri oleh Lazismu berbagai tingkatan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi gerakan program nasional, sehingga dimanapun pasien gagal ginjal berada bisa dapat dibantu secara langsung ataupun melalui kolaborasi dan sinergi program baik dari sisi fundraising maupun penyaluran. (PR)

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menggandeng Alfamart untuk menyalurkan 1.000 paket bahan kebutuhan makanan pokok serta vitamin bagi warga yang terdampak Covid-19 di Yogyakarta.
Acara penyerahan bantuan yang digelar di Novotel Suites Malioboro Yogyakarta pada Ahad (10/10) tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Mewakili Alfamart, hadir Branch Manager Alfamart Andy Prastijono, sementara dari Lazismu dihadiri oleh Ardi Luthfi Kautsar selaku Manajer Program Pendidikan, Sosial dan Dakwah Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ardi Luthfi Kautsar mewakili Lazismu menyebutkan bahwa bantuan ini disalurkan berkat konsumen Alfamart yang menyisihkan sebagian uang kembaliannya untuk didonasikan di toko. Kerjasama ini pun sudah dijalankan selama beberapa tahun. "Mulai September sampai dengan Desember setiap tahunnya, Lazismu menjadi mitra penyaluran donasi konsumem Alfamart," terangnya.
Ardy juga menambahkan, program yang dirancang diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Berbagai program sudah dirancang bersama sehingga bisa menyentuh seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan, untuk itu kami mengajak konsumen untuk turut serta berdonasi," ajaknya.
Selain itu, Ardy juga mengucapkan terima kasih kepada konsumen Alfamart yang telah berdonasi. "Kami mengajak peran aktif masyarakat untuk ikut membantu saudara-saudara kita lain yang membutuhkan bantuan” ajaknya.
Sementara itu, Branch Manager Alfamart, Andy Prastijono mengatakan bahwa bantuan bahan makanan pokok dan vitamin dinilai penting, karena banyak warga yang terdampak secara ekonomi. Andy pun berharap agar bantuan ini bermanfaat. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara kita yang membutuhkan," tutupnya.
Program kerjasama Alfamart dengan Lazismu ini dihimpun dari donasi uang kembalian konsumen yang berbelanja di Alfamart. Donasi tersebut disalurkan melalui Lazismu untuk diimplementasikan dalam berbagai program kemaslahatan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, maupun saat pasca bencana. (PR)

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Lazismu, yaitu dengan dukungan bantuan berupa paket suplemen untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Penyerahan 450 paket bantuan suplemen isoman berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada Selasa, 12 Oktober 2021 secara simbolik dengan hybrid atau tatap muka disertai Zoom Meeting kepada Lazismu Daerah se-DIY dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DIY. Selanjutnya, paket bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang masih menjalani isoman.
Eka Yuhendri selaku Badan Pengurus Lazismu Wilayah DIY menjelaskan bahwa di tengah kesibukan para amil Lazismu dengan berjalannya kegiatan audit laporan keuangan Lazismu DIY yang berlangsung selama tujuh hari, kegiatan ini menjadi salah satu bagian program audit nasional Lazismu untuk terus menjalankan program yang sudah berjalan dalam penanganan pandemi secara nasional. Ia pun menerangkan terkait distribusi paket tersebut, "Penyerahan paket suplemen isoman akan didistribusikan melalui PWA DIY sebanyak 100 paket, Lazismu Wilayah DIY sebanyak 100 paket dan masing-masing Lazismu daerah se-DIY mendapatkan paket sebanyak 50 buah."
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago memaparkan jika Lazismu telah mendukung upaya penanganan pandemi di negeri ini. "Lazismu sebagai lembaga penghimpun dana untuk penanganan pandemi sudah menyalurkan kurang lebih sebanyak 1 triliun tersebar diseluruh wilayah Indonesia, dan untuk paket suplemen isoman akan diberikan khusus kepada pasien terpapar, tenaga medis, dan relawan tenaga pemulasaraan atau penanganan jenazah yang terdampak Covid-19," jelas Mahli.
Mahli kemudian menambahkan, "Lazismu Pusat memiliki banyak program penanganan pandemi untuk didistribusikan secara nasional. Salah satu kriteria untuk bisa menerima program penanganan pandemi dari Lazismu Pusat adalah dengan melihat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Lazismu DIY merupakan Lazismu perwakilan yang sudah tiga kali mengikuti audit keuangan dengan hasil yang bagus."
Ketua PWA DIY, Siti Zulaihah juga menyambut baik penyerahan bantuan ini. "PWA DIY selama penanganan pandemi menggunakan konsep ta’awun dengan memberikan bantuan kepada yang terdampak secara ekonomi, sosial, dan kesehatan. Ada banyak cara yang dilakukan oleh ibu-ibu Aisyiyah seperti contoh gerakan sosial berbagi makanan pokok yang ditaruh depan rumah untuk bisa diambil secara gratis bagi yang membutuhkan. Dan untuk paket suplemen isoman akan diberikan secara langsung kepada warga yang sedang jalani isoman terkena covid-19." ujar Siti.
Sementara itu, Lazismu Daerah yang diwakili oleh Wahyudiono selaku Ketua Lazismu Kabupaten Gunungkidul menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan bantuan tersebut. "Sesuai arahan dan amanah pemberian paket isoman ini, akan diserahkan kepada warga Gunungkidul yang terkena pandemi dan sedang menjalani isoman atau pasca isoman. Lazismu Daerah Gunungkidul siap melaksanakan program ini walaupun Covid melandai namun tetap patuhi protokol kesehatan dan sekarang pun memakai masker sudah diwajibkan sampai betul-betul pandemi usai dan bisa ditangani dengan baik" jelasnya.
Penyerahan paket suplemen isoman menjadi jalan ikhtiar Lazismu untuk bisa mengendalikan pandemi secara nyata. Besar harapan di tengah pandemi semakin melandai namun pencegahan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan terus dijalankan mengingat kejadian yang sudah lalu menjadi pembelajaran pentingnya menjaga kesehatan. (PR)

Rombongan LDK PP Muhammadiyah yang terdiri dari Mufid HM, Suhardin, Marjuki dan kamarul Zaman bersama dengan perwakilan Lazismu PP Muhammadiyah dan para dai yang bertugas di sekitar Kawasan Baduy menyerahkan langsung bantuan tersebut, Sabtu (9/10).
Rombongan tersebut berharap agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan memberikan semangat kepada Ustadz Ujeng Suheli dalam menjalankan aktivitas dakwahnya membina para muallaf suku Baduy luar.
Sebelumnya, hujan deras pada tanggal 20 September 2021 malam pukul 20.00 WIB mengakibatkan terjadinya kelongsoran tanah di bagian belakang rumah Ustadz Ujeng. Rumah yang berada di dalam kompleks Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Muhsini Jl. Nagara, Desa Nayagati tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan proses renovasi terutama pada bagian pondasi. Sehingga LDK PP Muhammadiyah melakukan koordinasi menggalang dana bantuan untuk dai yang terdampak bencana.
“Ustadz Ujeng Suheli adalah dai senior yang sudah bergabung dengan LDK PP Muhammadiyah dari tahun 1980-an dan mendirikan lembaga perguruan dasar dan menengah Muhammadiyah. Musibah yang ia alami perlu diringankan. Kami bantu untuk renovasi rumah dengan pondasi yang lebih kuat karena struktur tanah yang sangat rentan pada longsor. Alhamdulillah pada kesempatan ini LDK besama Lazismu memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Ustad Ujeng," ujar Suhardin, Wakil Ketua LDK PP Muhammadiyah.
Sementara itu, Mahmudin, mewakili Lazismu Banten menyebut bahwa pihaknya telah menyerahkan bantuan sebesar 18 juta rupiah kepada penerima manfaat. Ia berharap bantuan tersebut bisa memberikan dampak dan manfaat bagi perkembangan dakwah di Baduy.
Di sisi lain, Ustadz Ujeng Suheli merasa terharu atas perhatian yang di berikan berbagai pihak kepadanya.
“Saya merasa sangat terharu atas perhatian yang di berikan oleh persyarikatan kepada saya. Rumah ini adalah rumah wakaf yang akan diteruskan kepada dai selanjutnya jika saya sudah tiada nantinya. Insyaallah bantuan ini akan di gunakan sebaik-baiknya dan saya ucapkan terima kasih kepada para donatur,” ujarnya.
Kedepan, LDK PP Muhammadiyah bersama Lazismu akan terus melakukan penguatan-penguatan koordinasi guna memberikan kesejahteraan bagi dai-dai yang bertugas di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal), suku terasing, maupun komunitas perkotaan.
(Yusuf)

Pembukaan audit 2021 disaksikan secara hybrid atau tatap muka sekaligus zoom meeting di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Kamis, (7/10). Audit dilakukan oleh KAP AR Utomo sebagai bentuk pertanggung jawaban atas pengelolaan dana publik sehingga masyarakat memahami kegunaan dana tersebut,
Anggota Wakil Ketua Lazismu PP Muhammadiyah Erni Juliana menyebut bahwa audit merupakan hal yang penting karena terkait dengan transparansi Lazismu.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggung jawaban penghimpun dana publik sehingga masyarakat tau penggunaan dana untuk meningkatkan pengelolaan keuangan, dan juga harapan kita publik menjadi percaya kepada Lazismu,” ujarnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY Cahyono menyebut, dalam audit 2021 untuk capaian tahun 2020, Lazismu DIY melaporkan penghimpunan sebanyak 18 miliar rupiah dari 42 kantor layanan Lazismu se-DIY yang tersebar di 5 kabuaten/kota. Audit tersebut adalah audit ketiga yang pernah dilakukan oleh Lazismu DIY sejak tahun 2019.
"Sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2019 diikuti sebanyak 7 kantor layanan. Pada tahun 2020 diikuti sebanyak 24 kantor layanan. Dan pada tahun 2021 alhamdulillah diikuti sebanyak 42 kantor layanan. Harapan ke depan semua kantor layanan Lazismu yang ada di DIY bisa mengikuti audit sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam pengelolaan dana publik,” ujarnya.
Menurutnya, keikutsertaan mengikuti audit terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga penghimpunan terus bertambah. Hal ini, imbuhnya, perlu mendapatkan apresiasi sebesar-besarnya. Karena dengan peningkatan penghimpunan, berarti Lazismu semakin mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat sebagai lembaga pengelolaan keuangan syariah.
Cahyono menyebut bahwa monitoring dan pengawasan dari Lazismu PP Muhammadiyah juga menjadi penting untuk memberikan motivasi kepada kantor layanan Lazismu untuk mengikuti audit. Selain itu, pimpinan Muhammadiyah setempat juga sangat berpengaruh dalam mendukung dan mendorong Lazismu untuk melaporkan penggunaan keuangan.
Di sisi lain, Ketua KAP AR Utomo Ahmad Toha berharap agar audit Lazismu DIY bisa berjalan dengan baik. “Audit merupakan suatu kegiatan yang penting namun juga membutuhkan ketelitian yang panjang. Kami berharap dari DIY bisa berjalan proses dengan baik,” ujarnya.
(Yusuf)

Serah terima dihadiri oleh Sekretaris PWM Jawa Timur Tamhid Masyhudi, Ketua Lazismu Jawa Timur Zainul Muslimin, Ketua PWM Sulawesi Barat Wahyun Mawardi, dan Ketua Lazismu Sulawesi Barat Abd Rahman Djafar. Dilaksanakan di Masjid Fastabikhul Khairat Gedung Dakwah Muhammadiyah Mamuju.
Sebelumnya, Lazismu Jawa Timur mengirimkan 5 unit perahu fiber ke tiga titik. Antara lain Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Mamuju, Sulawesi Barat, dan Pulau Bawean, Gresik. Perahu yang dikirimkan sejak Selasa (24/8).
Sekretaris Lazismu Jawa Timur Adityo Yudono menyebut bahwa di Mamuju, perahu tersebut akan digunakan untuk dakwah di pulau-pulau sekitar Mamuju. Perahu dapat digunakan oleh Lazismu untuk mengirimkan bantuan ke pulau-pulau lain, atau mengirim ustadz-ustadz yang sedang melakukan tugas dakwah di Mamuju.
Adityo menyebut bahwa sebelumnya, ketika terjadi gempa di Mamuju, pihaknya telah menyalurkan bantuan sebesar 500 juta rupiah melalui Lazismu PP Muhammadiyah untuk pembangunan hunian sementara (huntara).
"Perahu fiber dibuat di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Banyuwangi. Perahu fiber tersebut dilengkapi dengan mesin tempel Yamaha 15pk. Harga perahu 12 juta, mesinnya 28 juta, ditambah ongkos kirim. Kurang lebih per perahu 50 juta. Dikirim ke penerima manfaat melalui jalur laut," ujarnya kepada lazismu.org.
Sementara itu, Ketua PWM Sulbar Wahyun Mawardi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan sekaligus silaturahim dari PWM Jawa Timur dan Lazismu Jawa Timur.
“Atas nama PWM Sulbar kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari PWM Jatim berupa satu ambulans dan dua perahu fiber bermotor buatan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Banyuwangi,” ungkapnya.
Bantuan tersebut, imbuhnya, merupakan bentuk komitmen persyarikatan untuk membantu masyarakat Sulawesi Barat yang awal tahun lalu terkena musibah gempa bumi. Pihaknya berharap ambulans dan perahu ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat Sulbar pada umumnya dan warga persyarikatan yang akhir-akhir ini memang banyak mendapatkan ujian bencana alam.
“Daerah kami Sulbar hampir seluruh kabupaten merupakan daerah pesisir. Kondisi saat ini sering terjadi longsor, banjir dan sebagainya. Maka kebutuhan kendaraan terutama seperti perahu bermotor untuk bantuan kemanusiaan sangat kami butuhkan,” papar alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) ini.
“Semoga dengan bantuan PWM Jatim ini, kami selaku warga persyarikatan Muhammadiyah termasuk relawan Lazismu dan relawan MDMC bisa semakin bersemangat untuk melakukan dakwah-dakwah terutama dakwah kemanusiaan,” tutup Wahyun.
(Yusuf)

